Senin, 9 Februari 2026
- Advertisement -

Komisi A DPRD Rohil Terima Aspirasi dari Tenaga Kesehatan

ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir (Rohil) selalu menerima aspirasi dan masukan dari masyarakat sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.

Hal itu nampak dengan direspon dengan baik kedatangan para tenaga honorer di lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) ke DPRD dalam hal ini menemui Komisi A DPRD Rohil guna menyampaikan harapan agar DPRD Rohil dapat memperjuangkan keinginan honorer tersebut untuk dapat direkrut sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Pada kesempatan itu Komisi A bertemu dengan pihak Diskes dan juga Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), belum lama ini. Sementara kalangan honorer merupakan dari tenaga kesehatan yang datang dari perwakilan seluruh puskesmas se-Rohil.

Baca Juga:  Ronny Bugis Divonis 1,5 Tahun Penjara

Ketua Komisi A DPRD Rohil Raly A Harahap SSos MM mengatakan, merespon apa yang tenaga honorer kesehatan sampaikan, pihaknya siap untuk memperjuangkan apa yang disampaikan kalangan honorer kesehatan tersebut khususnya permohonan menjadi P3K.

Raly merasa yakin dan percaya ke depan nantinya dapat diperjuangkan ke pihak terkait seperti Kemenkes maupun KemenPAN RB. Namun di sisi lain terangnya harus ada standar yang menjadi perhatian misalnya menyangkut masa pengabdian dari kalangan honorer kesehatan tersebut untuk dapat diterima sebagai P3K ataupun sebagai ASN.

"Kami akan melakukan dialog lebih lanjut lagi menyikapi hal ini," katanya. Sementara perwakilan honorer dari Puskesmas Simpang Kanan Sri menyampaikan, dirinya berharap dan bermohon jika bisa perjuangan tidak hanya P3K, namun honorer kesehatan bisa menjadi ASN. Alasannya karena masa pengabdian yang telah lama sementara resiko kerja yang cukup berat terlebih pada masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Kapal Penuh, Tidak Bisa Pulang Kampung

"Saya sudah bekerja 15 tahun. Soal gaji memang sangat tidak cukup. Kami honorer mengharapkan kenaikan gaji dan kesejahteraan tentunya," kata Sri.

Sementara itu rekan seprofesinya dari Puskemas Panipahan, Burhanuddin menyebutkan bahwa tahun lalu ada penerimaan tenaga P3K guru, maka pihaknya juga ingin ada pengangkatan tenaga P3K dari kesehatan.

Sebab menurutnya tenaga kesehatan merupakan garda terdepan, apalagi pada masa pandemi ini. "Kami hanya berharap ada peluang bagi kami untuk menjadi ASN," katanya berharap.(adv)

ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir (Rohil) selalu menerima aspirasi dan masukan dari masyarakat sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.

Hal itu nampak dengan direspon dengan baik kedatangan para tenaga honorer di lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) ke DPRD dalam hal ini menemui Komisi A DPRD Rohil guna menyampaikan harapan agar DPRD Rohil dapat memperjuangkan keinginan honorer tersebut untuk dapat direkrut sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Pada kesempatan itu Komisi A bertemu dengan pihak Diskes dan juga Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), belum lama ini. Sementara kalangan honorer merupakan dari tenaga kesehatan yang datang dari perwakilan seluruh puskesmas se-Rohil.

Baca Juga:  Rp110 Triliun untuk Bansos, Jangan Ada Potongan

Ketua Komisi A DPRD Rohil Raly A Harahap SSos MM mengatakan, merespon apa yang tenaga honorer kesehatan sampaikan, pihaknya siap untuk memperjuangkan apa yang disampaikan kalangan honorer kesehatan tersebut khususnya permohonan menjadi P3K.

Raly merasa yakin dan percaya ke depan nantinya dapat diperjuangkan ke pihak terkait seperti Kemenkes maupun KemenPAN RB. Namun di sisi lain terangnya harus ada standar yang menjadi perhatian misalnya menyangkut masa pengabdian dari kalangan honorer kesehatan tersebut untuk dapat diterima sebagai P3K ataupun sebagai ASN.

- Advertisement -

"Kami akan melakukan dialog lebih lanjut lagi menyikapi hal ini," katanya. Sementara perwakilan honorer dari Puskesmas Simpang Kanan Sri menyampaikan, dirinya berharap dan bermohon jika bisa perjuangan tidak hanya P3K, namun honorer kesehatan bisa menjadi ASN. Alasannya karena masa pengabdian yang telah lama sementara resiko kerja yang cukup berat terlebih pada masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Rano Karno Tersandung Suap, Diancam Pidana jika Beri Keterangan Palsu

"Saya sudah bekerja 15 tahun. Soal gaji memang sangat tidak cukup. Kami honorer mengharapkan kenaikan gaji dan kesejahteraan tentunya," kata Sri.

- Advertisement -

Sementara itu rekan seprofesinya dari Puskemas Panipahan, Burhanuddin menyebutkan bahwa tahun lalu ada penerimaan tenaga P3K guru, maka pihaknya juga ingin ada pengangkatan tenaga P3K dari kesehatan.

Sebab menurutnya tenaga kesehatan merupakan garda terdepan, apalagi pada masa pandemi ini. "Kami hanya berharap ada peluang bagi kami untuk menjadi ASN," katanya berharap.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir (Rohil) selalu menerima aspirasi dan masukan dari masyarakat sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.

Hal itu nampak dengan direspon dengan baik kedatangan para tenaga honorer di lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) ke DPRD dalam hal ini menemui Komisi A DPRD Rohil guna menyampaikan harapan agar DPRD Rohil dapat memperjuangkan keinginan honorer tersebut untuk dapat direkrut sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Pada kesempatan itu Komisi A bertemu dengan pihak Diskes dan juga Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), belum lama ini. Sementara kalangan honorer merupakan dari tenaga kesehatan yang datang dari perwakilan seluruh puskesmas se-Rohil.

Baca Juga:  Arnold Schwarzenegger kembali lagi dalam Terminator: "Dark Fate" (20th Century Fox)

Ketua Komisi A DPRD Rohil Raly A Harahap SSos MM mengatakan, merespon apa yang tenaga honorer kesehatan sampaikan, pihaknya siap untuk memperjuangkan apa yang disampaikan kalangan honorer kesehatan tersebut khususnya permohonan menjadi P3K.

Raly merasa yakin dan percaya ke depan nantinya dapat diperjuangkan ke pihak terkait seperti Kemenkes maupun KemenPAN RB. Namun di sisi lain terangnya harus ada standar yang menjadi perhatian misalnya menyangkut masa pengabdian dari kalangan honorer kesehatan tersebut untuk dapat diterima sebagai P3K ataupun sebagai ASN.

"Kami akan melakukan dialog lebih lanjut lagi menyikapi hal ini," katanya. Sementara perwakilan honorer dari Puskesmas Simpang Kanan Sri menyampaikan, dirinya berharap dan bermohon jika bisa perjuangan tidak hanya P3K, namun honorer kesehatan bisa menjadi ASN. Alasannya karena masa pengabdian yang telah lama sementara resiko kerja yang cukup berat terlebih pada masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Kapal Penuh, Tidak Bisa Pulang Kampung

"Saya sudah bekerja 15 tahun. Soal gaji memang sangat tidak cukup. Kami honorer mengharapkan kenaikan gaji dan kesejahteraan tentunya," kata Sri.

Sementara itu rekan seprofesinya dari Puskemas Panipahan, Burhanuddin menyebutkan bahwa tahun lalu ada penerimaan tenaga P3K guru, maka pihaknya juga ingin ada pengangkatan tenaga P3K dari kesehatan.

Sebab menurutnya tenaga kesehatan merupakan garda terdepan, apalagi pada masa pandemi ini. "Kami hanya berharap ada peluang bagi kami untuk menjadi ASN," katanya berharap.(adv)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari