Senin, 7 April 2025
spot_img

Polisi Masih Selidiki Penembakan Mobil Rombongan Kapolres Maybrat

MANOKWARI (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat tidak terpancing dengan insiden penembakan terhadap kendaraan yang ditumpangi rombongan Kapolres Maybrat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, di Manokwari, Rabu (12/5/2021), mengatakan, institusinya tidak terpancing, karena pelaku dalam insiden itu masih dikategorikan sebagai orang tak dikenal (OTK).

Kapolda juga belum memastikan bahwa penembak misterius itu adalah bagian dari teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di wilayah Kabupaten Maybrat.

"Proyektil belum ditemukan, sehingga kami masih kategorikan pelakunya sebagai OTK," kata Kapolda pula.

Kapolda juga belum memberikan perintah khusus untuk dilakukannya penyisiran sekitar lokasi penembakan, namun penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap motif dan pelaku.

"Penyisiran belum kami lakukan, karena di Maybrat sudah kami tempatkan personel Brimob untuk perkuat anggota polres setempat," kata Kapolda.

Baca Juga:  6.000 Rudal dan Dana Rp474 M Akan Dikirim Inggris untuk Bantu Ukraina

Meski demikian, Kapolda tak menampik bahwa telah terjadi insiden penembakan terhadap kendaraan rombongan Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka sepulang pembagian sembako kepada masyarakat di daerah itu.

Ia menyebut rombongan itu terdiri dari anggota Polres Maybrat dan anggota Brimob yang bertugas di wilayah tersebut.

"Dalam perjalanan kembali, ada terjadi tiga kali tembakan yang mengarah kepada rombongan. Tapi itu bisa diatasi, sehingga tidak ada korban jiwa, semua anggota kami selamat," katanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, meminta Kapolda Papua Barat dan jajarannya segera melakukan langkah penegakan hukum dalam peristiwa dugaan penembakan itu.

Dia juga menyarankan agar penyelidikan itu melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk menyelidiki bekas tembakan pada kaca spion maupun body mobil tersebut hingga menemukan proyektil peluru yang digunakan.

Baca Juga:  Inspektur Wilayah di BPN jadi Tersangka di KPK

"Semua ini penting untuk mengungkap lebih jauh motif dan jenis senjata yang digunakan hingga menemukan ciri-ciri pelakunya," kata Warinussy.

Dia mengutarakan, kabar penembakan itu cukup mengherankan, karena selama ini informasi mengenai dugaan penembakan terhadap kendaraan aparat TNI/Polri hanya terjadi di kawasan Pegunungan Tengah (Provinsi Papua) saja.

"Kiranya masyarakat sipil di Distrik Aifat Timur senantiasa diberi perlindungan hukum oleh negara," ujarnya.

Sumber: CePos/Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun

MANOKWARI (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat tidak terpancing dengan insiden penembakan terhadap kendaraan yang ditumpangi rombongan Kapolres Maybrat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, di Manokwari, Rabu (12/5/2021), mengatakan, institusinya tidak terpancing, karena pelaku dalam insiden itu masih dikategorikan sebagai orang tak dikenal (OTK).

Kapolda juga belum memastikan bahwa penembak misterius itu adalah bagian dari teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di wilayah Kabupaten Maybrat.

"Proyektil belum ditemukan, sehingga kami masih kategorikan pelakunya sebagai OTK," kata Kapolda pula.

Kapolda juga belum memberikan perintah khusus untuk dilakukannya penyisiran sekitar lokasi penembakan, namun penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap motif dan pelaku.

"Penyisiran belum kami lakukan, karena di Maybrat sudah kami tempatkan personel Brimob untuk perkuat anggota polres setempat," kata Kapolda.

Baca Juga:  Pemkab dan Nelayan Natuna Tolak Kehadiran Nelayan Pantura

Meski demikian, Kapolda tak menampik bahwa telah terjadi insiden penembakan terhadap kendaraan rombongan Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka sepulang pembagian sembako kepada masyarakat di daerah itu.

Ia menyebut rombongan itu terdiri dari anggota Polres Maybrat dan anggota Brimob yang bertugas di wilayah tersebut.

"Dalam perjalanan kembali, ada terjadi tiga kali tembakan yang mengarah kepada rombongan. Tapi itu bisa diatasi, sehingga tidak ada korban jiwa, semua anggota kami selamat," katanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, meminta Kapolda Papua Barat dan jajarannya segera melakukan langkah penegakan hukum dalam peristiwa dugaan penembakan itu.

Dia juga menyarankan agar penyelidikan itu melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk menyelidiki bekas tembakan pada kaca spion maupun body mobil tersebut hingga menemukan proyektil peluru yang digunakan.

Baca Juga:  Seleksi CPNS dan PPPK Dimulai 30 Mei

"Semua ini penting untuk mengungkap lebih jauh motif dan jenis senjata yang digunakan hingga menemukan ciri-ciri pelakunya," kata Warinussy.

Dia mengutarakan, kabar penembakan itu cukup mengherankan, karena selama ini informasi mengenai dugaan penembakan terhadap kendaraan aparat TNI/Polri hanya terjadi di kawasan Pegunungan Tengah (Provinsi Papua) saja.

"Kiranya masyarakat sipil di Distrik Aifat Timur senantiasa diberi perlindungan hukum oleh negara," ujarnya.

Sumber: CePos/Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Polisi Masih Selidiki Penembakan Mobil Rombongan Kapolres Maybrat

MANOKWARI (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat tidak terpancing dengan insiden penembakan terhadap kendaraan yang ditumpangi rombongan Kapolres Maybrat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, di Manokwari, Rabu (12/5/2021), mengatakan, institusinya tidak terpancing, karena pelaku dalam insiden itu masih dikategorikan sebagai orang tak dikenal (OTK).

Kapolda juga belum memastikan bahwa penembak misterius itu adalah bagian dari teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di wilayah Kabupaten Maybrat.

"Proyektil belum ditemukan, sehingga kami masih kategorikan pelakunya sebagai OTK," kata Kapolda pula.

Kapolda juga belum memberikan perintah khusus untuk dilakukannya penyisiran sekitar lokasi penembakan, namun penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap motif dan pelaku.

"Penyisiran belum kami lakukan, karena di Maybrat sudah kami tempatkan personel Brimob untuk perkuat anggota polres setempat," kata Kapolda.

Baca Juga:  Denda Hilang dengan Foto Kartu Uang Elektronik

Meski demikian, Kapolda tak menampik bahwa telah terjadi insiden penembakan terhadap kendaraan rombongan Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka sepulang pembagian sembako kepada masyarakat di daerah itu.

Ia menyebut rombongan itu terdiri dari anggota Polres Maybrat dan anggota Brimob yang bertugas di wilayah tersebut.

"Dalam perjalanan kembali, ada terjadi tiga kali tembakan yang mengarah kepada rombongan. Tapi itu bisa diatasi, sehingga tidak ada korban jiwa, semua anggota kami selamat," katanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, meminta Kapolda Papua Barat dan jajarannya segera melakukan langkah penegakan hukum dalam peristiwa dugaan penembakan itu.

Dia juga menyarankan agar penyelidikan itu melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk menyelidiki bekas tembakan pada kaca spion maupun body mobil tersebut hingga menemukan proyektil peluru yang digunakan.

Baca Juga:  Feni Rose Nikahkan Putrinya Tanpa Sebar Undangan

"Semua ini penting untuk mengungkap lebih jauh motif dan jenis senjata yang digunakan hingga menemukan ciri-ciri pelakunya," kata Warinussy.

Dia mengutarakan, kabar penembakan itu cukup mengherankan, karena selama ini informasi mengenai dugaan penembakan terhadap kendaraan aparat TNI/Polri hanya terjadi di kawasan Pegunungan Tengah (Provinsi Papua) saja.

"Kiranya masyarakat sipil di Distrik Aifat Timur senantiasa diberi perlindungan hukum oleh negara," ujarnya.

Sumber: CePos/Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun

MANOKWARI (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat tidak terpancing dengan insiden penembakan terhadap kendaraan yang ditumpangi rombongan Kapolres Maybrat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, di Manokwari, Rabu (12/5/2021), mengatakan, institusinya tidak terpancing, karena pelaku dalam insiden itu masih dikategorikan sebagai orang tak dikenal (OTK).

Kapolda juga belum memastikan bahwa penembak misterius itu adalah bagian dari teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di wilayah Kabupaten Maybrat.

"Proyektil belum ditemukan, sehingga kami masih kategorikan pelakunya sebagai OTK," kata Kapolda pula.

Kapolda juga belum memberikan perintah khusus untuk dilakukannya penyisiran sekitar lokasi penembakan, namun penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap motif dan pelaku.

"Penyisiran belum kami lakukan, karena di Maybrat sudah kami tempatkan personel Brimob untuk perkuat anggota polres setempat," kata Kapolda.

Baca Juga:  6.000 Rudal dan Dana Rp474 M Akan Dikirim Inggris untuk Bantu Ukraina

Meski demikian, Kapolda tak menampik bahwa telah terjadi insiden penembakan terhadap kendaraan rombongan Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka sepulang pembagian sembako kepada masyarakat di daerah itu.

Ia menyebut rombongan itu terdiri dari anggota Polres Maybrat dan anggota Brimob yang bertugas di wilayah tersebut.

"Dalam perjalanan kembali, ada terjadi tiga kali tembakan yang mengarah kepada rombongan. Tapi itu bisa diatasi, sehingga tidak ada korban jiwa, semua anggota kami selamat," katanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, meminta Kapolda Papua Barat dan jajarannya segera melakukan langkah penegakan hukum dalam peristiwa dugaan penembakan itu.

Dia juga menyarankan agar penyelidikan itu melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk menyelidiki bekas tembakan pada kaca spion maupun body mobil tersebut hingga menemukan proyektil peluru yang digunakan.

Baca Juga:  Feni Rose Nikahkan Putrinya Tanpa Sebar Undangan

"Semua ini penting untuk mengungkap lebih jauh motif dan jenis senjata yang digunakan hingga menemukan ciri-ciri pelakunya," kata Warinussy.

Dia mengutarakan, kabar penembakan itu cukup mengherankan, karena selama ini informasi mengenai dugaan penembakan terhadap kendaraan aparat TNI/Polri hanya terjadi di kawasan Pegunungan Tengah (Provinsi Papua) saja.

"Kiranya masyarakat sipil di Distrik Aifat Timur senantiasa diberi perlindungan hukum oleh negara," ujarnya.

Sumber: CePos/Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari