Selasa, 25 Agustus 2026
- Advertisement -

Razia Hari Kedua, Kendaraan ODOL Masuk Tol Permai Langsung Ditindak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah sukses menjalankan langkah persuasif terkait kendaraan angkutan yang over load over dimension (ODOL) yang melintas di tol Pekanbaru-Dumai pada hari pertama, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTV) wilayah IV Kementrian Perhubungan bersama Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPJT) dan TNI-Polri langsung memberikan tindakan langsung (tilang) terhadap kendaraan ODOL.

"Hari pertama kita persuasif, kemudian hari kedua dan ketiga baru kita berikan tindakan refresif berupa penindakan," kata Kepala BPTD wilayah IV Riau-Kepri, Ardono.

Pada operasi penegakan hukum di hari pertama kemarin, aparat gabungan yang juga terdiri dari Polisi Militer dan Ditlantas Polda Riau ini hanya memaksa kendaraan ODOL untuk memutar balik dan ditempel stiker. Pada hari kedua ini, petugas langsung memberikan tindakan.

Baca Juga:  Kata Pakar Hukum, "Persetujuan" Jadi Kunci Penanda Kekerasan Seksual atau Tidak

"Kita berikan tindakan agar mereka (ODOL, red) patuh. Ini akan kita gelar berkelanjutan, setelah 3 hari ini kita evaluasi. Kita harapkan timbul kesadaran (para pelaku logistik)," ungkapnya.

Ardono menjelaskan, bagi para pelanggar tentunya ada sanksi yang diterapkan sesuai ketentuan. Namun dirinya menjelaskan secara rinci hal tersebut.

"Jadi juga ada solusi, sekarang sedang ada program Kementrian perhubungan darat yaitu transfer muatan, kalau belum masuk tol wajib putar balik, diarahkan di tempat lain untuk transfer barang dan ditimbang kembali," paparnya, kemarin.

Menurutnya, jalur tol yang dibangun pemerintah ini harus terpelihara dengan baik, salah satunya yaitu dengan meminimalisir angkutan ODOL yang melintas.

Sebelumnya, Kepala Cabang OPJT Pekanbaru-Dumai, Indrayana mengakui sejak tol ini diresmikan, memang banyak kendaraan yang menurut pandangan kasat mata sudah melebihi dimensi dan masuk katagori ODOL. Makanya lewat kegiatan ini pihaknya bergandeng tangan dengan instansi terkait untuk melakukan operasi tersebut.

Baca Juga:  UN Dihapus, Selanjutnya Kelulusan Siswa Diserahkan ke Sekolah

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah sukses menjalankan langkah persuasif terkait kendaraan angkutan yang over load over dimension (ODOL) yang melintas di tol Pekanbaru-Dumai pada hari pertama, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTV) wilayah IV Kementrian Perhubungan bersama Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPJT) dan TNI-Polri langsung memberikan tindakan langsung (tilang) terhadap kendaraan ODOL.

"Hari pertama kita persuasif, kemudian hari kedua dan ketiga baru kita berikan tindakan refresif berupa penindakan," kata Kepala BPTD wilayah IV Riau-Kepri, Ardono.

Pada operasi penegakan hukum di hari pertama kemarin, aparat gabungan yang juga terdiri dari Polisi Militer dan Ditlantas Polda Riau ini hanya memaksa kendaraan ODOL untuk memutar balik dan ditempel stiker. Pada hari kedua ini, petugas langsung memberikan tindakan.

Baca Juga:  KPU Launching Pilkada Siak

"Kita berikan tindakan agar mereka (ODOL, red) patuh. Ini akan kita gelar berkelanjutan, setelah 3 hari ini kita evaluasi. Kita harapkan timbul kesadaran (para pelaku logistik)," ungkapnya.

Ardono menjelaskan, bagi para pelanggar tentunya ada sanksi yang diterapkan sesuai ketentuan. Namun dirinya menjelaskan secara rinci hal tersebut.

- Advertisement -

"Jadi juga ada solusi, sekarang sedang ada program Kementrian perhubungan darat yaitu transfer muatan, kalau belum masuk tol wajib putar balik, diarahkan di tempat lain untuk transfer barang dan ditimbang kembali," paparnya, kemarin.

Menurutnya, jalur tol yang dibangun pemerintah ini harus terpelihara dengan baik, salah satunya yaitu dengan meminimalisir angkutan ODOL yang melintas.

- Advertisement -

Sebelumnya, Kepala Cabang OPJT Pekanbaru-Dumai, Indrayana mengakui sejak tol ini diresmikan, memang banyak kendaraan yang menurut pandangan kasat mata sudah melebihi dimensi dan masuk katagori ODOL. Makanya lewat kegiatan ini pihaknya bergandeng tangan dengan instansi terkait untuk melakukan operasi tersebut.

Baca Juga:  Kode OSO untuk Posisi Baru Moeldoko

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah sukses menjalankan langkah persuasif terkait kendaraan angkutan yang over load over dimension (ODOL) yang melintas di tol Pekanbaru-Dumai pada hari pertama, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTV) wilayah IV Kementrian Perhubungan bersama Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPJT) dan TNI-Polri langsung memberikan tindakan langsung (tilang) terhadap kendaraan ODOL.

"Hari pertama kita persuasif, kemudian hari kedua dan ketiga baru kita berikan tindakan refresif berupa penindakan," kata Kepala BPTD wilayah IV Riau-Kepri, Ardono.

Pada operasi penegakan hukum di hari pertama kemarin, aparat gabungan yang juga terdiri dari Polisi Militer dan Ditlantas Polda Riau ini hanya memaksa kendaraan ODOL untuk memutar balik dan ditempel stiker. Pada hari kedua ini, petugas langsung memberikan tindakan.

Baca Juga:  UN Dihapus, Selanjutnya Kelulusan Siswa Diserahkan ke Sekolah

"Kita berikan tindakan agar mereka (ODOL, red) patuh. Ini akan kita gelar berkelanjutan, setelah 3 hari ini kita evaluasi. Kita harapkan timbul kesadaran (para pelaku logistik)," ungkapnya.

Ardono menjelaskan, bagi para pelanggar tentunya ada sanksi yang diterapkan sesuai ketentuan. Namun dirinya menjelaskan secara rinci hal tersebut.

"Jadi juga ada solusi, sekarang sedang ada program Kementrian perhubungan darat yaitu transfer muatan, kalau belum masuk tol wajib putar balik, diarahkan di tempat lain untuk transfer barang dan ditimbang kembali," paparnya, kemarin.

Menurutnya, jalur tol yang dibangun pemerintah ini harus terpelihara dengan baik, salah satunya yaitu dengan meminimalisir angkutan ODOL yang melintas.

Sebelumnya, Kepala Cabang OPJT Pekanbaru-Dumai, Indrayana mengakui sejak tol ini diresmikan, memang banyak kendaraan yang menurut pandangan kasat mata sudah melebihi dimensi dan masuk katagori ODOL. Makanya lewat kegiatan ini pihaknya bergandeng tangan dengan instansi terkait untuk melakukan operasi tersebut.

Baca Juga:  KPU Launching Pilkada Siak

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari