Rabu, 3 Juni 2026
- Advertisement -

1,1 Juta Ha Lahan Tak Terdata, DPRD Bentuk Pansus

PEKANBARU (RIAUPOS)  —  Ketua DPRD Riau Indra Gunawan  mengaku kesal dengan sejumlah perusahaan di Riau. Pasalnya, ada 1,1 juta hektare lahan perkebunan yang sama sekali tidak terdata di Pemerintah Provinsi Riau. Artinya ada potensi pendapatan yang hilang di sana. Terutama dari sektor pajak. Maka dari itu, dirinya memastikan bakal membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Ini data yang betul dan akurat. Dari 2,5 juta lahan di Riau, yang terdata itu baru 1,4 juta. Yang 1,1 juta hektare  itu ke mana? Kami minta tim pansus yang akan dibentuk nanti membuat perhitungan bagaimana asumsi pajaknya?” katanya kepada Riau Pos, Senin (11/11).

Baca Juga:  Arteria Bantah Minta Maaf ke Emil Salim: Enggak, Ngapain

Lebih jauh disampaikan dia, adapun perusahaan yang melanggar diduga merupakan perusahaan luar. Termasuk yang paling banyak adalah perusahaan asal Negeri Jiran, Malaysia. Maka dari itu ia mengecam negara tetangga karena ada banyak perusahaan swasta berbendera Malaysia tidak patuh terhadap aturan.


Indra Gunawan

"Ini banyak perusahaan Malaysia. Harus tahu dia (Pemerintah Malaysia, red). Untuk mencari nafkah di Bumi Lancang Kuning ini harus jelas pajaknya terhadap daerah Riau," tegasnya.

Menurut dia, Pemprov Riau sendiri sangat dirugikan akibat persoalan ini. Karena alam yang digarap di Riau sama sekali tidak menguntungkan daerah.

Saat ditanya bagaimana dengan hasil rekomendasi Pansus Monitoring DPRD Riau yang lama, mengingat sebeumnya DPRD juga telah membuat pansus serupa, legislator asal Bengkalis itu menegaskan pansus yang baru akan membatalkan pansus yang lama.

Baca Juga:  Camat Tampan Ingin Pedagang Taati Aturan

Kemudian memuat agenda kerja yang lebih komprehensif. Mulai dari legalitas perkebunan perusahaan, potensi pajak, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan. "Segera nanti akan saya sampaikan ke komisi terkait ini agar dibentuk pansus dalam waktu dekat," tambahnya.(ADV)

PEKANBARU (RIAUPOS)  —  Ketua DPRD Riau Indra Gunawan  mengaku kesal dengan sejumlah perusahaan di Riau. Pasalnya, ada 1,1 juta hektare lahan perkebunan yang sama sekali tidak terdata di Pemerintah Provinsi Riau. Artinya ada potensi pendapatan yang hilang di sana. Terutama dari sektor pajak. Maka dari itu, dirinya memastikan bakal membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Ini data yang betul dan akurat. Dari 2,5 juta lahan di Riau, yang terdata itu baru 1,4 juta. Yang 1,1 juta hektare  itu ke mana? Kami minta tim pansus yang akan dibentuk nanti membuat perhitungan bagaimana asumsi pajaknya?” katanya kepada Riau Pos, Senin (11/11).

Baca Juga:  Suyatno Kembali Dapat Tambahan Dukungan

Lebih jauh disampaikan dia, adapun perusahaan yang melanggar diduga merupakan perusahaan luar. Termasuk yang paling banyak adalah perusahaan asal Negeri Jiran, Malaysia. Maka dari itu ia mengecam negara tetangga karena ada banyak perusahaan swasta berbendera Malaysia tidak patuh terhadap aturan.


Indra Gunawan

"Ini banyak perusahaan Malaysia. Harus tahu dia (Pemerintah Malaysia, red). Untuk mencari nafkah di Bumi Lancang Kuning ini harus jelas pajaknya terhadap daerah Riau," tegasnya.

- Advertisement -

Menurut dia, Pemprov Riau sendiri sangat dirugikan akibat persoalan ini. Karena alam yang digarap di Riau sama sekali tidak menguntungkan daerah.

Saat ditanya bagaimana dengan hasil rekomendasi Pansus Monitoring DPRD Riau yang lama, mengingat sebeumnya DPRD juga telah membuat pansus serupa, legislator asal Bengkalis itu menegaskan pansus yang baru akan membatalkan pansus yang lama.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ibunda Meninggal, Once Sebut Mama Orangtua Ideal

Kemudian memuat agenda kerja yang lebih komprehensif. Mulai dari legalitas perkebunan perusahaan, potensi pajak, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan. "Segera nanti akan saya sampaikan ke komisi terkait ini agar dibentuk pansus dalam waktu dekat," tambahnya.(ADV)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS)  —  Ketua DPRD Riau Indra Gunawan  mengaku kesal dengan sejumlah perusahaan di Riau. Pasalnya, ada 1,1 juta hektare lahan perkebunan yang sama sekali tidak terdata di Pemerintah Provinsi Riau. Artinya ada potensi pendapatan yang hilang di sana. Terutama dari sektor pajak. Maka dari itu, dirinya memastikan bakal membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Ini data yang betul dan akurat. Dari 2,5 juta lahan di Riau, yang terdata itu baru 1,4 juta. Yang 1,1 juta hektare  itu ke mana? Kami minta tim pansus yang akan dibentuk nanti membuat perhitungan bagaimana asumsi pajaknya?” katanya kepada Riau Pos, Senin (11/11).

Baca Juga:  Suyatno Kembali Dapat Tambahan Dukungan

Lebih jauh disampaikan dia, adapun perusahaan yang melanggar diduga merupakan perusahaan luar. Termasuk yang paling banyak adalah perusahaan asal Negeri Jiran, Malaysia. Maka dari itu ia mengecam negara tetangga karena ada banyak perusahaan swasta berbendera Malaysia tidak patuh terhadap aturan.


Indra Gunawan

"Ini banyak perusahaan Malaysia. Harus tahu dia (Pemerintah Malaysia, red). Untuk mencari nafkah di Bumi Lancang Kuning ini harus jelas pajaknya terhadap daerah Riau," tegasnya.

Menurut dia, Pemprov Riau sendiri sangat dirugikan akibat persoalan ini. Karena alam yang digarap di Riau sama sekali tidak menguntungkan daerah.

Saat ditanya bagaimana dengan hasil rekomendasi Pansus Monitoring DPRD Riau yang lama, mengingat sebeumnya DPRD juga telah membuat pansus serupa, legislator asal Bengkalis itu menegaskan pansus yang baru akan membatalkan pansus yang lama.

Baca Juga:  Arteria Bantah Minta Maaf ke Emil Salim: Enggak, Ngapain

Kemudian memuat agenda kerja yang lebih komprehensif. Mulai dari legalitas perkebunan perusahaan, potensi pajak, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan. "Segera nanti akan saya sampaikan ke komisi terkait ini agar dibentuk pansus dalam waktu dekat," tambahnya.(ADV)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari