Sabtu, 29 November 2025
spot_img

Telaga Kering, Api Kembali Berkobar

 

MERANTI (RIAUPOS.CO) – Tidak kurang dua pekan ini, keberadaan titik api tampak belum padam di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Walaupun proses pendinginan terus dilakukan, api yang telah padam kembali menyala di lahan warga seluas lima hektare tersebut. 

Seperti dibeberkan oleh Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal, Selasa (20/8/19), kondisi itu terjadi dampak dari kencangnya intensitas angin.
 
Menurutnya sampai saat ini titik bara dan api belum padam. Persediaan air makin menipis. Petugas dari BPBD Kepulauan Meranti terpaksa menggunakan air laut.

"Kita sudah maksimal melakukan upaya pemadaman, mulai dari pagi, sampai malam hari. Namun suplai air yang kita ambil dari kolam Telaga Bening sudah hampir kering. Untuk itu kita terpaksa menggunakan air laut yang kita ambil melalui Pelabuhan Roro," kata Edy.

Baca Juga:  JKP Tak Gugurkan Pesangon Pekerja Ter-PHK

Edy mengatakan, pemadaman yang memanfaatkan air laut hanya dapat dilakukan sampai siang karena kondisi air sedang naik. Sementara pada sore hari, hal itu tidak dapat dilakukan mengingat kondisi permukaan laut yang surut. 

Dia menjelaskan, jarak antara bibir pantai dengan air laut pada saat surut sangat jauh, sehingga pada siang hari hal itu tidak memungkinkan untuk dilakukan. 

"Persediaan air di lokasi kebakaran susah kering. Kebakaran ini terjadi lagi karena kita kalah dengan air, karena ketika menunggu suplai air tiba, api menyala terus," uajar Edy.

Kalaksa BPBD itu mengatakan, banyak resiko ketika melakukan pemadaman menggunakan air laut, selain menyebabkan tangki mobil pemadam menjadi karat, juga bisa menyebabkan mesin menjadi rusak.

Baca Juga:  Bos Chevron Sampaikan Niat Seabad Kelola Minyak ke Menteri ESDM

"Ini sangat beresiko. Selain tangki karat, mesin juga bisa rusak, ini sangat terpaksa kita lakukan. Nanti setelah selesai, tinggal kami bersihkan dan cuci bagian dalam tangki armada damkar menggunakan air bersih," ungkapnya. (wir)

Editor: Edwir

 

MERANTI (RIAUPOS.CO) – Tidak kurang dua pekan ini, keberadaan titik api tampak belum padam di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Walaupun proses pendinginan terus dilakukan, api yang telah padam kembali menyala di lahan warga seluas lima hektare tersebut. 

Seperti dibeberkan oleh Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal, Selasa (20/8/19), kondisi itu terjadi dampak dari kencangnya intensitas angin.
 
Menurutnya sampai saat ini titik bara dan api belum padam. Persediaan air makin menipis. Petugas dari BPBD Kepulauan Meranti terpaksa menggunakan air laut.

"Kita sudah maksimal melakukan upaya pemadaman, mulai dari pagi, sampai malam hari. Namun suplai air yang kita ambil dari kolam Telaga Bening sudah hampir kering. Untuk itu kita terpaksa menggunakan air laut yang kita ambil melalui Pelabuhan Roro," kata Edy.

- Advertisement -
Baca Juga:  Bos Chevron Sampaikan Niat Seabad Kelola Minyak ke Menteri ESDM

Edy mengatakan, pemadaman yang memanfaatkan air laut hanya dapat dilakukan sampai siang karena kondisi air sedang naik. Sementara pada sore hari, hal itu tidak dapat dilakukan mengingat kondisi permukaan laut yang surut. 

Dia menjelaskan, jarak antara bibir pantai dengan air laut pada saat surut sangat jauh, sehingga pada siang hari hal itu tidak memungkinkan untuk dilakukan. 

- Advertisement -

"Persediaan air di lokasi kebakaran susah kering. Kebakaran ini terjadi lagi karena kita kalah dengan air, karena ketika menunggu suplai air tiba, api menyala terus," uajar Edy.

Kalaksa BPBD itu mengatakan, banyak resiko ketika melakukan pemadaman menggunakan air laut, selain menyebabkan tangki mobil pemadam menjadi karat, juga bisa menyebabkan mesin menjadi rusak.

Baca Juga:  Syukuran dan Santunan Pencapaian WTP

"Ini sangat beresiko. Selain tangki karat, mesin juga bisa rusak, ini sangat terpaksa kita lakukan. Nanti setelah selesai, tinggal kami bersihkan dan cuci bagian dalam tangki armada damkar menggunakan air bersih," ungkapnya. (wir)

Editor: Edwir

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

 

MERANTI (RIAUPOS.CO) – Tidak kurang dua pekan ini, keberadaan titik api tampak belum padam di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Walaupun proses pendinginan terus dilakukan, api yang telah padam kembali menyala di lahan warga seluas lima hektare tersebut. 

Seperti dibeberkan oleh Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal, Selasa (20/8/19), kondisi itu terjadi dampak dari kencangnya intensitas angin.
 
Menurutnya sampai saat ini titik bara dan api belum padam. Persediaan air makin menipis. Petugas dari BPBD Kepulauan Meranti terpaksa menggunakan air laut.

"Kita sudah maksimal melakukan upaya pemadaman, mulai dari pagi, sampai malam hari. Namun suplai air yang kita ambil dari kolam Telaga Bening sudah hampir kering. Untuk itu kita terpaksa menggunakan air laut yang kita ambil melalui Pelabuhan Roro," kata Edy.

Baca Juga:  Orang Dalam KPK Sebut Bulan Lalu Harun Masiku Ada di Indonesia

Edy mengatakan, pemadaman yang memanfaatkan air laut hanya dapat dilakukan sampai siang karena kondisi air sedang naik. Sementara pada sore hari, hal itu tidak dapat dilakukan mengingat kondisi permukaan laut yang surut. 

Dia menjelaskan, jarak antara bibir pantai dengan air laut pada saat surut sangat jauh, sehingga pada siang hari hal itu tidak memungkinkan untuk dilakukan. 

"Persediaan air di lokasi kebakaran susah kering. Kebakaran ini terjadi lagi karena kita kalah dengan air, karena ketika menunggu suplai air tiba, api menyala terus," uajar Edy.

Kalaksa BPBD itu mengatakan, banyak resiko ketika melakukan pemadaman menggunakan air laut, selain menyebabkan tangki mobil pemadam menjadi karat, juga bisa menyebabkan mesin menjadi rusak.

Baca Juga:  Ayah Kiper Liverpool Meninggal Setelah Tenggelam di Danau

"Ini sangat beresiko. Selain tangki karat, mesin juga bisa rusak, ini sangat terpaksa kita lakukan. Nanti setelah selesai, tinggal kami bersihkan dan cuci bagian dalam tangki armada damkar menggunakan air bersih," ungkapnya. (wir)

Editor: Edwir

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari