Senin, 7 April 2025
spot_img

Bermain Gitar hingga Bernyanyi Bersama

TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) – Beralihnya sistem kepenjaraan kepada sistem pemasyarakatan membawa perubahan dalam bentuk perlakuan terhadap warga binaan. Perubahan ini tidak hanya menghilangkan kesan menakutkan dan adanya penyiksaan dalam sistem penjara, tetapi juga memberikan perlakuan yang manusiawi terhadap warga binaan.

Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Achmad Brahmantyo Machmud ketika berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Telukkuantan pada Rabu (20/7) menyaksikan langsung kedekatan antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan. Brahmantyo melihat langsung Guntur Sakral selaku petugas mengisi waktu Luang bersama warga binaan bermain gitar dan bernyanyi bersama di ruang aula Lapas Teluk Kuantan.

Mereka sedang menyanyikan lagu Slank dengan judul Ku Tak Bisa ini, menarik perhatian dan membuat Brahmantyo kagum. Ia juga mengapresiasi langkah petugas dan warga binaan dalam mengisi waktu luang dengan hal yang positif.

Baca Juga:  Riska Dapat Kunjungan Penderita Kanker Hampir Sembuh

Tak hanya bernyanyi, sering pula petugas bersama WBP bergotong royong membersihkan lapas, menanam bunga, berolahraga bersama bahkan ibadah berjamaah. Petugas lapas memang menganggap WBP adalah keluarganya yang harus disayangi, dilindungi dan dibimbing ke jalan yang benar. Begitupun dengan WBP, menganggap petugas sebagai keluarga yang harus dihormati dan dihargai. Kehidupan harmonis yang menjadi kunci tertib dan kondusifnya keamanan di Lapas Telukkuantan.

"Langkah yang dilakukan oleh petugas di Lapas Telukkuantan ini patut diapresiasi. Diharapkan dengan adanya kedekatan antara petugas dan warga binaan dalam melakukan hal yang positif ini dapat membawa perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Serta memudahkan dalam berinteraksi dan bersosialisasi. Sehingga ketika sekembalinya ke masyarakat dapat beradaptasi dengan mudah," ujar Brahmantyo.

Baca Juga:  Bupati Kembali Minta Sukseskan Program SP

Seperti yang disampaikan juga Kepala Lapas Kelas IIB Telukkuantan, Bejo AMd IP SH MH, Rabu (20/7), menyebutkan bahwa kegiatan itu merupakan inisiatif dari petugas untuk menghilangkan rasa lelah setelah melakukan pekerjaan kantor.***

Laporan Mardias Can, Telukkuantan

TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) – Beralihnya sistem kepenjaraan kepada sistem pemasyarakatan membawa perubahan dalam bentuk perlakuan terhadap warga binaan. Perubahan ini tidak hanya menghilangkan kesan menakutkan dan adanya penyiksaan dalam sistem penjara, tetapi juga memberikan perlakuan yang manusiawi terhadap warga binaan.

Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Achmad Brahmantyo Machmud ketika berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Telukkuantan pada Rabu (20/7) menyaksikan langsung kedekatan antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan. Brahmantyo melihat langsung Guntur Sakral selaku petugas mengisi waktu Luang bersama warga binaan bermain gitar dan bernyanyi bersama di ruang aula Lapas Teluk Kuantan.

Mereka sedang menyanyikan lagu Slank dengan judul Ku Tak Bisa ini, menarik perhatian dan membuat Brahmantyo kagum. Ia juga mengapresiasi langkah petugas dan warga binaan dalam mengisi waktu luang dengan hal yang positif.

Baca Juga:  Posko Presisi Mabes Polri, Pantau Pelaksanaan Program Utama Kapolri

Tak hanya bernyanyi, sering pula petugas bersama WBP bergotong royong membersihkan lapas, menanam bunga, berolahraga bersama bahkan ibadah berjamaah. Petugas lapas memang menganggap WBP adalah keluarganya yang harus disayangi, dilindungi dan dibimbing ke jalan yang benar. Begitupun dengan WBP, menganggap petugas sebagai keluarga yang harus dihormati dan dihargai. Kehidupan harmonis yang menjadi kunci tertib dan kondusifnya keamanan di Lapas Telukkuantan.

"Langkah yang dilakukan oleh petugas di Lapas Telukkuantan ini patut diapresiasi. Diharapkan dengan adanya kedekatan antara petugas dan warga binaan dalam melakukan hal yang positif ini dapat membawa perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Serta memudahkan dalam berinteraksi dan bersosialisasi. Sehingga ketika sekembalinya ke masyarakat dapat beradaptasi dengan mudah," ujar Brahmantyo.

Baca Juga:  Urus Adminduk Cukup dengan Gawai

Seperti yang disampaikan juga Kepala Lapas Kelas IIB Telukkuantan, Bejo AMd IP SH MH, Rabu (20/7), menyebutkan bahwa kegiatan itu merupakan inisiatif dari petugas untuk menghilangkan rasa lelah setelah melakukan pekerjaan kantor.***

Laporan Mardias Can, Telukkuantan

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Bermain Gitar hingga Bernyanyi Bersama

TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) – Beralihnya sistem kepenjaraan kepada sistem pemasyarakatan membawa perubahan dalam bentuk perlakuan terhadap warga binaan. Perubahan ini tidak hanya menghilangkan kesan menakutkan dan adanya penyiksaan dalam sistem penjara, tetapi juga memberikan perlakuan yang manusiawi terhadap warga binaan.

Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Achmad Brahmantyo Machmud ketika berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Telukkuantan pada Rabu (20/7) menyaksikan langsung kedekatan antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan. Brahmantyo melihat langsung Guntur Sakral selaku petugas mengisi waktu Luang bersama warga binaan bermain gitar dan bernyanyi bersama di ruang aula Lapas Teluk Kuantan.

Mereka sedang menyanyikan lagu Slank dengan judul Ku Tak Bisa ini, menarik perhatian dan membuat Brahmantyo kagum. Ia juga mengapresiasi langkah petugas dan warga binaan dalam mengisi waktu luang dengan hal yang positif.

Baca Juga:  Ini Isi Orasi Joko Widodo di Acara Visi Indonesia

Tak hanya bernyanyi, sering pula petugas bersama WBP bergotong royong membersihkan lapas, menanam bunga, berolahraga bersama bahkan ibadah berjamaah. Petugas lapas memang menganggap WBP adalah keluarganya yang harus disayangi, dilindungi dan dibimbing ke jalan yang benar. Begitupun dengan WBP, menganggap petugas sebagai keluarga yang harus dihormati dan dihargai. Kehidupan harmonis yang menjadi kunci tertib dan kondusifnya keamanan di Lapas Telukkuantan.

"Langkah yang dilakukan oleh petugas di Lapas Telukkuantan ini patut diapresiasi. Diharapkan dengan adanya kedekatan antara petugas dan warga binaan dalam melakukan hal yang positif ini dapat membawa perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Serta memudahkan dalam berinteraksi dan bersosialisasi. Sehingga ketika sekembalinya ke masyarakat dapat beradaptasi dengan mudah," ujar Brahmantyo.

Baca Juga:  Meski Tidak Ditahan, Kades Pangkalan Indarung Kuansing Tetap Ajukan Banding 

Seperti yang disampaikan juga Kepala Lapas Kelas IIB Telukkuantan, Bejo AMd IP SH MH, Rabu (20/7), menyebutkan bahwa kegiatan itu merupakan inisiatif dari petugas untuk menghilangkan rasa lelah setelah melakukan pekerjaan kantor.***

Laporan Mardias Can, Telukkuantan

TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) – Beralihnya sistem kepenjaraan kepada sistem pemasyarakatan membawa perubahan dalam bentuk perlakuan terhadap warga binaan. Perubahan ini tidak hanya menghilangkan kesan menakutkan dan adanya penyiksaan dalam sistem penjara, tetapi juga memberikan perlakuan yang manusiawi terhadap warga binaan.

Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Achmad Brahmantyo Machmud ketika berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Telukkuantan pada Rabu (20/7) menyaksikan langsung kedekatan antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan. Brahmantyo melihat langsung Guntur Sakral selaku petugas mengisi waktu Luang bersama warga binaan bermain gitar dan bernyanyi bersama di ruang aula Lapas Teluk Kuantan.

Mereka sedang menyanyikan lagu Slank dengan judul Ku Tak Bisa ini, menarik perhatian dan membuat Brahmantyo kagum. Ia juga mengapresiasi langkah petugas dan warga binaan dalam mengisi waktu luang dengan hal yang positif.

Baca Juga:  Urus Adminduk Cukup dengan Gawai

Tak hanya bernyanyi, sering pula petugas bersama WBP bergotong royong membersihkan lapas, menanam bunga, berolahraga bersama bahkan ibadah berjamaah. Petugas lapas memang menganggap WBP adalah keluarganya yang harus disayangi, dilindungi dan dibimbing ke jalan yang benar. Begitupun dengan WBP, menganggap petugas sebagai keluarga yang harus dihormati dan dihargai. Kehidupan harmonis yang menjadi kunci tertib dan kondusifnya keamanan di Lapas Telukkuantan.

"Langkah yang dilakukan oleh petugas di Lapas Telukkuantan ini patut diapresiasi. Diharapkan dengan adanya kedekatan antara petugas dan warga binaan dalam melakukan hal yang positif ini dapat membawa perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Serta memudahkan dalam berinteraksi dan bersosialisasi. Sehingga ketika sekembalinya ke masyarakat dapat beradaptasi dengan mudah," ujar Brahmantyo.

Baca Juga:  Bupati Kembali Minta Sukseskan Program SP

Seperti yang disampaikan juga Kepala Lapas Kelas IIB Telukkuantan, Bejo AMd IP SH MH, Rabu (20/7), menyebutkan bahwa kegiatan itu merupakan inisiatif dari petugas untuk menghilangkan rasa lelah setelah melakukan pekerjaan kantor.***

Laporan Mardias Can, Telukkuantan

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari