Senin, 16 Maret 2026
- Advertisement -

Ini Hasil Investigasi BRILife

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — BRILife melakukan investigasi menyusul beredarnya informasi mengenai bocornya data nasabah perusahaan asuransi di bawah Group BRI. Langkah cepat dilakukan dengan melakukan investasi internal.

"Dari investigasi internal ditemukan bukti bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi ke dalam sistem BRILife Syariah yang merupakan stand alone system dan terpisah dari core system BRILife. Pada system tersebut terdapat tidak lebih dari 25 ribu pemegang polis syariah individu, dimana data tersebut tidak berkaitan dengan data BRILife maupun BRI Group lainnya," ujar Ade Ahmad Nasution, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/7).

Dia menegaskan bahwa kejadian itu tidak memberikan dampak kepada data nasabah BRI maupun BRI Group lainnya. "Ini tidak berdampak terhadap portofolio yang lain, karena system ini stand alone," imbuh Ade.

Baca Juga:  Bupati Terima Penghargaan Kapabilitas Apip Level 3

Ditambahkan bahwa link awal di forum jual beli yang sempat viral pada media sosial sudah tidak dapat ditemukan lagi.

BRILife telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penegakan hukum sebagai bagian dari komitmen untuk melindungi nasabah, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

"Untuk kepentingan penegakan hukum, BRILife berkoordinasi dengan Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN)," ujar Ade.

Ade memastikan data pemegang polis BRILIfe tidak berubah dengan data awal yang ada di system dan menjanjikan akan berkoordinasi dengan Pemegang Polis Syariah untuk memastikan layanan kepada Pemegang Polis tetap dapat dilakukan sesuai dengan manfaat polisnya.

Baca Juga:  Boris Johnson Tak Ingin Transisi Inggris Terkait Brexit Molor

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — BRILife melakukan investigasi menyusul beredarnya informasi mengenai bocornya data nasabah perusahaan asuransi di bawah Group BRI. Langkah cepat dilakukan dengan melakukan investasi internal.

"Dari investigasi internal ditemukan bukti bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi ke dalam sistem BRILife Syariah yang merupakan stand alone system dan terpisah dari core system BRILife. Pada system tersebut terdapat tidak lebih dari 25 ribu pemegang polis syariah individu, dimana data tersebut tidak berkaitan dengan data BRILife maupun BRI Group lainnya," ujar Ade Ahmad Nasution, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/7).

Dia menegaskan bahwa kejadian itu tidak memberikan dampak kepada data nasabah BRI maupun BRI Group lainnya. "Ini tidak berdampak terhadap portofolio yang lain, karena system ini stand alone," imbuh Ade.

Baca Juga:  Bamsoet Keluarkan Peringatan terkait 500 TKA Cina ke Konawe

Ditambahkan bahwa link awal di forum jual beli yang sempat viral pada media sosial sudah tidak dapat ditemukan lagi.

BRILife telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penegakan hukum sebagai bagian dari komitmen untuk melindungi nasabah, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

- Advertisement -

"Untuk kepentingan penegakan hukum, BRILife berkoordinasi dengan Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN)," ujar Ade.

Ade memastikan data pemegang polis BRILIfe tidak berubah dengan data awal yang ada di system dan menjanjikan akan berkoordinasi dengan Pemegang Polis Syariah untuk memastikan layanan kepada Pemegang Polis tetap dapat dilakukan sesuai dengan manfaat polisnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Sabu 5 Kg dan 212 Ekstasi Diblender, Juga ada BB Yang Dibakar

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — BRILife melakukan investigasi menyusul beredarnya informasi mengenai bocornya data nasabah perusahaan asuransi di bawah Group BRI. Langkah cepat dilakukan dengan melakukan investasi internal.

"Dari investigasi internal ditemukan bukti bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi ke dalam sistem BRILife Syariah yang merupakan stand alone system dan terpisah dari core system BRILife. Pada system tersebut terdapat tidak lebih dari 25 ribu pemegang polis syariah individu, dimana data tersebut tidak berkaitan dengan data BRILife maupun BRI Group lainnya," ujar Ade Ahmad Nasution, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/7).

Dia menegaskan bahwa kejadian itu tidak memberikan dampak kepada data nasabah BRI maupun BRI Group lainnya. "Ini tidak berdampak terhadap portofolio yang lain, karena system ini stand alone," imbuh Ade.

Baca Juga:  Boris Johnson Tak Ingin Transisi Inggris Terkait Brexit Molor

Ditambahkan bahwa link awal di forum jual beli yang sempat viral pada media sosial sudah tidak dapat ditemukan lagi.

BRILife telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penegakan hukum sebagai bagian dari komitmen untuk melindungi nasabah, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

"Untuk kepentingan penegakan hukum, BRILife berkoordinasi dengan Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN)," ujar Ade.

Ade memastikan data pemegang polis BRILIfe tidak berubah dengan data awal yang ada di system dan menjanjikan akan berkoordinasi dengan Pemegang Polis Syariah untuk memastikan layanan kepada Pemegang Polis tetap dapat dilakukan sesuai dengan manfaat polisnya.

Baca Juga:  Sabu 5 Kg dan 212 Ekstasi Diblender, Juga ada BB Yang Dibakar

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari