Rabu, 4 Februari 2026
- Advertisement -

Waduh, Vaksin HVTN 702 Tak Mampu Cegah Penularan Virus HIV

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harapan penderita HIV/AIDS untuk sembuh pupus sudah. Percobaan vaksin yang sedang dikembangkan untuk mengobati penyakit menular itu dihentikan. Padahal, vaksin dengan nama HVTN 702 tersebut sudah sampai pada tahap uji klinis atau diuji coba pada manusia. Sayangnya, pada tahap itu, vaksin tersebut terbukti tidak mampu mencegah infeksi human immunodeficiency virus (HIV) yang mengakibatkan AIDS.

’’Vaksin HIV penting untuk mengakhiri pandemi global dan kami harap vaksin ini berfungsi. Sayangnya, ternyata tidak,’’ ujar Dr Anthony Fauci dari National Institutes of Health (NIH) seperti dikutip BBC. Meski kecewa, Fauci menegaskan bahwa penelitian lain untuk menemukan vaksin HIV harus terus dilakukan.

Baca Juga:  Anisa Rahma Konsumsi Kurma Muda

Penelitian vaksin HVTN 702 tersebut disponsori National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Mereka melakukan uji coba pada lebih dari 5 ribu orang di Afrika Selatan (Afsel). Para relawan dibagi menjadi dua. Separo diberi vaksin yang asli. Separo lagi diberi suntikan placebo alias cairan tanpa isi vaksin di dalamnya.

Hasil awal dari uji klinis menunjukkan bahwa 129 orang yang diinjeksi vaksin tetap tertular HIV. Selain itu, ada 123 orang yang tertular HIV dari kelompok yang diberi suntikan placebo. Dengan kata lain, diberi atau tidak diberi vaksin, para relawan itu tetap saja tertular. Afsel adalah salah satu negara dengan tingkat penderita HIV/AIDS tertinggi di dunia.

Baca Juga:  Singgung Spekulasi-Spekulasi Berita yang Muncul, Ini Tujuan Kapolri Copot Kadiv Propam

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harapan penderita HIV/AIDS untuk sembuh pupus sudah. Percobaan vaksin yang sedang dikembangkan untuk mengobati penyakit menular itu dihentikan. Padahal, vaksin dengan nama HVTN 702 tersebut sudah sampai pada tahap uji klinis atau diuji coba pada manusia. Sayangnya, pada tahap itu, vaksin tersebut terbukti tidak mampu mencegah infeksi human immunodeficiency virus (HIV) yang mengakibatkan AIDS.

’’Vaksin HIV penting untuk mengakhiri pandemi global dan kami harap vaksin ini berfungsi. Sayangnya, ternyata tidak,’’ ujar Dr Anthony Fauci dari National Institutes of Health (NIH) seperti dikutip BBC. Meski kecewa, Fauci menegaskan bahwa penelitian lain untuk menemukan vaksin HIV harus terus dilakukan.

Baca Juga:  Edukasi Sejarah Skala Besar

Penelitian vaksin HVTN 702 tersebut disponsori National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Mereka melakukan uji coba pada lebih dari 5 ribu orang di Afrika Selatan (Afsel). Para relawan dibagi menjadi dua. Separo diberi vaksin yang asli. Separo lagi diberi suntikan placebo alias cairan tanpa isi vaksin di dalamnya.

Hasil awal dari uji klinis menunjukkan bahwa 129 orang yang diinjeksi vaksin tetap tertular HIV. Selain itu, ada 123 orang yang tertular HIV dari kelompok yang diberi suntikan placebo. Dengan kata lain, diberi atau tidak diberi vaksin, para relawan itu tetap saja tertular. Afsel adalah salah satu negara dengan tingkat penderita HIV/AIDS tertinggi di dunia.

Baca Juga:  Isi Jabatan Kosong, KLHK Lantik 18 Pejabat Administrator dan Pengawas

 

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harapan penderita HIV/AIDS untuk sembuh pupus sudah. Percobaan vaksin yang sedang dikembangkan untuk mengobati penyakit menular itu dihentikan. Padahal, vaksin dengan nama HVTN 702 tersebut sudah sampai pada tahap uji klinis atau diuji coba pada manusia. Sayangnya, pada tahap itu, vaksin tersebut terbukti tidak mampu mencegah infeksi human immunodeficiency virus (HIV) yang mengakibatkan AIDS.

’’Vaksin HIV penting untuk mengakhiri pandemi global dan kami harap vaksin ini berfungsi. Sayangnya, ternyata tidak,’’ ujar Dr Anthony Fauci dari National Institutes of Health (NIH) seperti dikutip BBC. Meski kecewa, Fauci menegaskan bahwa penelitian lain untuk menemukan vaksin HIV harus terus dilakukan.

Baca Juga:  Ini Kata Menko Polhukam Soal Omongan Rocky Gerung

Penelitian vaksin HVTN 702 tersebut disponsori National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Mereka melakukan uji coba pada lebih dari 5 ribu orang di Afrika Selatan (Afsel). Para relawan dibagi menjadi dua. Separo diberi vaksin yang asli. Separo lagi diberi suntikan placebo alias cairan tanpa isi vaksin di dalamnya.

Hasil awal dari uji klinis menunjukkan bahwa 129 orang yang diinjeksi vaksin tetap tertular HIV. Selain itu, ada 123 orang yang tertular HIV dari kelompok yang diberi suntikan placebo. Dengan kata lain, diberi atau tidak diberi vaksin, para relawan itu tetap saja tertular. Afsel adalah salah satu negara dengan tingkat penderita HIV/AIDS tertinggi di dunia.

Baca Juga:  Penjelasan Pemerintah Soal Pencabutan Bebas Visa bagi Warga China

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari