Sabtu, 29 November 2025
spot_img

Penumpang Mengaku Tak Bawa Kargo

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan kronologi terkait penyelundupan motor besar atau biasa disebut moge, merek Harley Davidson, dan sepeda lipat merek Brompton, di pesawat Garuda.

Sri Mulyani menjelaskan, penyelundupan terjadi pada Minggu (17/11) lalu, di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Dia menyebut, tim bea cukai bandara berhasil menemukan kedua barang tersebut di dalam pesawat baru Garuda Indonesia bernomor GA 9721 Airbus A330-900.

"Saya sampaikan di sini pertama kronologisnya, hari Minggu, tanggal 17 November 2019, bea cukai Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dalam pesawat baru milik Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 9721 tipenya Airbus A330-900," ungkap Sri Mulyani kepada media di gedung Djuanda, Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (5/12).

Baca Juga:  Kaki Tapir Putus Terjerat di Areal Konsesi di Riau

Dalam pesawat tersebut, Mulyani menyebut, ada sekitar 22 orang penumpang. Seluruh penumpang mengaku bahwa mereka tidak mempunyai barang bawaan.

"Penumpang tidak menyerahkan deklarasi bea cukai dan tidak menyempaikan keterangan lisan bahwa mereka mempunyai barang tersebut," tegasnya.

Pemeriksaan pun dilakukan. Pertama di bagian kabin kokpit pesawat dan penumpang tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ditemukan barang kargo lainnya. Jadi dalam hal ini, sesuai dokumen kargo manifest yaitu nil cargo atau tidak ada kargo.

Kemudian, petugas bea dan cukai kembali melakukan pemerikasaan pada lambung pesawat, yaitu tempat bagasi penumpang.

Di sana, barulah ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna coklat yang keseluruhannya memiliki klaim tag sebagai bagasi penumpang.

Baca Juga:  Pengganti Tjahjo Kumolo Masih Gelap

"Berdasarkan hasil pemeriksaan secara total, terdapat 18 koli kotak. 15 koli klaim tag atas nama SAS yaitu berisi motor Harley Davidson bekas dengan kondisi yang terurai. Kemudian 3 koli lainnya sudah dibuka dengan klaim tag atas nama LS itu berisi dua sepeda merek Brompton kondisinya baru beserta aksesoriya, kayanya sepeda tersebut masih baru," pungkas Sri. (mg9/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan kronologi terkait penyelundupan motor besar atau biasa disebut moge, merek Harley Davidson, dan sepeda lipat merek Brompton, di pesawat Garuda.

Sri Mulyani menjelaskan, penyelundupan terjadi pada Minggu (17/11) lalu, di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Dia menyebut, tim bea cukai bandara berhasil menemukan kedua barang tersebut di dalam pesawat baru Garuda Indonesia bernomor GA 9721 Airbus A330-900.

"Saya sampaikan di sini pertama kronologisnya, hari Minggu, tanggal 17 November 2019, bea cukai Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dalam pesawat baru milik Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 9721 tipenya Airbus A330-900," ungkap Sri Mulyani kepada media di gedung Djuanda, Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (5/12).

Baca Juga:  ASN Konsisten Tingkatkan Pelayanan

Dalam pesawat tersebut, Mulyani menyebut, ada sekitar 22 orang penumpang. Seluruh penumpang mengaku bahwa mereka tidak mempunyai barang bawaan.

- Advertisement -

"Penumpang tidak menyerahkan deklarasi bea cukai dan tidak menyempaikan keterangan lisan bahwa mereka mempunyai barang tersebut," tegasnya.

Pemeriksaan pun dilakukan. Pertama di bagian kabin kokpit pesawat dan penumpang tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ditemukan barang kargo lainnya. Jadi dalam hal ini, sesuai dokumen kargo manifest yaitu nil cargo atau tidak ada kargo.

- Advertisement -

Kemudian, petugas bea dan cukai kembali melakukan pemerikasaan pada lambung pesawat, yaitu tempat bagasi penumpang.

Di sana, barulah ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna coklat yang keseluruhannya memiliki klaim tag sebagai bagasi penumpang.

Baca Juga:  Trump Berang, Biden Lebih Tenang

"Berdasarkan hasil pemeriksaan secara total, terdapat 18 koli kotak. 15 koli klaim tag atas nama SAS yaitu berisi motor Harley Davidson bekas dengan kondisi yang terurai. Kemudian 3 koli lainnya sudah dibuka dengan klaim tag atas nama LS itu berisi dua sepeda merek Brompton kondisinya baru beserta aksesoriya, kayanya sepeda tersebut masih baru," pungkas Sri. (mg9/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan kronologi terkait penyelundupan motor besar atau biasa disebut moge, merek Harley Davidson, dan sepeda lipat merek Brompton, di pesawat Garuda.

Sri Mulyani menjelaskan, penyelundupan terjadi pada Minggu (17/11) lalu, di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Dia menyebut, tim bea cukai bandara berhasil menemukan kedua barang tersebut di dalam pesawat baru Garuda Indonesia bernomor GA 9721 Airbus A330-900.

"Saya sampaikan di sini pertama kronologisnya, hari Minggu, tanggal 17 November 2019, bea cukai Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dalam pesawat baru milik Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 9721 tipenya Airbus A330-900," ungkap Sri Mulyani kepada media di gedung Djuanda, Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (5/12).

Baca Juga:  Surat Pemberitahuan Reuni Akbar 212 Sudah Diterima Polisi

Dalam pesawat tersebut, Mulyani menyebut, ada sekitar 22 orang penumpang. Seluruh penumpang mengaku bahwa mereka tidak mempunyai barang bawaan.

"Penumpang tidak menyerahkan deklarasi bea cukai dan tidak menyempaikan keterangan lisan bahwa mereka mempunyai barang tersebut," tegasnya.

Pemeriksaan pun dilakukan. Pertama di bagian kabin kokpit pesawat dan penumpang tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ditemukan barang kargo lainnya. Jadi dalam hal ini, sesuai dokumen kargo manifest yaitu nil cargo atau tidak ada kargo.

Kemudian, petugas bea dan cukai kembali melakukan pemerikasaan pada lambung pesawat, yaitu tempat bagasi penumpang.

Di sana, barulah ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna coklat yang keseluruhannya memiliki klaim tag sebagai bagasi penumpang.

Baca Juga:  Turunkan Berat Badan 22 Kg

"Berdasarkan hasil pemeriksaan secara total, terdapat 18 koli kotak. 15 koli klaim tag atas nama SAS yaitu berisi motor Harley Davidson bekas dengan kondisi yang terurai. Kemudian 3 koli lainnya sudah dibuka dengan klaim tag atas nama LS itu berisi dua sepeda merek Brompton kondisinya baru beserta aksesoriya, kayanya sepeda tersebut masih baru," pungkas Sri. (mg9/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari