Minggu, 6 April 2025
spot_img

Kepala Sekolah Tewas Tergantung di Tepi Sungai, Diduga Dibunuh

LABURA (RIAUPOS.CO) – Polisi menemukan bukti baru kematian Kepala Sekolah SDN 112263 Patok Bosi, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura yang tewas tergantung di tepian sungai, Jumat (18/10) lalu. Pada dada Kaliber Samosir (59) ditemukan bekas luka tusukan senjata tajam.

“Hasil autopsi korban meninggal bukan karena jeratan di leher. Tapi akibat luka tusuk benda tajam di dada korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Jamakita Purba kepada Sumut Pos, Senin (21/10).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 112263 Patok Bosi, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura ditemukan tewas tergantung, Jumat (18/10) sekira pukul 09.30 WIB. Korban ditemukan dengan leher tergantung di tepi aliran Sungai Kualuh di Kampung Jeruk, Desa Tanjung Pasir.

Baca Juga:  Ini Rangkaian Sidang Pengucapan Sumpah Janji Anggota DPR, DPD, dan MPR

Korban pertama kali ditemukan nelayan tradisional setempat, Ucok Simanjuntak, saat hendak memancing menggunakan sampan kecil. Ketika melintasi aliran Sungai Kualuh, saksi melihat seorang pria memakai kaos warna hijau tergantung dengan seutas tali di sebatang pohon di tepi sungai dengan kondisi telah meninggal dunia.

Saksi kemudian, melaporkan penemuan itu ke warga dan Kepala Dusun Kampung Jeruk Desa Tanjung Pasir. Oleh pemerintah desa, temuan tersebut dilaporkan kepada petugas Polsek Kualuh Hulu.

Sebelumnya, Kamis (18/10) malam korban keluar dari rumah. Namun hingga Jumat pagi dini hari, korban belum pulang ke rumah. Pihak keluarga memberitahukan kepada warga dan melakukan pencarian. Namun, korban tak kunjung kembali hingga terdengar ditemukan di aliran Sungai Kualuh.

Baca Juga:  Mampu Lulus Kuliah hingga Jadi Peserta Ratu Kecantikan

“Ya, korban merupakan kepala sekolah. Merupakan warga Desa Simangalam,” kata Camat Kualuh Selatan, Hariaman kepada Sumut Pos.

Peristiwa penemuan jasad korban itu, lanjut Camat telah ditangani pihak Kepolisian. Korban telah diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat membenarkan pihaknya membawa jasad korban ke Rumah Sakit Djasamen Saragih Pematang Siantar. “Kita bawa ke RS untuk autopsi,” jelas Agus.

Sumber: Jpnn.com
Editor: E Sulaiman

LABURA (RIAUPOS.CO) – Polisi menemukan bukti baru kematian Kepala Sekolah SDN 112263 Patok Bosi, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura yang tewas tergantung di tepian sungai, Jumat (18/10) lalu. Pada dada Kaliber Samosir (59) ditemukan bekas luka tusukan senjata tajam.

“Hasil autopsi korban meninggal bukan karena jeratan di leher. Tapi akibat luka tusuk benda tajam di dada korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Jamakita Purba kepada Sumut Pos, Senin (21/10).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 112263 Patok Bosi, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura ditemukan tewas tergantung, Jumat (18/10) sekira pukul 09.30 WIB. Korban ditemukan dengan leher tergantung di tepi aliran Sungai Kualuh di Kampung Jeruk, Desa Tanjung Pasir.

Baca Juga:  Mampu Lulus Kuliah hingga Jadi Peserta Ratu Kecantikan

Korban pertama kali ditemukan nelayan tradisional setempat, Ucok Simanjuntak, saat hendak memancing menggunakan sampan kecil. Ketika melintasi aliran Sungai Kualuh, saksi melihat seorang pria memakai kaos warna hijau tergantung dengan seutas tali di sebatang pohon di tepi sungai dengan kondisi telah meninggal dunia.

Saksi kemudian, melaporkan penemuan itu ke warga dan Kepala Dusun Kampung Jeruk Desa Tanjung Pasir. Oleh pemerintah desa, temuan tersebut dilaporkan kepada petugas Polsek Kualuh Hulu.

Sebelumnya, Kamis (18/10) malam korban keluar dari rumah. Namun hingga Jumat pagi dini hari, korban belum pulang ke rumah. Pihak keluarga memberitahukan kepada warga dan melakukan pencarian. Namun, korban tak kunjung kembali hingga terdengar ditemukan di aliran Sungai Kualuh.

Baca Juga:  Kakak Sofwati

“Ya, korban merupakan kepala sekolah. Merupakan warga Desa Simangalam,” kata Camat Kualuh Selatan, Hariaman kepada Sumut Pos.

Peristiwa penemuan jasad korban itu, lanjut Camat telah ditangani pihak Kepolisian. Korban telah diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat membenarkan pihaknya membawa jasad korban ke Rumah Sakit Djasamen Saragih Pematang Siantar. “Kita bawa ke RS untuk autopsi,” jelas Agus.

Sumber: Jpnn.com
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kepala Sekolah Tewas Tergantung di Tepi Sungai, Diduga Dibunuh

LABURA (RIAUPOS.CO) – Polisi menemukan bukti baru kematian Kepala Sekolah SDN 112263 Patok Bosi, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura yang tewas tergantung di tepian sungai, Jumat (18/10) lalu. Pada dada Kaliber Samosir (59) ditemukan bekas luka tusukan senjata tajam.

“Hasil autopsi korban meninggal bukan karena jeratan di leher. Tapi akibat luka tusuk benda tajam di dada korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Jamakita Purba kepada Sumut Pos, Senin (21/10).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 112263 Patok Bosi, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura ditemukan tewas tergantung, Jumat (18/10) sekira pukul 09.30 WIB. Korban ditemukan dengan leher tergantung di tepi aliran Sungai Kualuh di Kampung Jeruk, Desa Tanjung Pasir.

Baca Juga:  Mampu Lulus Kuliah hingga Jadi Peserta Ratu Kecantikan

Korban pertama kali ditemukan nelayan tradisional setempat, Ucok Simanjuntak, saat hendak memancing menggunakan sampan kecil. Ketika melintasi aliran Sungai Kualuh, saksi melihat seorang pria memakai kaos warna hijau tergantung dengan seutas tali di sebatang pohon di tepi sungai dengan kondisi telah meninggal dunia.

Saksi kemudian, melaporkan penemuan itu ke warga dan Kepala Dusun Kampung Jeruk Desa Tanjung Pasir. Oleh pemerintah desa, temuan tersebut dilaporkan kepada petugas Polsek Kualuh Hulu.

Sebelumnya, Kamis (18/10) malam korban keluar dari rumah. Namun hingga Jumat pagi dini hari, korban belum pulang ke rumah. Pihak keluarga memberitahukan kepada warga dan melakukan pencarian. Namun, korban tak kunjung kembali hingga terdengar ditemukan di aliran Sungai Kualuh.

Baca Juga:  Teror Menegangkan dari Band Punk

“Ya, korban merupakan kepala sekolah. Merupakan warga Desa Simangalam,” kata Camat Kualuh Selatan, Hariaman kepada Sumut Pos.

Peristiwa penemuan jasad korban itu, lanjut Camat telah ditangani pihak Kepolisian. Korban telah diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat membenarkan pihaknya membawa jasad korban ke Rumah Sakit Djasamen Saragih Pematang Siantar. “Kita bawa ke RS untuk autopsi,” jelas Agus.

Sumber: Jpnn.com
Editor: E Sulaiman

LABURA (RIAUPOS.CO) – Polisi menemukan bukti baru kematian Kepala Sekolah SDN 112263 Patok Bosi, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura yang tewas tergantung di tepian sungai, Jumat (18/10) lalu. Pada dada Kaliber Samosir (59) ditemukan bekas luka tusukan senjata tajam.

“Hasil autopsi korban meninggal bukan karena jeratan di leher. Tapi akibat luka tusuk benda tajam di dada korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Jamakita Purba kepada Sumut Pos, Senin (21/10).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 112263 Patok Bosi, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura ditemukan tewas tergantung, Jumat (18/10) sekira pukul 09.30 WIB. Korban ditemukan dengan leher tergantung di tepi aliran Sungai Kualuh di Kampung Jeruk, Desa Tanjung Pasir.

Baca Juga:  PBNU: Penceramah Jangan Tebarkan Kebencian

Korban pertama kali ditemukan nelayan tradisional setempat, Ucok Simanjuntak, saat hendak memancing menggunakan sampan kecil. Ketika melintasi aliran Sungai Kualuh, saksi melihat seorang pria memakai kaos warna hijau tergantung dengan seutas tali di sebatang pohon di tepi sungai dengan kondisi telah meninggal dunia.

Saksi kemudian, melaporkan penemuan itu ke warga dan Kepala Dusun Kampung Jeruk Desa Tanjung Pasir. Oleh pemerintah desa, temuan tersebut dilaporkan kepada petugas Polsek Kualuh Hulu.

Sebelumnya, Kamis (18/10) malam korban keluar dari rumah. Namun hingga Jumat pagi dini hari, korban belum pulang ke rumah. Pihak keluarga memberitahukan kepada warga dan melakukan pencarian. Namun, korban tak kunjung kembali hingga terdengar ditemukan di aliran Sungai Kualuh.

Baca Juga:  Fadel Muhammad Bagikan Paket Yimelu

“Ya, korban merupakan kepala sekolah. Merupakan warga Desa Simangalam,” kata Camat Kualuh Selatan, Hariaman kepada Sumut Pos.

Peristiwa penemuan jasad korban itu, lanjut Camat telah ditangani pihak Kepolisian. Korban telah diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat membenarkan pihaknya membawa jasad korban ke Rumah Sakit Djasamen Saragih Pematang Siantar. “Kita bawa ke RS untuk autopsi,” jelas Agus.

Sumber: Jpnn.com
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari