Kamis, 5 Maret 2026
- Advertisement -

PKL Kian Menjamur di Jalan HR Soebrantas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Bina Widya dan Tuah Madani kini semakin dipadati oleh para pedagang kali lima yang membuka lapak di pinggir jalan protokol tersebut.

Tak jarang, keberadaan mereka kerap menimbulkan kemacetan panjang karena kondisi badan jalan menjadi kian sempit dan membuat pengendara baik motor maupun mobil kesulitan untuk berbelok arah.

Pantauan Riau Pos,  Kamis (28/10) sepanjang Jalan HR Soebrantas mulai dari simpang Pasar Pagi Arengka hinggi Simpang Garuda Sakti tampak ratusan pedagang kaki lima memadati badan Jalan HR Soebrantas untuk menjajalkan dagangannya kepada pengendara yang melintas di jalan protokol tersebut.

Tak jarang, pengendara motor maupun mobil terlihat berhenti di badan jalan tepat di depan stand jualan PKLuntuk membeli dagangan mereka.

Akibatnya, kawasan yang padat akan arus lalu lintas tersebut menjadi tersendat dan tak jarang juga menyebakan kemacetan panjang karena pengendara yang sembarangan menghentikan kendaraannya.

Baca Juga:  Harga Sembako Masih Tinggi

Salah seorang pengendara mobil yang melintas di Jalan HR Soebrantas, Arya mengaku sedikit kesal dengan diambilnya badan jalan yang merupakan hak penggunaan jalan, baik motor maupun mobil untuk melintas dan kini dijadikan sebagai tempat berjualan.

Bahkan, posisi barang dagangan mereka diletakan tepat di dekat persimpangan jalan sehingga pengendara yang ingin berbelok arah kesulitan karena terkena lapak mereka.

Dirinya berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera menata dan menertibkan mereka karena dinilai sangat membahayakan keselamatan pengendara dan juga PKL sendiri. Apalagi tak hanya hak pengendara yang dirampas, namun hak pejalan kaki pun ikut dirampas dengan dijadikan sebagai tempat berjualan.

"Bagusnya mereka ditata. Ditempatkan di kawasan yang memang menjadi kawasan ekonomi sehingga mereka tidak berjualan di badan jalan. Karena kalau sampai kesenggol kendaraan bermotor nyawa mereka bisa ikut melayang," kata dia.

Baca Juga:  1.200 Mahasiswa Ajukan Permohonan Beasiswa Pemko Pekanbaru

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Iwan Samuel Parlindungan Simatupang melalui Kabid Ops Reza Aulia mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan protokol di Kota Bertuah.

Tak hanya mendata, mereka juga memberikan surat peringatan kepada para PKL agar segera memindahkan dagangan mereka jauh dari badan jalan serta trotoar karena mengganggu ketertiban umum.

"Kami selalu melakukan patroli dan memberikan peringatan tegas kepada para pkl. Tapi ya begitulah, saat kami datang mereka pergi setelah kami pergi mereka kembali kelokasi untuk menggelar dagangannya," ucap dia.(lim)

Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Bina Widya dan Tuah Madani kini semakin dipadati oleh para pedagang kali lima yang membuka lapak di pinggir jalan protokol tersebut.

Tak jarang, keberadaan mereka kerap menimbulkan kemacetan panjang karena kondisi badan jalan menjadi kian sempit dan membuat pengendara baik motor maupun mobil kesulitan untuk berbelok arah.

Pantauan Riau Pos,  Kamis (28/10) sepanjang Jalan HR Soebrantas mulai dari simpang Pasar Pagi Arengka hinggi Simpang Garuda Sakti tampak ratusan pedagang kaki lima memadati badan Jalan HR Soebrantas untuk menjajalkan dagangannya kepada pengendara yang melintas di jalan protokol tersebut.

Tak jarang, pengendara motor maupun mobil terlihat berhenti di badan jalan tepat di depan stand jualan PKLuntuk membeli dagangan mereka.

Akibatnya, kawasan yang padat akan arus lalu lintas tersebut menjadi tersendat dan tak jarang juga menyebakan kemacetan panjang karena pengendara yang sembarangan menghentikan kendaraannya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Warga Minta Jalan Rusak Segera Diperbaiki

Salah seorang pengendara mobil yang melintas di Jalan HR Soebrantas, Arya mengaku sedikit kesal dengan diambilnya badan jalan yang merupakan hak penggunaan jalan, baik motor maupun mobil untuk melintas dan kini dijadikan sebagai tempat berjualan.

Bahkan, posisi barang dagangan mereka diletakan tepat di dekat persimpangan jalan sehingga pengendara yang ingin berbelok arah kesulitan karena terkena lapak mereka.

- Advertisement -

Dirinya berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera menata dan menertibkan mereka karena dinilai sangat membahayakan keselamatan pengendara dan juga PKL sendiri. Apalagi tak hanya hak pengendara yang dirampas, namun hak pejalan kaki pun ikut dirampas dengan dijadikan sebagai tempat berjualan.

"Bagusnya mereka ditata. Ditempatkan di kawasan yang memang menjadi kawasan ekonomi sehingga mereka tidak berjualan di badan jalan. Karena kalau sampai kesenggol kendaraan bermotor nyawa mereka bisa ikut melayang," kata dia.

Baca Juga:  Sekuriti Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Fly Over

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Iwan Samuel Parlindungan Simatupang melalui Kabid Ops Reza Aulia mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan protokol di Kota Bertuah.

Tak hanya mendata, mereka juga memberikan surat peringatan kepada para PKL agar segera memindahkan dagangan mereka jauh dari badan jalan serta trotoar karena mengganggu ketertiban umum.

"Kami selalu melakukan patroli dan memberikan peringatan tegas kepada para pkl. Tapi ya begitulah, saat kami datang mereka pergi setelah kami pergi mereka kembali kelokasi untuk menggelar dagangannya," ucap dia.(lim)

Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Bina Widya dan Tuah Madani kini semakin dipadati oleh para pedagang kali lima yang membuka lapak di pinggir jalan protokol tersebut.

Tak jarang, keberadaan mereka kerap menimbulkan kemacetan panjang karena kondisi badan jalan menjadi kian sempit dan membuat pengendara baik motor maupun mobil kesulitan untuk berbelok arah.

Pantauan Riau Pos,  Kamis (28/10) sepanjang Jalan HR Soebrantas mulai dari simpang Pasar Pagi Arengka hinggi Simpang Garuda Sakti tampak ratusan pedagang kaki lima memadati badan Jalan HR Soebrantas untuk menjajalkan dagangannya kepada pengendara yang melintas di jalan protokol tersebut.

Tak jarang, pengendara motor maupun mobil terlihat berhenti di badan jalan tepat di depan stand jualan PKLuntuk membeli dagangan mereka.

Akibatnya, kawasan yang padat akan arus lalu lintas tersebut menjadi tersendat dan tak jarang juga menyebakan kemacetan panjang karena pengendara yang sembarangan menghentikan kendaraannya.

Baca Juga:  BPN Provinsi Riau Ekspos Hasil Integrasi Penyiapan Data LP2B

Salah seorang pengendara mobil yang melintas di Jalan HR Soebrantas, Arya mengaku sedikit kesal dengan diambilnya badan jalan yang merupakan hak penggunaan jalan, baik motor maupun mobil untuk melintas dan kini dijadikan sebagai tempat berjualan.

Bahkan, posisi barang dagangan mereka diletakan tepat di dekat persimpangan jalan sehingga pengendara yang ingin berbelok arah kesulitan karena terkena lapak mereka.

Dirinya berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera menata dan menertibkan mereka karena dinilai sangat membahayakan keselamatan pengendara dan juga PKL sendiri. Apalagi tak hanya hak pengendara yang dirampas, namun hak pejalan kaki pun ikut dirampas dengan dijadikan sebagai tempat berjualan.

"Bagusnya mereka ditata. Ditempatkan di kawasan yang memang menjadi kawasan ekonomi sehingga mereka tidak berjualan di badan jalan. Karena kalau sampai kesenggol kendaraan bermotor nyawa mereka bisa ikut melayang," kata dia.

Baca Juga:  Pelaksanaan Pemilu Aman dan Kondusif

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Iwan Samuel Parlindungan Simatupang melalui Kabid Ops Reza Aulia mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan protokol di Kota Bertuah.

Tak hanya mendata, mereka juga memberikan surat peringatan kepada para PKL agar segera memindahkan dagangan mereka jauh dari badan jalan serta trotoar karena mengganggu ketertiban umum.

"Kami selalu melakukan patroli dan memberikan peringatan tegas kepada para pkl. Tapi ya begitulah, saat kami datang mereka pergi setelah kami pergi mereka kembali kelokasi untuk menggelar dagangannya," ucap dia.(lim)

Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari