Kamis, 30 April 2026
- Advertisement -

Warga Tak Manfaatkan JPO untuk Menyeberang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meski sudah ada jembatan penyeberangan orang (JPO), namun sejumlah warga tetap memilih menyeberang jalan melintas di bawahnya. Seperti di ruas Jalan Jenderal Sudirman, pusat Kota Pekanbaru. Hal ini dinilai mengabaikan keselamatan, karena lalu lintas sering terpantau padat.

Dari pantauan Riau Pos di lapangan, kondisi ini terlihat di mana masih banyak warga mengabaikan JPO di depan Pasar Sukaramai Sudirman. Salah satunya disampaikan seorang warga yang pulang dari pasar pusat, Yeni.

"Capek naik tangga, kemudian saya khawatir juga JPO sudah keropos besinya," kata Yeni, yang saat itu melintas dibawah JPO pasar Sukaramai, Kamis (21/11).

Meskipun dinilai mengabaikan keselamatannya, Ia lebih memilih untuk menyeberang di jalan dari pada takut melintas di JPO. Karena menurutnya kondisi JPO sudah keropos.

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Ruas Jalan Terendam Banjir

Hal senada disampaikan warga lainnya, Devi. Ia lebih memilih menyeberangi jalan daripada menaiki JPO karena beralasan lebih cepat meskipun mengabaikan keselamatan dirinya.

"Lebih cepat menyeberang lagi, daripada menaiki JPO. Tentu tetap hati-hati," katanya. 

Menurut Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 24 tahun 2013 pada Bab V pasal 11 yang menjelaskan tentang Jembatan Penyeberangan Orang dapat dibangun dengan ketentuan seperti bila fasilitas penyeberangan dengan menggunakan zebra cros dan pelikan cross sudah mengganggu lalu lintas yang ada.

Kemudian poin kedua dalam aturan tersebut, pada ruas jalan dimana frekuensi terjadi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki cukup tinggi. Pada ruas jalan mempunyai arus lalu lintas pejalan kaki yang tinggi, serta arus kendaraan memiliki kecepatan tinggi.

Baca Juga:  Alokasikan Rp296 Miliar untuk Bengkalis

Memang kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ketentuan JPO tersebut dirasa kurang berjalan dengan baik.(*4)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meski sudah ada jembatan penyeberangan orang (JPO), namun sejumlah warga tetap memilih menyeberang jalan melintas di bawahnya. Seperti di ruas Jalan Jenderal Sudirman, pusat Kota Pekanbaru. Hal ini dinilai mengabaikan keselamatan, karena lalu lintas sering terpantau padat.

Dari pantauan Riau Pos di lapangan, kondisi ini terlihat di mana masih banyak warga mengabaikan JPO di depan Pasar Sukaramai Sudirman. Salah satunya disampaikan seorang warga yang pulang dari pasar pusat, Yeni.

"Capek naik tangga, kemudian saya khawatir juga JPO sudah keropos besinya," kata Yeni, yang saat itu melintas dibawah JPO pasar Sukaramai, Kamis (21/11).

Meskipun dinilai mengabaikan keselamatannya, Ia lebih memilih untuk menyeberang di jalan dari pada takut melintas di JPO. Karena menurutnya kondisi JPO sudah keropos.

Baca Juga:  Surya Dharma Terpilih Jadi JPU KPK

Hal senada disampaikan warga lainnya, Devi. Ia lebih memilih menyeberangi jalan daripada menaiki JPO karena beralasan lebih cepat meskipun mengabaikan keselamatan dirinya.

- Advertisement -

"Lebih cepat menyeberang lagi, daripada menaiki JPO. Tentu tetap hati-hati," katanya. 

Menurut Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 24 tahun 2013 pada Bab V pasal 11 yang menjelaskan tentang Jembatan Penyeberangan Orang dapat dibangun dengan ketentuan seperti bila fasilitas penyeberangan dengan menggunakan zebra cros dan pelikan cross sudah mengganggu lalu lintas yang ada.

- Advertisement -

Kemudian poin kedua dalam aturan tersebut, pada ruas jalan dimana frekuensi terjadi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki cukup tinggi. Pada ruas jalan mempunyai arus lalu lintas pejalan kaki yang tinggi, serta arus kendaraan memiliki kecepatan tinggi.

Baca Juga:  Atlet NPC Ditargetkan Raih Lima Emas

Memang kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ketentuan JPO tersebut dirasa kurang berjalan dengan baik.(*4)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meski sudah ada jembatan penyeberangan orang (JPO), namun sejumlah warga tetap memilih menyeberang jalan melintas di bawahnya. Seperti di ruas Jalan Jenderal Sudirman, pusat Kota Pekanbaru. Hal ini dinilai mengabaikan keselamatan, karena lalu lintas sering terpantau padat.

Dari pantauan Riau Pos di lapangan, kondisi ini terlihat di mana masih banyak warga mengabaikan JPO di depan Pasar Sukaramai Sudirman. Salah satunya disampaikan seorang warga yang pulang dari pasar pusat, Yeni.

"Capek naik tangga, kemudian saya khawatir juga JPO sudah keropos besinya," kata Yeni, yang saat itu melintas dibawah JPO pasar Sukaramai, Kamis (21/11).

Meskipun dinilai mengabaikan keselamatannya, Ia lebih memilih untuk menyeberang di jalan dari pada takut melintas di JPO. Karena menurutnya kondisi JPO sudah keropos.

Baca Juga:  Kemenag Pekanbaru Tentukan Qimat Zakat Fitrah Sesuai Harga Beras, Ini Daftarnya

Hal senada disampaikan warga lainnya, Devi. Ia lebih memilih menyeberangi jalan daripada menaiki JPO karena beralasan lebih cepat meskipun mengabaikan keselamatan dirinya.

"Lebih cepat menyeberang lagi, daripada menaiki JPO. Tentu tetap hati-hati," katanya. 

Menurut Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 24 tahun 2013 pada Bab V pasal 11 yang menjelaskan tentang Jembatan Penyeberangan Orang dapat dibangun dengan ketentuan seperti bila fasilitas penyeberangan dengan menggunakan zebra cros dan pelikan cross sudah mengganggu lalu lintas yang ada.

Kemudian poin kedua dalam aturan tersebut, pada ruas jalan dimana frekuensi terjadi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki cukup tinggi. Pada ruas jalan mempunyai arus lalu lintas pejalan kaki yang tinggi, serta arus kendaraan memiliki kecepatan tinggi.

Baca Juga:  Atlet NPC Ditargetkan Raih Lima Emas

Memang kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ketentuan JPO tersebut dirasa kurang berjalan dengan baik.(*4)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari