Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Arus Balik, Masa Rawan Lonjakan Kasus

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Libur Idulfitri membuat mobilitas masyarakat meningkat. Terlebih pada tahun ini. Berkaca dari Idulfitri tahun sebelumnya, kondisi itu berpotensi menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Covid-19. Termasuk di wilayah aglomerasi Surabaya Raya.

Berdasarkan data, dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Surabaya Raya memang melandai. Kasus aktif terus menurun. Dari data unggahan Pemprov Jatim per 9 Mei 2022, kasus aktif di Surabaya tinggal menyisakan 29 orang, Sidoarjo 8 orang dan Gresik 1 orang.

Pada Idulfitri tahun lalu, kondisi juga hampir serupa. Malah, ketika itu masih ada pembatasan mudik. Nah, sekitar dua bulan berjalan, terjadi lonjakan kasus aktif. Tahun ini, ada pelonggaran untuk pulang kampung dan aktivitas. Mobilitas masyarakat pun melonjak. Yang membedakan saat ini adalah capaian vaksinasi.

Baca Juga:  Mantan Bupati Garut Aceng Fikri Terjaring Satpol PP di Hotel

Sebagai langkah pencegahan, kegiatan vaksinasi lengkap atau booster serta swab hunter kembali digencarkan Pemkot Surabaya. Misalnya, di Kecamatan Simokerto. Selain masalah urbanisasi, pencegahan persebaran virus pascalibur Idulfitri menjadi fokus perhatian. Seluruh RT/RW telah diinstruksi untuk mengecek para pemudik. "Kami meminta semua warga bisa jujur terkait kondisi kesehatannya. Jangan ada yang ditutupi," kata Camat Simokerto Deddy Sjahrial Kusuma.

Tindakan hampir sama dilakukan Kecamatan Pabean Cantian. Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal mengatakan, pihaknya melakukan beberapa langkah pencegahan.

Salah satunya, menggencarkan kegiatan vaksinasi. Baik itu dosis pertama, kedua, maupun booster. Guna mempermudah masyarakat, vaksinasi dilakukan di pos pengamanan Lebaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang tersebar di setiap wilayah.

Baca Juga:  Kapal Selam Nuklir Jadi Pembicaraan Jokowi dan PM Australia

Misalnya, Pos Pengamanan (Pospam) Jalan Bunguran, tepatnya di depan Pasar Atom. Pada masa libur Idulfitri, pelayanan vaksinasi terus berjalan. Setiap hari 40 dosis vaksin disiapkan. Selalu habis. Kebanyakan warga menjalani vaksinasi dosis ketiga.

"Selain vaksinasi, operasi swab hunter akan kembali digencarkan. Ada beberapa titik yang menjadi target sasarannya. Yaitu, lokasi keramaian seperti kawasan kota tua dan warung kopi. Operasi akan digelar pada siang dan malam," kata Rizal, Ahad (8/5).(jpg/esi)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Libur Idulfitri membuat mobilitas masyarakat meningkat. Terlebih pada tahun ini. Berkaca dari Idulfitri tahun sebelumnya, kondisi itu berpotensi menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Covid-19. Termasuk di wilayah aglomerasi Surabaya Raya.

Berdasarkan data, dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Surabaya Raya memang melandai. Kasus aktif terus menurun. Dari data unggahan Pemprov Jatim per 9 Mei 2022, kasus aktif di Surabaya tinggal menyisakan 29 orang, Sidoarjo 8 orang dan Gresik 1 orang.

Pada Idulfitri tahun lalu, kondisi juga hampir serupa. Malah, ketika itu masih ada pembatasan mudik. Nah, sekitar dua bulan berjalan, terjadi lonjakan kasus aktif. Tahun ini, ada pelonggaran untuk pulang kampung dan aktivitas. Mobilitas masyarakat pun melonjak. Yang membedakan saat ini adalah capaian vaksinasi.

Baca Juga:  50 Ribu Honorer K2 Lulus PPPK Belum Kantongi NIP

Sebagai langkah pencegahan, kegiatan vaksinasi lengkap atau booster serta swab hunter kembali digencarkan Pemkot Surabaya. Misalnya, di Kecamatan Simokerto. Selain masalah urbanisasi, pencegahan persebaran virus pascalibur Idulfitri menjadi fokus perhatian. Seluruh RT/RW telah diinstruksi untuk mengecek para pemudik. "Kami meminta semua warga bisa jujur terkait kondisi kesehatannya. Jangan ada yang ditutupi," kata Camat Simokerto Deddy Sjahrial Kusuma.

Tindakan hampir sama dilakukan Kecamatan Pabean Cantian. Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal mengatakan, pihaknya melakukan beberapa langkah pencegahan.

Salah satunya, menggencarkan kegiatan vaksinasi. Baik itu dosis pertama, kedua, maupun booster. Guna mempermudah masyarakat, vaksinasi dilakukan di pos pengamanan Lebaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang tersebar di setiap wilayah.

Baca Juga:  Nenek Sihir

Misalnya, Pos Pengamanan (Pospam) Jalan Bunguran, tepatnya di depan Pasar Atom. Pada masa libur Idulfitri, pelayanan vaksinasi terus berjalan. Setiap hari 40 dosis vaksin disiapkan. Selalu habis. Kebanyakan warga menjalani vaksinasi dosis ketiga.

"Selain vaksinasi, operasi swab hunter akan kembali digencarkan. Ada beberapa titik yang menjadi target sasarannya. Yaitu, lokasi keramaian seperti kawasan kota tua dan warung kopi. Operasi akan digelar pada siang dan malam," kata Rizal, Ahad (8/5).(jpg/esi)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Arus Balik, Masa Rawan Lonjakan Kasus

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Libur Idulfitri membuat mobilitas masyarakat meningkat. Terlebih pada tahun ini. Berkaca dari Idulfitri tahun sebelumnya, kondisi itu berpotensi menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Covid-19. Termasuk di wilayah aglomerasi Surabaya Raya.

Berdasarkan data, dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Surabaya Raya memang melandai. Kasus aktif terus menurun. Dari data unggahan Pemprov Jatim per 9 Mei 2022, kasus aktif di Surabaya tinggal menyisakan 29 orang, Sidoarjo 8 orang dan Gresik 1 orang.

Pada Idulfitri tahun lalu, kondisi juga hampir serupa. Malah, ketika itu masih ada pembatasan mudik. Nah, sekitar dua bulan berjalan, terjadi lonjakan kasus aktif. Tahun ini, ada pelonggaran untuk pulang kampung dan aktivitas. Mobilitas masyarakat pun melonjak. Yang membedakan saat ini adalah capaian vaksinasi.

Baca Juga:  Polandia Bisa Jadi Sasaran Rusia Berikutnya Setelah Ukraina

Sebagai langkah pencegahan, kegiatan vaksinasi lengkap atau booster serta swab hunter kembali digencarkan Pemkot Surabaya. Misalnya, di Kecamatan Simokerto. Selain masalah urbanisasi, pencegahan persebaran virus pascalibur Idulfitri menjadi fokus perhatian. Seluruh RT/RW telah diinstruksi untuk mengecek para pemudik. "Kami meminta semua warga bisa jujur terkait kondisi kesehatannya. Jangan ada yang ditutupi," kata Camat Simokerto Deddy Sjahrial Kusuma.

Tindakan hampir sama dilakukan Kecamatan Pabean Cantian. Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal mengatakan, pihaknya melakukan beberapa langkah pencegahan.

Salah satunya, menggencarkan kegiatan vaksinasi. Baik itu dosis pertama, kedua, maupun booster. Guna mempermudah masyarakat, vaksinasi dilakukan di pos pengamanan Lebaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang tersebar di setiap wilayah.

Baca Juga:  Penyeludupan 22 Ekor Anak Buaya Muara Digagalkan

Misalnya, Pos Pengamanan (Pospam) Jalan Bunguran, tepatnya di depan Pasar Atom. Pada masa libur Idulfitri, pelayanan vaksinasi terus berjalan. Setiap hari 40 dosis vaksin disiapkan. Selalu habis. Kebanyakan warga menjalani vaksinasi dosis ketiga.

"Selain vaksinasi, operasi swab hunter akan kembali digencarkan. Ada beberapa titik yang menjadi target sasarannya. Yaitu, lokasi keramaian seperti kawasan kota tua dan warung kopi. Operasi akan digelar pada siang dan malam," kata Rizal, Ahad (8/5).(jpg/esi)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Libur Idulfitri membuat mobilitas masyarakat meningkat. Terlebih pada tahun ini. Berkaca dari Idulfitri tahun sebelumnya, kondisi itu berpotensi menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Covid-19. Termasuk di wilayah aglomerasi Surabaya Raya.

Berdasarkan data, dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Surabaya Raya memang melandai. Kasus aktif terus menurun. Dari data unggahan Pemprov Jatim per 9 Mei 2022, kasus aktif di Surabaya tinggal menyisakan 29 orang, Sidoarjo 8 orang dan Gresik 1 orang.

Pada Idulfitri tahun lalu, kondisi juga hampir serupa. Malah, ketika itu masih ada pembatasan mudik. Nah, sekitar dua bulan berjalan, terjadi lonjakan kasus aktif. Tahun ini, ada pelonggaran untuk pulang kampung dan aktivitas. Mobilitas masyarakat pun melonjak. Yang membedakan saat ini adalah capaian vaksinasi.

Baca Juga:  Serahkan Bantuan, Ketua PMI Minta Korban Tabah

Sebagai langkah pencegahan, kegiatan vaksinasi lengkap atau booster serta swab hunter kembali digencarkan Pemkot Surabaya. Misalnya, di Kecamatan Simokerto. Selain masalah urbanisasi, pencegahan persebaran virus pascalibur Idulfitri menjadi fokus perhatian. Seluruh RT/RW telah diinstruksi untuk mengecek para pemudik. "Kami meminta semua warga bisa jujur terkait kondisi kesehatannya. Jangan ada yang ditutupi," kata Camat Simokerto Deddy Sjahrial Kusuma.

Tindakan hampir sama dilakukan Kecamatan Pabean Cantian. Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal mengatakan, pihaknya melakukan beberapa langkah pencegahan.

Salah satunya, menggencarkan kegiatan vaksinasi. Baik itu dosis pertama, kedua, maupun booster. Guna mempermudah masyarakat, vaksinasi dilakukan di pos pengamanan Lebaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang tersebar di setiap wilayah.

Baca Juga:  50 Ribu Honorer K2 Lulus PPPK Belum Kantongi NIP

Misalnya, Pos Pengamanan (Pospam) Jalan Bunguran, tepatnya di depan Pasar Atom. Pada masa libur Idulfitri, pelayanan vaksinasi terus berjalan. Setiap hari 40 dosis vaksin disiapkan. Selalu habis. Kebanyakan warga menjalani vaksinasi dosis ketiga.

"Selain vaksinasi, operasi swab hunter akan kembali digencarkan. Ada beberapa titik yang menjadi target sasarannya. Yaitu, lokasi keramaian seperti kawasan kota tua dan warung kopi. Operasi akan digelar pada siang dan malam," kata Rizal, Ahad (8/5).(jpg/esi)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari