Minggu, 30 November 2025
spot_img

KLHK Masih Tindaklanjuti Tumpahan CPO

(RIAUPOS.CO) — DINAS KLHK Dumai masih akan menindaklanjuti informasi dugaan tumpahan CPO yang menarik perhatian, beberapa waktu ini. Sementara itu PT Ivo Mas Tunggal mengklaim pembersihan Crude Palm Oil (CPO) yang tumpah di drainase PT Pelindo I Dumai sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Kondisi ini tidak sesuai dengan hasil pantauan Riau Pos di lapangan. Pasalnya, di lapangan masih ditemukan adanya timbunan pasir untuk menutup CPO yang berada di parit.

Kadis KLHK Dumai Satria Wibowo mengatakan pihaknya sudah menegur terkait dengan cara ini pihak perusahaan yang menimbun dengan pasir.

Head of Corporate Communications Sinar Mas Agribusiness and Food Wulan Suling  mengatakan PT Ivo Mas Tunggal merupakan anak usaha dari Sinar Mas Agribusiness and Food yang bergerak di bidang pengolahan CPO. “Tumpahan minyak tersebut disebabkan adanya kebocoran pada steam coil. Hal itu yang menyebakan CPO perusahaan mengalir ke area parit PT Pelindo I Dumai pada Ahad (13/10) lalu,” jelasnya kepada Riau Pos, Selasa (15/10).

Baca Juga:  OTT Komisioner KPU, KPK Benarkan Amankan Seorang Politikus

Pernyataan pihak perusahaan  tampak berbeda dengan kondisi yang berada di lapangan, pasalnya pada saat kejadian terlihat petugas dari perusahaan menimbun pasir di dalam parit yang dipenuhi CPO. “ Kami tidak menimbun luapan CPO Pak. Hanya membendung agar CPO tidak mengalir ke area yang lebih luas,” kilahnya.

Ia mengatakan pihaknya telah melaporkan serta berkoordinasi dengan pihak PT Pelindo I, pemerintah setempat serta

Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan hal ini. “Saat ini perusahaan sedang melakukan investigasi penyebab kebocoran yang terjadi, agar dapat mencegah hal serupa terjadi kembali,” jelasnya.

Tumpah CPO di area Pelindo memang bukan pertama kali terjadi. Kejadian yang sama telah berulang kali terjadi dengan berbeda perusahaan.

Baca Juga:  Dana Abadi Pendidikan Tak Kena Pajak

Kadis KLHK Dumai Satria Wibowo mengatakan pihaknya sudah menegur terkait dengan cara ini pihak perusahaan yang menimbun dengan pasir. “Sudah dibersihkan pasirnya, ada sekitar dua ton yang tumpah, kami masih tindak lanjuti kasus ini,” tutupnya.(ade)

Laporan HASANAL BULKIAH, Dumai

 

 

(RIAUPOS.CO) — DINAS KLHK Dumai masih akan menindaklanjuti informasi dugaan tumpahan CPO yang menarik perhatian, beberapa waktu ini. Sementara itu PT Ivo Mas Tunggal mengklaim pembersihan Crude Palm Oil (CPO) yang tumpah di drainase PT Pelindo I Dumai sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Kondisi ini tidak sesuai dengan hasil pantauan Riau Pos di lapangan. Pasalnya, di lapangan masih ditemukan adanya timbunan pasir untuk menutup CPO yang berada di parit.

Kadis KLHK Dumai Satria Wibowo mengatakan pihaknya sudah menegur terkait dengan cara ini pihak perusahaan yang menimbun dengan pasir.

Head of Corporate Communications Sinar Mas Agribusiness and Food Wulan Suling  mengatakan PT Ivo Mas Tunggal merupakan anak usaha dari Sinar Mas Agribusiness and Food yang bergerak di bidang pengolahan CPO. “Tumpahan minyak tersebut disebabkan adanya kebocoran pada steam coil. Hal itu yang menyebakan CPO perusahaan mengalir ke area parit PT Pelindo I Dumai pada Ahad (13/10) lalu,” jelasnya kepada Riau Pos, Selasa (15/10).

Baca Juga:  Pemerintah Harus Terbuka Jika Ditemukan Klaster Covid-19 di Pilkada

Pernyataan pihak perusahaan  tampak berbeda dengan kondisi yang berada di lapangan, pasalnya pada saat kejadian terlihat petugas dari perusahaan menimbun pasir di dalam parit yang dipenuhi CPO. “ Kami tidak menimbun luapan CPO Pak. Hanya membendung agar CPO tidak mengalir ke area yang lebih luas,” kilahnya.

- Advertisement -

Ia mengatakan pihaknya telah melaporkan serta berkoordinasi dengan pihak PT Pelindo I, pemerintah setempat serta

Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan hal ini. “Saat ini perusahaan sedang melakukan investigasi penyebab kebocoran yang terjadi, agar dapat mencegah hal serupa terjadi kembali,” jelasnya.

- Advertisement -

Tumpah CPO di area Pelindo memang bukan pertama kali terjadi. Kejadian yang sama telah berulang kali terjadi dengan berbeda perusahaan.

Baca Juga:  Pengamat: Sebaiknya Pak Jokowi Keluarkan Perppu Pembatalan UU KPK ketimbang Dipaksa Turun Takhta

Kadis KLHK Dumai Satria Wibowo mengatakan pihaknya sudah menegur terkait dengan cara ini pihak perusahaan yang menimbun dengan pasir. “Sudah dibersihkan pasirnya, ada sekitar dua ton yang tumpah, kami masih tindak lanjuti kasus ini,” tutupnya.(ade)

Laporan HASANAL BULKIAH, Dumai

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) — DINAS KLHK Dumai masih akan menindaklanjuti informasi dugaan tumpahan CPO yang menarik perhatian, beberapa waktu ini. Sementara itu PT Ivo Mas Tunggal mengklaim pembersihan Crude Palm Oil (CPO) yang tumpah di drainase PT Pelindo I Dumai sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Kondisi ini tidak sesuai dengan hasil pantauan Riau Pos di lapangan. Pasalnya, di lapangan masih ditemukan adanya timbunan pasir untuk menutup CPO yang berada di parit.

Kadis KLHK Dumai Satria Wibowo mengatakan pihaknya sudah menegur terkait dengan cara ini pihak perusahaan yang menimbun dengan pasir.

Head of Corporate Communications Sinar Mas Agribusiness and Food Wulan Suling  mengatakan PT Ivo Mas Tunggal merupakan anak usaha dari Sinar Mas Agribusiness and Food yang bergerak di bidang pengolahan CPO. “Tumpahan minyak tersebut disebabkan adanya kebocoran pada steam coil. Hal itu yang menyebakan CPO perusahaan mengalir ke area parit PT Pelindo I Dumai pada Ahad (13/10) lalu,” jelasnya kepada Riau Pos, Selasa (15/10).

Baca Juga:  Dana Abadi Pendidikan Tak Kena Pajak

Pernyataan pihak perusahaan  tampak berbeda dengan kondisi yang berada di lapangan, pasalnya pada saat kejadian terlihat petugas dari perusahaan menimbun pasir di dalam parit yang dipenuhi CPO. “ Kami tidak menimbun luapan CPO Pak. Hanya membendung agar CPO tidak mengalir ke area yang lebih luas,” kilahnya.

Ia mengatakan pihaknya telah melaporkan serta berkoordinasi dengan pihak PT Pelindo I, pemerintah setempat serta

Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan hal ini. “Saat ini perusahaan sedang melakukan investigasi penyebab kebocoran yang terjadi, agar dapat mencegah hal serupa terjadi kembali,” jelasnya.

Tumpah CPO di area Pelindo memang bukan pertama kali terjadi. Kejadian yang sama telah berulang kali terjadi dengan berbeda perusahaan.

Baca Juga:  Maliki Optimis Didukung Nasdem untuk Pilkada Rohil

Kadis KLHK Dumai Satria Wibowo mengatakan pihaknya sudah menegur terkait dengan cara ini pihak perusahaan yang menimbun dengan pasir. “Sudah dibersihkan pasirnya, ada sekitar dua ton yang tumpah, kami masih tindak lanjuti kasus ini,” tutupnya.(ade)

Laporan HASANAL BULKIAH, Dumai

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari