Rabu, 4 Februari 2026
- Advertisement -

Pelantikan Presiden AS Membuat Cemas

Pendukung Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden-Kamala Harris tampaknya harus menahan diri. Mereka tidak bisa menyambut pelatikan presiden pilihannya dengan pesta-pesta. Selain karena masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih melanda negeri adidaya itu dan dunia, soal keamanan juga menjadi alasan.

Ya, beberapa hari jelang pelantikan situasi kota-kota besar di AS tidak terlalu kondusip. Bahkan pihak keamanan memberlakukan penjagaan ketat di beberapa tempat. Keamanan telah mendeteksi adanya kemungkinan pihak-pihak yang ingin mengganggu pelatikan Biden-Kamala yang jatuh 20 Januari 2012 ini.

Beberapa hari lalu pihak keamanan AS sempat menangkap seorang pria. Ia adalah Wesley Allen Beeler. Ia ditangkap di pos pengamanan venue pelantikan karena kedapatan membawa pistol 9 mm yang sudah terisi dan lebih dari 500 amunisi. Beeler juga dilaporkan mencoba masuk menggunakan dokumen palsu. Dia masuk ke area terlarang yang akan dipakai untuk pengambilan sumpah Joe Biden-Kamala Harris.

Polisi lantas memeriksa kendaraan Ford F-150 miliknya. Beeler dicurigai karena ada stiker bertulisan Assault Life dengan gambar senjata di truk miliknya. Dia mengaku sebagai penjaga keamanan yang bekerja untuk perusahaan swasta. Beeler berdalih tersesat saat akan berangkat kerja yang lokasinya dekat dengan Gedung Capitol. Setelah proses dengar pendapat, hakim memutuskan Beeler bebas sembari proses hukum berjalan. Tapi, dia dilarang masuk ke Washington DC untuk sementara waktu.

Petugas keamanan memang sedang waspada tingkat tinggi. Pengamanan besar-besaran dilakukan di 50 negara bagian. Washington yang menjadi lokasi pelantikan Biden jadi titik utama. Ibu kota AS tersebut sudah seperti zona perang karena ribuan personel Garda Nasional diterjunkan. Jalan-jalan utama menuju Gedung Capitol sudah diblokade.

Pengamanan ekstra itu diterapkan setelah FBI memperingatkan potensi rusuh dari kelompok pendukung Presiden AS Donald Trump di penjuru negeri. Para pakar keamanan memprediksi wilayah paling berisiko adalah negara bagian yang menjadi swing state. Trump mengklaim terjadinya kecurangan di beberapa swing state yang dimenangkan Biden.

Karena alasan itu, California, Michigan, Pennsylvania, Kentucky, dan Florida mengaktifkan Garda Nasionalnya. Texas dan Michigan menutup gedung parlemennya hingga pasca pelantikan nanti. Rapat parlemen ikut ditunda.

Pihak keamanan memang tidak boleh kecolongan lagi setelah insiden di Gedung Capitol 6 Januari lalu. Serangan yang dilakukan simpatisan Trump mengakibatkan setidaknya lima orang tewas.

FBI saat ini tengah menyelidiki keterlibatan pihak asing dalam kejadian itu. Salah satunya adalah transfer bitcoin senilai 522 ribu dolar AS atau setara Rp7,3 miliar dari programer asal Prancis. Aliran dana tersebut ditujukan kepada 22 orang yang semuanya adalah aktivis sayap kanan. Si pengirim dana dikabarkan telah tewas bunuh diri. Semoga pelantikan Joe Biden-Kamala Harris bisa berjalan lancar.***

 

Pendukung Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden-Kamala Harris tampaknya harus menahan diri. Mereka tidak bisa menyambut pelatikan presiden pilihannya dengan pesta-pesta. Selain karena masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih melanda negeri adidaya itu dan dunia, soal keamanan juga menjadi alasan.

Ya, beberapa hari jelang pelantikan situasi kota-kota besar di AS tidak terlalu kondusip. Bahkan pihak keamanan memberlakukan penjagaan ketat di beberapa tempat. Keamanan telah mendeteksi adanya kemungkinan pihak-pihak yang ingin mengganggu pelatikan Biden-Kamala yang jatuh 20 Januari 2012 ini.

Beberapa hari lalu pihak keamanan AS sempat menangkap seorang pria. Ia adalah Wesley Allen Beeler. Ia ditangkap di pos pengamanan venue pelantikan karena kedapatan membawa pistol 9 mm yang sudah terisi dan lebih dari 500 amunisi. Beeler juga dilaporkan mencoba masuk menggunakan dokumen palsu. Dia masuk ke area terlarang yang akan dipakai untuk pengambilan sumpah Joe Biden-Kamala Harris.

Polisi lantas memeriksa kendaraan Ford F-150 miliknya. Beeler dicurigai karena ada stiker bertulisan Assault Life dengan gambar senjata di truk miliknya. Dia mengaku sebagai penjaga keamanan yang bekerja untuk perusahaan swasta. Beeler berdalih tersesat saat akan berangkat kerja yang lokasinya dekat dengan Gedung Capitol. Setelah proses dengar pendapat, hakim memutuskan Beeler bebas sembari proses hukum berjalan. Tapi, dia dilarang masuk ke Washington DC untuk sementara waktu.

Petugas keamanan memang sedang waspada tingkat tinggi. Pengamanan besar-besaran dilakukan di 50 negara bagian. Washington yang menjadi lokasi pelantikan Biden jadi titik utama. Ibu kota AS tersebut sudah seperti zona perang karena ribuan personel Garda Nasional diterjunkan. Jalan-jalan utama menuju Gedung Capitol sudah diblokade.

- Advertisement -

Pengamanan ekstra itu diterapkan setelah FBI memperingatkan potensi rusuh dari kelompok pendukung Presiden AS Donald Trump di penjuru negeri. Para pakar keamanan memprediksi wilayah paling berisiko adalah negara bagian yang menjadi swing state. Trump mengklaim terjadinya kecurangan di beberapa swing state yang dimenangkan Biden.

Karena alasan itu, California, Michigan, Pennsylvania, Kentucky, dan Florida mengaktifkan Garda Nasionalnya. Texas dan Michigan menutup gedung parlemennya hingga pasca pelantikan nanti. Rapat parlemen ikut ditunda.

- Advertisement -

Pihak keamanan memang tidak boleh kecolongan lagi setelah insiden di Gedung Capitol 6 Januari lalu. Serangan yang dilakukan simpatisan Trump mengakibatkan setidaknya lima orang tewas.

FBI saat ini tengah menyelidiki keterlibatan pihak asing dalam kejadian itu. Salah satunya adalah transfer bitcoin senilai 522 ribu dolar AS atau setara Rp7,3 miliar dari programer asal Prancis. Aliran dana tersebut ditujukan kepada 22 orang yang semuanya adalah aktivis sayap kanan. Si pengirim dana dikabarkan telah tewas bunuh diri. Semoga pelantikan Joe Biden-Kamala Harris bisa berjalan lancar.***

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Pendukung Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden-Kamala Harris tampaknya harus menahan diri. Mereka tidak bisa menyambut pelatikan presiden pilihannya dengan pesta-pesta. Selain karena masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih melanda negeri adidaya itu dan dunia, soal keamanan juga menjadi alasan.

Ya, beberapa hari jelang pelantikan situasi kota-kota besar di AS tidak terlalu kondusip. Bahkan pihak keamanan memberlakukan penjagaan ketat di beberapa tempat. Keamanan telah mendeteksi adanya kemungkinan pihak-pihak yang ingin mengganggu pelatikan Biden-Kamala yang jatuh 20 Januari 2012 ini.

Beberapa hari lalu pihak keamanan AS sempat menangkap seorang pria. Ia adalah Wesley Allen Beeler. Ia ditangkap di pos pengamanan venue pelantikan karena kedapatan membawa pistol 9 mm yang sudah terisi dan lebih dari 500 amunisi. Beeler juga dilaporkan mencoba masuk menggunakan dokumen palsu. Dia masuk ke area terlarang yang akan dipakai untuk pengambilan sumpah Joe Biden-Kamala Harris.

Polisi lantas memeriksa kendaraan Ford F-150 miliknya. Beeler dicurigai karena ada stiker bertulisan Assault Life dengan gambar senjata di truk miliknya. Dia mengaku sebagai penjaga keamanan yang bekerja untuk perusahaan swasta. Beeler berdalih tersesat saat akan berangkat kerja yang lokasinya dekat dengan Gedung Capitol. Setelah proses dengar pendapat, hakim memutuskan Beeler bebas sembari proses hukum berjalan. Tapi, dia dilarang masuk ke Washington DC untuk sementara waktu.

Petugas keamanan memang sedang waspada tingkat tinggi. Pengamanan besar-besaran dilakukan di 50 negara bagian. Washington yang menjadi lokasi pelantikan Biden jadi titik utama. Ibu kota AS tersebut sudah seperti zona perang karena ribuan personel Garda Nasional diterjunkan. Jalan-jalan utama menuju Gedung Capitol sudah diblokade.

Pengamanan ekstra itu diterapkan setelah FBI memperingatkan potensi rusuh dari kelompok pendukung Presiden AS Donald Trump di penjuru negeri. Para pakar keamanan memprediksi wilayah paling berisiko adalah negara bagian yang menjadi swing state. Trump mengklaim terjadinya kecurangan di beberapa swing state yang dimenangkan Biden.

Karena alasan itu, California, Michigan, Pennsylvania, Kentucky, dan Florida mengaktifkan Garda Nasionalnya. Texas dan Michigan menutup gedung parlemennya hingga pasca pelantikan nanti. Rapat parlemen ikut ditunda.

Pihak keamanan memang tidak boleh kecolongan lagi setelah insiden di Gedung Capitol 6 Januari lalu. Serangan yang dilakukan simpatisan Trump mengakibatkan setidaknya lima orang tewas.

FBI saat ini tengah menyelidiki keterlibatan pihak asing dalam kejadian itu. Salah satunya adalah transfer bitcoin senilai 522 ribu dolar AS atau setara Rp7,3 miliar dari programer asal Prancis. Aliran dana tersebut ditujukan kepada 22 orang yang semuanya adalah aktivis sayap kanan. Si pengirim dana dikabarkan telah tewas bunuh diri. Semoga pelantikan Joe Biden-Kamala Harris bisa berjalan lancar.***

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari