Senin, 1 Desember 2025
spot_img

Tersangka Disebut Rencanakan Bom Bunuh Diri

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama tim gabungan Polda Riau dan Polres Kampar mengamankan lima orang terduga teroris, Selasa (11/8) lalu. Kelimanya diamankan di wilayah Desa Suka Mulya, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar. Mereka yang diamankan adalah SU, TJ, SY, LR dan TW yang merupakan warga Kampar.

Polisi menduga, kelimanya merupakan jaringan teror Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Kelompok ini melakukan teror atas dasar dan anggaran bahwa sistem negara demokrasi di Indonesia saat ini adalah kafir. Sehingga pada saat Pilpres 2019 lalu, mereka melakukan aksi perusakan baliho dan bendera salah satu parpol di wilayah Kampar.

"Penangkapan kelima terduga teroris ini karena keterlibatannya dalam menyembunyikan dan memberikan fasilitas terhadap seorang DPO yang terkait tindak pidana terorisme yaitu NW. NW telah lebih dulu ditangkap Tim Densus 88 di rumah kontrakannya di Perawang pada pada Sabtu (1/8) lalu," rilis Iptu Deni Yusra, Kasubbag Humas Polres Kampar seperti diterima wartawan pada Rabu (12/8) malam.

Baca Juga:  Jeremy Teti Setuju Gaji Pejabat Dipotong Tanggulangi Corona

NW sebelumnya terlibat kasus tindak pidana terorisme. Yang bersangkutan terkait pembuatan bahan peledak dan perencanaan amaliyah untuk meledakkan bom bunuh diri di gereja-gereja yang ada di Pekanbaru. NW merencanakan itu bersama dengan empat rekannya, AZ, ZZ, AM dan KH yang telah diamankan pada Juni 2020 lalu.

NW sendiri mengakui melakukan amaliyah dengan cara meletakkan bom di gerobak cilok yang biasa digunakannya untuk berjualan. Kemudian, dirinya berencana meledakkan bom bunuh diri di Markas Polres Kampar. Namun para tersangka lebih dulu diciduk Tim Densus 88 sebelum menjalankan aksinya.(end)

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama tim gabungan Polda Riau dan Polres Kampar mengamankan lima orang terduga teroris, Selasa (11/8) lalu. Kelimanya diamankan di wilayah Desa Suka Mulya, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar. Mereka yang diamankan adalah SU, TJ, SY, LR dan TW yang merupakan warga Kampar.

Polisi menduga, kelimanya merupakan jaringan teror Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Kelompok ini melakukan teror atas dasar dan anggaran bahwa sistem negara demokrasi di Indonesia saat ini adalah kafir. Sehingga pada saat Pilpres 2019 lalu, mereka melakukan aksi perusakan baliho dan bendera salah satu parpol di wilayah Kampar.

"Penangkapan kelima terduga teroris ini karena keterlibatannya dalam menyembunyikan dan memberikan fasilitas terhadap seorang DPO yang terkait tindak pidana terorisme yaitu NW. NW telah lebih dulu ditangkap Tim Densus 88 di rumah kontrakannya di Perawang pada pada Sabtu (1/8) lalu," rilis Iptu Deni Yusra, Kasubbag Humas Polres Kampar seperti diterima wartawan pada Rabu (12/8) malam.

Baca Juga:  Komnas HAM Dalami Barang Bukti Milik Polda Metro Jaya 

NW sebelumnya terlibat kasus tindak pidana terorisme. Yang bersangkutan terkait pembuatan bahan peledak dan perencanaan amaliyah untuk meledakkan bom bunuh diri di gereja-gereja yang ada di Pekanbaru. NW merencanakan itu bersama dengan empat rekannya, AZ, ZZ, AM dan KH yang telah diamankan pada Juni 2020 lalu.

NW sendiri mengakui melakukan amaliyah dengan cara meletakkan bom di gerobak cilok yang biasa digunakannya untuk berjualan. Kemudian, dirinya berencana meledakkan bom bunuh diri di Markas Polres Kampar. Namun para tersangka lebih dulu diciduk Tim Densus 88 sebelum menjalankan aksinya.(end)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama tim gabungan Polda Riau dan Polres Kampar mengamankan lima orang terduga teroris, Selasa (11/8) lalu. Kelimanya diamankan di wilayah Desa Suka Mulya, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar. Mereka yang diamankan adalah SU, TJ, SY, LR dan TW yang merupakan warga Kampar.

Polisi menduga, kelimanya merupakan jaringan teror Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Kelompok ini melakukan teror atas dasar dan anggaran bahwa sistem negara demokrasi di Indonesia saat ini adalah kafir. Sehingga pada saat Pilpres 2019 lalu, mereka melakukan aksi perusakan baliho dan bendera salah satu parpol di wilayah Kampar.

"Penangkapan kelima terduga teroris ini karena keterlibatannya dalam menyembunyikan dan memberikan fasilitas terhadap seorang DPO yang terkait tindak pidana terorisme yaitu NW. NW telah lebih dulu ditangkap Tim Densus 88 di rumah kontrakannya di Perawang pada pada Sabtu (1/8) lalu," rilis Iptu Deni Yusra, Kasubbag Humas Polres Kampar seperti diterima wartawan pada Rabu (12/8) malam.

Baca Juga:  Ambisi Jadi yang Pertama Gelar 5G

NW sebelumnya terlibat kasus tindak pidana terorisme. Yang bersangkutan terkait pembuatan bahan peledak dan perencanaan amaliyah untuk meledakkan bom bunuh diri di gereja-gereja yang ada di Pekanbaru. NW merencanakan itu bersama dengan empat rekannya, AZ, ZZ, AM dan KH yang telah diamankan pada Juni 2020 lalu.

NW sendiri mengakui melakukan amaliyah dengan cara meletakkan bom di gerobak cilok yang biasa digunakannya untuk berjualan. Kemudian, dirinya berencana meledakkan bom bunuh diri di Markas Polres Kampar. Namun para tersangka lebih dulu diciduk Tim Densus 88 sebelum menjalankan aksinya.(end)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari