Selasa, 16 April 2024

Mobil Terseret Arus Banjir

Permukiman dan Jalan Terendam

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Kamis (22/2) dini hari hingga pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan serta permukiman warga tergenang.

Banjir merendam rumah warga di Perumahan Taman Cipta City, Jalan Cipta Karya Ujung, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani. Juga di Perumahan Sidomulyo,Kecamatan Marpoyan Damai.

- Advertisement -

Sementara banjir juga merendam sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Cipta Karya dan Jalan HR Soebrantas.

Derasnya arus air kemarin juga mampu menyeret satu unit mobil MPV terperosok hingga masuk ke dalam parit. Peristiwa itu terjadi di Jalan Gelatik, Perumahan Griya Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan Damai, kemarin. Ketinggian air yang merendam kawasan langganan banjir ini hingga mencapai betis orang dewasa.

Menurut salah seorang warga Imran, hujan deras di kawasan tersebut terjadi sejak pukul 01.00 WIB dini hari  dan baru reda sekitar pukul 09.00 WIB. Ia katakan, kawasan permukiman warga tersebut memang menjadi langganan banjir karena berada dekat dengan sejumlah aliran parit besar yang menampung semua air dari sejumlah kawasan yang ada di sekitar lokasi.

- Advertisement -

”Memang sudah kawasan rawan banjir di sini. Makanya kami nggak asing lagi. Kalau hujan lebat walaupun sebentar ya pasti banjir,” ucapnya.

Baca Juga:  Ratusan Warga Donorkan Darah

Sementara itu, pengendara yang kendaraannya terperosok Arul mengaku, peristiwa kendaraannya terseret arus banjir terjadi pukul 05.30 WIB. Saat itu semua badan jalan sudah rata dengan genangan air setinggi betis orang dewasa.

Ia yang ingin melakukan aktivitas lantas mengeluarkan kendaraannya dari dalam rumah. Namun karena tidak melihat keberadaan sejumlah parit yang ada di sekitar lokasi akhirnya bagian depan kendaraan terperosok masuk ke dalam saluran air. Hingga akhirnya, dibantu warga sekitar, mobil tersebut dievakuasi.

”Kejadiannya itu, setengah enam tadi pagi, hujan deras. Pagi tadi saya mau keluarkan mobil, mau berbelok ke kiri di depan ada saluran air, air kencang ketika berbelok mobil terseret ke dalam saluran air. Jalan sudah rata dengan air. Saya merasa terombang-ambing gak bisa dikendalikan mobil, makanya sampai dibiarkan terperosok dan saya meminta bantuan kepada masyarakat sekitar. Alhamdulillah kendaraan saya sudah berhasil dievakuasi bersama masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Zarman Candra belum lama ini juga sudah mengimbau kepada masyarakat di Kota Pekanbaru untuk selalu waspada terhadap potensi ringan hingga sedang masih bakal mengguyur kota.

”Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan banjir,” ucapnya.

Baca Juga:  Masa Transisi, Pedagang Pasar Bawah Tak Dipungut Sewa

Lanjut Zarman, saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru juga sudah memperpanjang status siaga darurat banjir hingga 29 Februari 2024 mendatang.

Di mana perpanjangan status siaga darurat ini karena mempertimbangkan kondisi cuaca yang masih penghujan, sehingga potensi bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas masih dapat terjadi.

Apalagi, lanjut Zarman beberapa hari terakhir di Kota Pekanbaru hujan cukup deras melanda di sejumlah titik rawan bencana sehingga tim pun turun ke lokasi rawan.

Ia pun memastikan untuk saat ini belum ada kawasan rawan yang terdampak banjir, namun di sejumlah lokasi yang terdampak pasang Sungai Siak masih terjadi.

”Tim selalu turun ke lokasi, makanya kami mengingatkan warga di sekitar pesisir sungai tetap berhati-hati dengan ancaman pasang sungai,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terutama yang berada di wilayah rawan banjir selama pemberlakuan status siaga darurat banjir di Kota Pekanbaru.

”Kami tetap komunikasi dengan BMKG terkait potensi hujan di pekan depan. Makanya kami minta masyarakat agar tetap waspada,” ujarnya.(ayi/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Kota

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Kamis (22/2) dini hari hingga pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan serta permukiman warga tergenang.

Banjir merendam rumah warga di Perumahan Taman Cipta City, Jalan Cipta Karya Ujung, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani. Juga di Perumahan Sidomulyo,Kecamatan Marpoyan Damai.

Sementara banjir juga merendam sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Cipta Karya dan Jalan HR Soebrantas.

Derasnya arus air kemarin juga mampu menyeret satu unit mobil MPV terperosok hingga masuk ke dalam parit. Peristiwa itu terjadi di Jalan Gelatik, Perumahan Griya Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan Damai, kemarin. Ketinggian air yang merendam kawasan langganan banjir ini hingga mencapai betis orang dewasa.

Menurut salah seorang warga Imran, hujan deras di kawasan tersebut terjadi sejak pukul 01.00 WIB dini hari  dan baru reda sekitar pukul 09.00 WIB. Ia katakan, kawasan permukiman warga tersebut memang menjadi langganan banjir karena berada dekat dengan sejumlah aliran parit besar yang menampung semua air dari sejumlah kawasan yang ada di sekitar lokasi.

”Memang sudah kawasan rawan banjir di sini. Makanya kami nggak asing lagi. Kalau hujan lebat walaupun sebentar ya pasti banjir,” ucapnya.

Baca Juga:  Masa Transisi, Pedagang Pasar Bawah Tak Dipungut Sewa

Sementara itu, pengendara yang kendaraannya terperosok Arul mengaku, peristiwa kendaraannya terseret arus banjir terjadi pukul 05.30 WIB. Saat itu semua badan jalan sudah rata dengan genangan air setinggi betis orang dewasa.

Ia yang ingin melakukan aktivitas lantas mengeluarkan kendaraannya dari dalam rumah. Namun karena tidak melihat keberadaan sejumlah parit yang ada di sekitar lokasi akhirnya bagian depan kendaraan terperosok masuk ke dalam saluran air. Hingga akhirnya, dibantu warga sekitar, mobil tersebut dievakuasi.

”Kejadiannya itu, setengah enam tadi pagi, hujan deras. Pagi tadi saya mau keluarkan mobil, mau berbelok ke kiri di depan ada saluran air, air kencang ketika berbelok mobil terseret ke dalam saluran air. Jalan sudah rata dengan air. Saya merasa terombang-ambing gak bisa dikendalikan mobil, makanya sampai dibiarkan terperosok dan saya meminta bantuan kepada masyarakat sekitar. Alhamdulillah kendaraan saya sudah berhasil dievakuasi bersama masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Zarman Candra belum lama ini juga sudah mengimbau kepada masyarakat di Kota Pekanbaru untuk selalu waspada terhadap potensi ringan hingga sedang masih bakal mengguyur kota.

”Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan banjir,” ucapnya.

Baca Juga:  Mitra Lama Kembali Menangi Tender Sampah

Lanjut Zarman, saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru juga sudah memperpanjang status siaga darurat banjir hingga 29 Februari 2024 mendatang.

Di mana perpanjangan status siaga darurat ini karena mempertimbangkan kondisi cuaca yang masih penghujan, sehingga potensi bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas masih dapat terjadi.

Apalagi, lanjut Zarman beberapa hari terakhir di Kota Pekanbaru hujan cukup deras melanda di sejumlah titik rawan bencana sehingga tim pun turun ke lokasi rawan.

Ia pun memastikan untuk saat ini belum ada kawasan rawan yang terdampak banjir, namun di sejumlah lokasi yang terdampak pasang Sungai Siak masih terjadi.

”Tim selalu turun ke lokasi, makanya kami mengingatkan warga di sekitar pesisir sungai tetap berhati-hati dengan ancaman pasang sungai,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terutama yang berada di wilayah rawan banjir selama pemberlakuan status siaga darurat banjir di Kota Pekanbaru.

”Kami tetap komunikasi dengan BMKG terkait potensi hujan di pekan depan. Makanya kami minta masyarakat agar tetap waspada,” ujarnya.(ayi/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Kota

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari