Sabtu, 18 April 2026
- Advertisement -

Kunjungan Wisman Diprediksi Turun, Erick Minta Garuda Cari Pasar Baru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Virus Corona yang muncul pada Desember tahun lalu membuat banyak negara melakukan langkah-langkah antisipatif. Sayangnya, keputusan tersebut membuat sejumlah sektor ekonomi terpukul, utamanya yakni pariwisata.

Agar pariwisata tidak terus terperosok, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir ingin Indonesia tidak menggantungkan penerimaan devisa dari kunjungan turis asing. Dia berharap pemerintah dapat merancang skema untuk menarik minat masyarakat merealisasikan itu.

"Garuda Indonesia dengan tidak terbang ke Tiongkok, harus membuat strategi baru, dari penerbangan dalam negeri. Dulu (pakai pesawat) badannya kecil, (sekarang) jadi berbadan besar," terang Erick dalam acara ‘1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum’ di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/2).

Baca Juga:  Kopaska Temukan Pecahan Pesawat Sriwijaya Air

Erick pun berkaca kepada Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang mayoritas masyarakatnya melakukan liburan di dalam negeri. Namun, untuk menuju hal itu, pemerintah Indonesia tentunya juga terus menggenjot infrastruktur pariwisata di daerah.

"Pariwisata Cina ini kekuatannya 90 persen kebanyakan dari lokal, mereka itu sebetulnya enggak perlu gaet turis-turis asing. Seperti AS yang membangun ekosistem pariwisatanya, orang pergi dari LA ke New York aja sudah senang, karena sudah luar biasa industri pariwisata di sana," tambah dia.

Di samping memukul sektor pariwisata, wabah virus korona juga membuat kegiatan ekspor-impor lesu. Maka dari itu, Erick meminta perusahaan-perusahaan pelat merah meningkatkan sinergi karena virus ini berimbas ke banyak sektor.

Baca Juga:  Tsunami Covid-19 Beralih ke Luar Jawa

"Saya ingin yang ada di BUMN saling koordinasi dengan Pelindo, AP, Garuda, tolong bantu. Jangan kita berpikir ini bukan urusan gue. Ini urusan kita bersama," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Virus Corona yang muncul pada Desember tahun lalu membuat banyak negara melakukan langkah-langkah antisipatif. Sayangnya, keputusan tersebut membuat sejumlah sektor ekonomi terpukul, utamanya yakni pariwisata.

Agar pariwisata tidak terus terperosok, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir ingin Indonesia tidak menggantungkan penerimaan devisa dari kunjungan turis asing. Dia berharap pemerintah dapat merancang skema untuk menarik minat masyarakat merealisasikan itu.

"Garuda Indonesia dengan tidak terbang ke Tiongkok, harus membuat strategi baru, dari penerbangan dalam negeri. Dulu (pakai pesawat) badannya kecil, (sekarang) jadi berbadan besar," terang Erick dalam acara ‘1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum’ di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/2).

Baca Juga:  Samsung Galaxy M30s Pemilik Baterai Monster

Erick pun berkaca kepada Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang mayoritas masyarakatnya melakukan liburan di dalam negeri. Namun, untuk menuju hal itu, pemerintah Indonesia tentunya juga terus menggenjot infrastruktur pariwisata di daerah.

"Pariwisata Cina ini kekuatannya 90 persen kebanyakan dari lokal, mereka itu sebetulnya enggak perlu gaet turis-turis asing. Seperti AS yang membangun ekosistem pariwisatanya, orang pergi dari LA ke New York aja sudah senang, karena sudah luar biasa industri pariwisata di sana," tambah dia.

- Advertisement -

Di samping memukul sektor pariwisata, wabah virus korona juga membuat kegiatan ekspor-impor lesu. Maka dari itu, Erick meminta perusahaan-perusahaan pelat merah meningkatkan sinergi karena virus ini berimbas ke banyak sektor.

Baca Juga:  Penerima Kuota Internet Turun 5,3 Juta Orang

"Saya ingin yang ada di BUMN saling koordinasi dengan Pelindo, AP, Garuda, tolong bantu. Jangan kita berpikir ini bukan urusan gue. Ini urusan kita bersama," pungkasnya.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Virus Corona yang muncul pada Desember tahun lalu membuat banyak negara melakukan langkah-langkah antisipatif. Sayangnya, keputusan tersebut membuat sejumlah sektor ekonomi terpukul, utamanya yakni pariwisata.

Agar pariwisata tidak terus terperosok, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir ingin Indonesia tidak menggantungkan penerimaan devisa dari kunjungan turis asing. Dia berharap pemerintah dapat merancang skema untuk menarik minat masyarakat merealisasikan itu.

"Garuda Indonesia dengan tidak terbang ke Tiongkok, harus membuat strategi baru, dari penerbangan dalam negeri. Dulu (pakai pesawat) badannya kecil, (sekarang) jadi berbadan besar," terang Erick dalam acara ‘1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum’ di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/2).

Baca Juga:  Kelompok Hacker Sepakat Tak Serang Rumah Sakit

Erick pun berkaca kepada Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang mayoritas masyarakatnya melakukan liburan di dalam negeri. Namun, untuk menuju hal itu, pemerintah Indonesia tentunya juga terus menggenjot infrastruktur pariwisata di daerah.

"Pariwisata Cina ini kekuatannya 90 persen kebanyakan dari lokal, mereka itu sebetulnya enggak perlu gaet turis-turis asing. Seperti AS yang membangun ekosistem pariwisatanya, orang pergi dari LA ke New York aja sudah senang, karena sudah luar biasa industri pariwisata di sana," tambah dia.

Di samping memukul sektor pariwisata, wabah virus korona juga membuat kegiatan ekspor-impor lesu. Maka dari itu, Erick meminta perusahaan-perusahaan pelat merah meningkatkan sinergi karena virus ini berimbas ke banyak sektor.

Baca Juga:  Soal Dugaan Korupsi, Shinzo Abe Bakal Diinterogasi Parlemen 

"Saya ingin yang ada di BUMN saling koordinasi dengan Pelindo, AP, Garuda, tolong bantu. Jangan kita berpikir ini bukan urusan gue. Ini urusan kita bersama," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari