Minggu, 12 April 2026
- Advertisement -

Sepatu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Belanja online menjadi primadona saat ini. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, calon pembeli tak perlu repot-repot keluar rumah untuk berbelanja.

Mereka tinggal memanfaatkan smartphone dan fasilitas internet, lalu memilih dan membeli barang yang diinginkan. Usai melakukan pembayaran maka barang akan diantar, tanpa harus bepergian.

Kendati demikian, meski terlihat sangat mudah, jual beli secara online ini juga memiliki kelemahan tersendiri. Salah satunya adalah barang yang dikirim bisa saja salah.

Seperti yang dialami oleh Tomi. Awalnya Tomi bermaksud memesan sepatu olahraga.

Karena tertari, Tomi pun memesan sepatu  melalui aplikasi pengiriman online.

Tetapi, ketika barang pesanannya sampai, yang datang malah sepatu ukuran anak-anak.

Baca Juga:  Negeri di Awan Suligi Hill Masuk Nominasi API 2019

"Alamakk…! Kok ukuran anak-anak?" tanya Tomi bingung sendiri.

Melihat Tomi yang kebingungan, teman-teman satu kosnya pun tertawa.

Padahal, Tomi mau pamer kalau ia beli sepatu baru ke teman-temannya. Tapi niatnya itu gagal. Yang ia dapat malah rugi karena uangnya sudah keluar tapi sepatunya tak bisa ia pakai.(dof)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Belanja online menjadi primadona saat ini. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, calon pembeli tak perlu repot-repot keluar rumah untuk berbelanja.

Mereka tinggal memanfaatkan smartphone dan fasilitas internet, lalu memilih dan membeli barang yang diinginkan. Usai melakukan pembayaran maka barang akan diantar, tanpa harus bepergian.

Kendati demikian, meski terlihat sangat mudah, jual beli secara online ini juga memiliki kelemahan tersendiri. Salah satunya adalah barang yang dikirim bisa saja salah.

Seperti yang dialami oleh Tomi. Awalnya Tomi bermaksud memesan sepatu olahraga.

Karena tertari, Tomi pun memesan sepatu  melalui aplikasi pengiriman online.

- Advertisement -

Tetapi, ketika barang pesanannya sampai, yang datang malah sepatu ukuran anak-anak.

Baca Juga:  Operasi Plastik Rp1 Miliar

"Alamakk…! Kok ukuran anak-anak?" tanya Tomi bingung sendiri.

- Advertisement -

Melihat Tomi yang kebingungan, teman-teman satu kosnya pun tertawa.

Padahal, Tomi mau pamer kalau ia beli sepatu baru ke teman-temannya. Tapi niatnya itu gagal. Yang ia dapat malah rugi karena uangnya sudah keluar tapi sepatunya tak bisa ia pakai.(dof)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Belanja online menjadi primadona saat ini. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, calon pembeli tak perlu repot-repot keluar rumah untuk berbelanja.

Mereka tinggal memanfaatkan smartphone dan fasilitas internet, lalu memilih dan membeli barang yang diinginkan. Usai melakukan pembayaran maka barang akan diantar, tanpa harus bepergian.

Kendati demikian, meski terlihat sangat mudah, jual beli secara online ini juga memiliki kelemahan tersendiri. Salah satunya adalah barang yang dikirim bisa saja salah.

Seperti yang dialami oleh Tomi. Awalnya Tomi bermaksud memesan sepatu olahraga.

Karena tertari, Tomi pun memesan sepatu  melalui aplikasi pengiriman online.

Tetapi, ketika barang pesanannya sampai, yang datang malah sepatu ukuran anak-anak.

Baca Juga:  Usai Vaksinasi Covid-19, Konsumsi 5 Makanan Ini

"Alamakk…! Kok ukuran anak-anak?" tanya Tomi bingung sendiri.

Melihat Tomi yang kebingungan, teman-teman satu kosnya pun tertawa.

Padahal, Tomi mau pamer kalau ia beli sepatu baru ke teman-temannya. Tapi niatnya itu gagal. Yang ia dapat malah rugi karena uangnya sudah keluar tapi sepatunya tak bisa ia pakai.(dof)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari