Jumat, 27 Maret 2026
- Advertisement -

Kementan Perkuat Diversifikasi Pangan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Pertanian (Kementan) di tengah pandemi ini terus menguatkan diversifikasi pangan. Bahkan, koordinasi pun telah dilakukan dengan pemerintah daerah hingga melibatkan akademisi bidang pertanian dalam mengembangkan komoditas pangan lokal.

Peneliti Utama Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Sobir mengatakan bahwa hingga saat ini, Kementan menurutnya telah bekerja maksimal dalam mendorong diversifikasi pangan agar semakin dikenal masyarakat.

"Saya pikir Kementan sudah maksimal, mengusahakan diversifikasi pangan," ucap dia melalui keterangan resmi, Kamis (25/6).

Kata dia, penyesuaian komoditi pengganti pangan pokok ini tidak bisa dipaksakan kepada masyarakat, namun yang menentukan adalah konsumennya (demand-driven). Oleh sebab itu, Kementan harus dibantu oleh instansi lain untuk mewujudkan diversifikasi pangan.

Baca Juga:  Pemred Media Online Ditembak Mati di Dalam Mobil

Terdapat empat faktor yang mampu menyukseskan diversifikasi pangan. Pertama, harus ada budaya atau kebiasaan mengonsumsi makanan pokok selain beras. "Disinilah, nantinya masyarakat yang memilih komoditas apa yang dikonsumsi, pengganti beras," jelasnya.

Kedua, komoditi pengganti beras harus mudah dipersiapkan. Ketiga, masalah harga, yang didukung oleh Kementan sehingga ketersediaannya memadai.

"Keempat nilai gizi, jadi kesimpulannya diversifikasi pangan ini jangan dibuat sama untuk seluruh masyarakat, tetapi lebih kepada minat konsumen," tambahnya.

Kementan pun juga mendorong pangan lokal agar bisa merajai pasarnya sendiri. Menurutnya, berkat peran aktif Kementan, Pemda akhirnya ikut mendorong mewujudkan diversifikasi pangan.

"Diversifikasi pangan sudah mulai menjadi program Pemda, tinggal nanti kembali dilihat apa pilihan masyarakat. Kemudian komoditasnya, Kementan yang menyediakan," tegasnya.

Baca Juga:  Ruben Onsu Sebut Konser Ayu Ting Ting Tetap Jalan

Langkah ini penting mengingat sekarang dunia sedang dilanda pandemi corona. Menurutnya, pandemi korona dapat menjadi kesempatan untuk menggenjot pangan lokal baik secara on-farm maupun off-farm. "Indonesia kaya akan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, ubi dan lainnya. Produksi pangan ini yang harus kita tingkatkan," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Pertanian (Kementan) di tengah pandemi ini terus menguatkan diversifikasi pangan. Bahkan, koordinasi pun telah dilakukan dengan pemerintah daerah hingga melibatkan akademisi bidang pertanian dalam mengembangkan komoditas pangan lokal.

Peneliti Utama Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Sobir mengatakan bahwa hingga saat ini, Kementan menurutnya telah bekerja maksimal dalam mendorong diversifikasi pangan agar semakin dikenal masyarakat.

"Saya pikir Kementan sudah maksimal, mengusahakan diversifikasi pangan," ucap dia melalui keterangan resmi, Kamis (25/6).

Kata dia, penyesuaian komoditi pengganti pangan pokok ini tidak bisa dipaksakan kepada masyarakat, namun yang menentukan adalah konsumennya (demand-driven). Oleh sebab itu, Kementan harus dibantu oleh instansi lain untuk mewujudkan diversifikasi pangan.

Baca Juga:  Kompolnas Minta Awasi Komunikasi Maria

Terdapat empat faktor yang mampu menyukseskan diversifikasi pangan. Pertama, harus ada budaya atau kebiasaan mengonsumsi makanan pokok selain beras. "Disinilah, nantinya masyarakat yang memilih komoditas apa yang dikonsumsi, pengganti beras," jelasnya.

- Advertisement -

Kedua, komoditi pengganti beras harus mudah dipersiapkan. Ketiga, masalah harga, yang didukung oleh Kementan sehingga ketersediaannya memadai.

"Keempat nilai gizi, jadi kesimpulannya diversifikasi pangan ini jangan dibuat sama untuk seluruh masyarakat, tetapi lebih kepada minat konsumen," tambahnya.

- Advertisement -

Kementan pun juga mendorong pangan lokal agar bisa merajai pasarnya sendiri. Menurutnya, berkat peran aktif Kementan, Pemda akhirnya ikut mendorong mewujudkan diversifikasi pangan.

"Diversifikasi pangan sudah mulai menjadi program Pemda, tinggal nanti kembali dilihat apa pilihan masyarakat. Kemudian komoditasnya, Kementan yang menyediakan," tegasnya.

Baca Juga:  Diduga Oknum Polisi Lakukan Pemukulan, Gedung PTIK Dikepung Ormas

Langkah ini penting mengingat sekarang dunia sedang dilanda pandemi corona. Menurutnya, pandemi korona dapat menjadi kesempatan untuk menggenjot pangan lokal baik secara on-farm maupun off-farm. "Indonesia kaya akan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, ubi dan lainnya. Produksi pangan ini yang harus kita tingkatkan," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Pertanian (Kementan) di tengah pandemi ini terus menguatkan diversifikasi pangan. Bahkan, koordinasi pun telah dilakukan dengan pemerintah daerah hingga melibatkan akademisi bidang pertanian dalam mengembangkan komoditas pangan lokal.

Peneliti Utama Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Sobir mengatakan bahwa hingga saat ini, Kementan menurutnya telah bekerja maksimal dalam mendorong diversifikasi pangan agar semakin dikenal masyarakat.

"Saya pikir Kementan sudah maksimal, mengusahakan diversifikasi pangan," ucap dia melalui keterangan resmi, Kamis (25/6).

Kata dia, penyesuaian komoditi pengganti pangan pokok ini tidak bisa dipaksakan kepada masyarakat, namun yang menentukan adalah konsumennya (demand-driven). Oleh sebab itu, Kementan harus dibantu oleh instansi lain untuk mewujudkan diversifikasi pangan.

Baca Juga:  Diduga Oknum Polisi Lakukan Pemukulan, Gedung PTIK Dikepung Ormas

Terdapat empat faktor yang mampu menyukseskan diversifikasi pangan. Pertama, harus ada budaya atau kebiasaan mengonsumsi makanan pokok selain beras. "Disinilah, nantinya masyarakat yang memilih komoditas apa yang dikonsumsi, pengganti beras," jelasnya.

Kedua, komoditi pengganti beras harus mudah dipersiapkan. Ketiga, masalah harga, yang didukung oleh Kementan sehingga ketersediaannya memadai.

"Keempat nilai gizi, jadi kesimpulannya diversifikasi pangan ini jangan dibuat sama untuk seluruh masyarakat, tetapi lebih kepada minat konsumen," tambahnya.

Kementan pun juga mendorong pangan lokal agar bisa merajai pasarnya sendiri. Menurutnya, berkat peran aktif Kementan, Pemda akhirnya ikut mendorong mewujudkan diversifikasi pangan.

"Diversifikasi pangan sudah mulai menjadi program Pemda, tinggal nanti kembali dilihat apa pilihan masyarakat. Kemudian komoditasnya, Kementan yang menyediakan," tegasnya.

Baca Juga:  Kembang Janggut

Langkah ini penting mengingat sekarang dunia sedang dilanda pandemi corona. Menurutnya, pandemi korona dapat menjadi kesempatan untuk menggenjot pangan lokal baik secara on-farm maupun off-farm. "Indonesia kaya akan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, ubi dan lainnya. Produksi pangan ini yang harus kita tingkatkan," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari