SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pencairan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti banyak ditemukan ketidakcocokan nomor induk kependudukan (NIK) KTP dengan Kartu Keluarga (KK). Hal ini pun menimbulkan kekecewaan bagi para penerima yang kebanyakan lansia.
Puluhan orang penerima BLT dari Kemensos itu terpaksa bolak-balik untuk mengurus surat keterangan beda NIK dari kelurahan, desa, kecamatan, Disdukcapil dan ke kantor pos daerah setempat. Namun tetap tak ada solusi.
Salah seorang dari mereka adalah Nurhayati usia 50 warga jalan Pramuka. Ia mengaku dari pagi ngantri di Kantor Pos menunggu namanya dipanggil. Namun setelah dipanggil ia tetap tak bisa menerima bantuan tersebut karena nomor nik di KTP dan SK dari kemensos yang berbeda.
Ia mengaku Sudah ke kantor Disdukcapil, camat dan desa. Namun tetap tidak bisa diakomodir. Tidak hanya dia, ada juga Ahmad Yusuf usia 72 tahun warga Jl. Rintis.
“Saya ini janda tidak punya anak. Sudah dilempar kemana-mana; ke kantor desa, lurah, camat dan capil, tapi tak juga bisa. Jelas kalau begini saya sangat kecewa. Malah pensiunan PNS terima tadi. Kalau perlu saya tunjuk rumahnya,” ujarnya.
Dari keterangan bagian pelayanan Kantor Pos, warga yang menerima kondisi yang sama ada puluhan orang. Namun ketika ditanya jumlah pasti, ia mengaku tidak punya data.
Selain itu pihak kantor pos setempat mengaku jika mereka bisa saja mencairkan BLT terkait walupun nomor NIK penerima berbeda. Namun penerima harus mengantongi surat keterangan dari Disdukcapil.
Tapi sayangnya pihak Disdukcapil Meranti diakui enggan mengeluarkan surat keterangan tersebut. Hingga berita diturunkan belum ada pihak terkait yang berkenan dikonfirmasi.
Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor: Eka G Putra

