Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Kena Varian Deltacron, Umumnya Alami Gejala 6-10 Hari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Setelah Omicron, kini dunia sedang menghadapi varian terbaru dari Covid-19 yang sudah tercatat dalam GISAID yakni varian Deltacron. Deltacron merupakan varian rekombinan atau gabungan dari Delta dan Omicron.

Menurut ahli, jika seseorang tertular varian ini, umumnya memiliki viral load atau virus di dalam tubuhnya selama 6 hingga 10 hari. Menurut Pusat Kesehatan Masyarakat (NHS) Inggris, ada sejumlah gejala yang harus diwaspadai dari varian Deltacron.

Seorang ahli imunologi dan Ilmuwan Pendiri di Cignpost Diagnostics Denis Kinane mengatakan elemen utama varian Deltacron berasal dari Delta, tetapi protein lonjakannya berasal dari varian Omicron.

"Tidak perlu terlalu khawatir, namun kewaspadaan merupakan pendekatan yang lebih baik daripada kekhawatiran atau ketakutan," katanya seperti dilansir dari express.co.uk, Ahad (27/3).

Baca Juga:  Gundala: Film dengan Euforia, Namun Belum Memuaskan Ekspektasi

Menurutnya, sejumlah pasien beberapa memiliki viral load dan infektivitas yang tinggi selama kurang lebih 6 hari. Dan yang lain masih memiliki viral load dan infektivitas yang tinggi setelah 10 hari.

"Sebagian besar variasi ini dapat disebabkan oleh variasi genetik di antara subjek tetapi juga dapat disebabkan oleh varian virus," katanya.

Menurutnya saat ini banyak gejala telah dilaporkan. Dan sebagian besar juga tak menimbulkan gejala ringan. Namun, ada beberapa gejala lain yang menonjol. "Pilek, tenggorokan gatal, dan vertigo. Sejauh ini, varian asli adalah yang paling merusak dan menimbulkan gejala," jelasnya.

Meski sejumlah gejala Covid-19 Deltacron cenderung ringan bagi mereka yang sudah divaksin, namun para ahli meminta siapapun tetap waspada adanya dampak Long Covid. Long Covid umumnya gejala Covid-19 yang berkepanjangan.

Baca Juga:  PN Rohil Gelar Sidang Pemeriksaan Terdakwa Dugaan Pemalsuan Surat Tanah

"Bagi sebagian orang, gejala dapat bertahan lebih dari 12 minggu dan dapat berubah seiring waktu dan gejala baru dapat berkembang," katanya.(jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Setelah Omicron, kini dunia sedang menghadapi varian terbaru dari Covid-19 yang sudah tercatat dalam GISAID yakni varian Deltacron. Deltacron merupakan varian rekombinan atau gabungan dari Delta dan Omicron.

Menurut ahli, jika seseorang tertular varian ini, umumnya memiliki viral load atau virus di dalam tubuhnya selama 6 hingga 10 hari. Menurut Pusat Kesehatan Masyarakat (NHS) Inggris, ada sejumlah gejala yang harus diwaspadai dari varian Deltacron.

Seorang ahli imunologi dan Ilmuwan Pendiri di Cignpost Diagnostics Denis Kinane mengatakan elemen utama varian Deltacron berasal dari Delta, tetapi protein lonjakannya berasal dari varian Omicron.

"Tidak perlu terlalu khawatir, namun kewaspadaan merupakan pendekatan yang lebih baik daripada kekhawatiran atau ketakutan," katanya seperti dilansir dari express.co.uk, Ahad (27/3).

Baca Juga:  Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Yokohama

Menurutnya, sejumlah pasien beberapa memiliki viral load dan infektivitas yang tinggi selama kurang lebih 6 hari. Dan yang lain masih memiliki viral load dan infektivitas yang tinggi setelah 10 hari.

- Advertisement -

"Sebagian besar variasi ini dapat disebabkan oleh variasi genetik di antara subjek tetapi juga dapat disebabkan oleh varian virus," katanya.

Menurutnya saat ini banyak gejala telah dilaporkan. Dan sebagian besar juga tak menimbulkan gejala ringan. Namun, ada beberapa gejala lain yang menonjol. "Pilek, tenggorokan gatal, dan vertigo. Sejauh ini, varian asli adalah yang paling merusak dan menimbulkan gejala," jelasnya.

- Advertisement -

Meski sejumlah gejala Covid-19 Deltacron cenderung ringan bagi mereka yang sudah divaksin, namun para ahli meminta siapapun tetap waspada adanya dampak Long Covid. Long Covid umumnya gejala Covid-19 yang berkepanjangan.

Baca Juga:  Perbuatan Biadab Reynhard Sinaga, Kampus UI Kutuk Keras

"Bagi sebagian orang, gejala dapat bertahan lebih dari 12 minggu dan dapat berubah seiring waktu dan gejala baru dapat berkembang," katanya.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Setelah Omicron, kini dunia sedang menghadapi varian terbaru dari Covid-19 yang sudah tercatat dalam GISAID yakni varian Deltacron. Deltacron merupakan varian rekombinan atau gabungan dari Delta dan Omicron.

Menurut ahli, jika seseorang tertular varian ini, umumnya memiliki viral load atau virus di dalam tubuhnya selama 6 hingga 10 hari. Menurut Pusat Kesehatan Masyarakat (NHS) Inggris, ada sejumlah gejala yang harus diwaspadai dari varian Deltacron.

Seorang ahli imunologi dan Ilmuwan Pendiri di Cignpost Diagnostics Denis Kinane mengatakan elemen utama varian Deltacron berasal dari Delta, tetapi protein lonjakannya berasal dari varian Omicron.

"Tidak perlu terlalu khawatir, namun kewaspadaan merupakan pendekatan yang lebih baik daripada kekhawatiran atau ketakutan," katanya seperti dilansir dari express.co.uk, Ahad (27/3).

Baca Juga:  Bupati Kuansing Minta IKKS Selalu Berikan Kritikan

Menurutnya, sejumlah pasien beberapa memiliki viral load dan infektivitas yang tinggi selama kurang lebih 6 hari. Dan yang lain masih memiliki viral load dan infektivitas yang tinggi setelah 10 hari.

"Sebagian besar variasi ini dapat disebabkan oleh variasi genetik di antara subjek tetapi juga dapat disebabkan oleh varian virus," katanya.

Menurutnya saat ini banyak gejala telah dilaporkan. Dan sebagian besar juga tak menimbulkan gejala ringan. Namun, ada beberapa gejala lain yang menonjol. "Pilek, tenggorokan gatal, dan vertigo. Sejauh ini, varian asli adalah yang paling merusak dan menimbulkan gejala," jelasnya.

Meski sejumlah gejala Covid-19 Deltacron cenderung ringan bagi mereka yang sudah divaksin, namun para ahli meminta siapapun tetap waspada adanya dampak Long Covid. Long Covid umumnya gejala Covid-19 yang berkepanjangan.

Baca Juga:  Sedang Asyik Menyabu Ditangkap Polisi

"Bagi sebagian orang, gejala dapat bertahan lebih dari 12 minggu dan dapat berubah seiring waktu dan gejala baru dapat berkembang," katanya.(jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari