Kamis, 6 Agustus 2026
- Advertisement -

Pijat Tradisional Thailand Jadi Warisan Dunia

BANGKOK (RIAUPOS.CO) — Krairath Chantrasri tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Pengajar nuad Thai itu merasa bangga karena pijat tradisional Thailand tersebut diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

Chantrasri mengajar nuad Thai di Kuil Wat Pho. Sekolah yang dibuka sejak 1962 itu sudah menghasilkan lebih dari 200 ribu terapis yang mengaplikasikan ilmunya di 145 negara.

"Pengakuan ini membantu mempromosikan nuad Thai secara lokal dan internasional," ujarnya saat diwawancarai Agence France-Presse.

Nuad Thai beda dengan pijat konvensional biasa. Terapis tidak menggunakan minyak. Mereka juga tidak hanya memakai tangannya, tapi juga lengan dan lututnya untuk menekan titik yang dipijat. Nuad Thai juga melibatkan banyak gerakan. Pasien yang dipijat biasanya harus menekuk tubuhnya ke posisi tertentu, tidak hanya berbaring atau telentang seperti pijat biasa.

Baca Juga:  Xiaomi Kembangkan Smartphone dengan Kamera 50X Digital Zoom

Berdasar paparan UNESCO, praktik itu memiliki akar berupa perawatan diri yang dilakukan oleh masyarakat petani Thailand di masa lampau. Dulu setiap desa punya pemijat yang akan dituju penduduk jika mereka mengalami sakit otot setelah bekerja di ladang.

Total, ada 550 warisan budaya dari 127 negara yang dibagi dalam tiga kategori. Setiap tahun ada daftar baru yang ditambahkan. Tahun ini permainan kecapi Irlandia, pemberian ampunan celestinian di Italia, Carnival of Podence di Portugal, silat di Malaysia, dan pencak silat asal Indonesia juga masuk daftar itu. UNESCO menegaskan, butuh upaya aktif untuk menjaga dan melindungi daftar warisan budaya tersebut.(sha/c11/dos/jpg)

BANGKOK (RIAUPOS.CO) — Krairath Chantrasri tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Pengajar nuad Thai itu merasa bangga karena pijat tradisional Thailand tersebut diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

Chantrasri mengajar nuad Thai di Kuil Wat Pho. Sekolah yang dibuka sejak 1962 itu sudah menghasilkan lebih dari 200 ribu terapis yang mengaplikasikan ilmunya di 145 negara.

"Pengakuan ini membantu mempromosikan nuad Thai secara lokal dan internasional," ujarnya saat diwawancarai Agence France-Presse.

Nuad Thai beda dengan pijat konvensional biasa. Terapis tidak menggunakan minyak. Mereka juga tidak hanya memakai tangannya, tapi juga lengan dan lututnya untuk menekan titik yang dipijat. Nuad Thai juga melibatkan banyak gerakan. Pasien yang dipijat biasanya harus menekuk tubuhnya ke posisi tertentu, tidak hanya berbaring atau telentang seperti pijat biasa.

Baca Juga:  Waspada Calo Tiket dan Gangguan Natal Tahun Baru

Berdasar paparan UNESCO, praktik itu memiliki akar berupa perawatan diri yang dilakukan oleh masyarakat petani Thailand di masa lampau. Dulu setiap desa punya pemijat yang akan dituju penduduk jika mereka mengalami sakit otot setelah bekerja di ladang.

- Advertisement -

Total, ada 550 warisan budaya dari 127 negara yang dibagi dalam tiga kategori. Setiap tahun ada daftar baru yang ditambahkan. Tahun ini permainan kecapi Irlandia, pemberian ampunan celestinian di Italia, Carnival of Podence di Portugal, silat di Malaysia, dan pencak silat asal Indonesia juga masuk daftar itu. UNESCO menegaskan, butuh upaya aktif untuk menjaga dan melindungi daftar warisan budaya tersebut.(sha/c11/dos/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKOK (RIAUPOS.CO) — Krairath Chantrasri tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Pengajar nuad Thai itu merasa bangga karena pijat tradisional Thailand tersebut diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

Chantrasri mengajar nuad Thai di Kuil Wat Pho. Sekolah yang dibuka sejak 1962 itu sudah menghasilkan lebih dari 200 ribu terapis yang mengaplikasikan ilmunya di 145 negara.

"Pengakuan ini membantu mempromosikan nuad Thai secara lokal dan internasional," ujarnya saat diwawancarai Agence France-Presse.

Nuad Thai beda dengan pijat konvensional biasa. Terapis tidak menggunakan minyak. Mereka juga tidak hanya memakai tangannya, tapi juga lengan dan lututnya untuk menekan titik yang dipijat. Nuad Thai juga melibatkan banyak gerakan. Pasien yang dipijat biasanya harus menekuk tubuhnya ke posisi tertentu, tidak hanya berbaring atau telentang seperti pijat biasa.

Baca Juga:  Ayah Kiper Liverpool Meninggal Setelah Tenggelam di Danau

Berdasar paparan UNESCO, praktik itu memiliki akar berupa perawatan diri yang dilakukan oleh masyarakat petani Thailand di masa lampau. Dulu setiap desa punya pemijat yang akan dituju penduduk jika mereka mengalami sakit otot setelah bekerja di ladang.

Total, ada 550 warisan budaya dari 127 negara yang dibagi dalam tiga kategori. Setiap tahun ada daftar baru yang ditambahkan. Tahun ini permainan kecapi Irlandia, pemberian ampunan celestinian di Italia, Carnival of Podence di Portugal, silat di Malaysia, dan pencak silat asal Indonesia juga masuk daftar itu. UNESCO menegaskan, butuh upaya aktif untuk menjaga dan melindungi daftar warisan budaya tersebut.(sha/c11/dos/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari