31.2 C
Pekanbaru
Jumat, 4 April 2025
spot_img

Ketahanan Pangan Dibangun Berbasis Pembangunan Perkotaan 

KOTA (RIAUPOS.CO) – Pemko Pekanbaru berusaha menciptakan ketahanan pangan dengan menerapkan kebijakan pangan berbasiskan pada pembangunan perkotaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru H Maisisco, Ahad (21/4) menjelaskan, kebijakan ini merupakan kebijakan yang menunjang terciptanya ketahanan pangan yang mengacu pada realitas perkotaan.

”Terdapat sejumlah kebijakan pangan di bidang perkotaan yang dilakukan oleh Kota Pekanbaru. Di antaranya adalah basis penguatannya bukan pada luas lahan yang digarap, melainkan pada pelaksanaan intensifikasi dan pemanfaatan teknologi,” kata Maisisco.

Ditambahkannya, penguatan kebijakan pangan ini tidak mungkin sama dengan kebijakan di wilayah kabupaten. Karena faktanya, luas lahan yang tersedia di Pekanbaru memang relatif terbatas.

”Keterbatasan ruang itulah yang mengharusnya upaya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting,” jelasnya lagi.

Baca Juga:  Pasar Cik Puan Terbengkalai, Pemko Tunggu Legalitas

Apalagi dalam pengaplikasiannya di Kota Pekanbaru, hampir sebagian besar aktivitas kebijakan di dalam ketahanan pangan memanfaatkan ruang yang terbatas.

Misalnya saja, saat ini, petani lokal sudah banyak yang mengembangkan pertanian dengan pola hidroponik, banyak juga yang memanfaatkan keterbatasan lahan dengan memanfatkan pekarangan dan memperkuat intensifikasi.

Pihaknya berharap ke depannya, pemanfaatan teknologi dapat mengambil peranan dalam penguatan ketahanan pangan.

- Advertisement -

”Kita harus mengacu pada kota-kota besar lainnya. Seperti di Jepang, Korea, yang masyarakatnya sudah memanfaatkan atap rumah sebagai lahan terbas untuk menanam bahan kebutuhan pangan keluarga,” kata dia.

Maisisco mengaku sudah melihat beberapa inovasi yang dilakukan para petani dan pegiat tanaman pangan di Kota Pekanbaru yang memanfaatkan peran teknologi sebagai sarana mengatasi terbatasnya lahan.

Baca Juga:  Gelar Salat Jumat, Masjid Ar Rahman Pekanbaru Terapkan Protokol Kesehatan

DKP mencatat setidaknya, saat ini total 23 persen dari keperluan pangan lokal disuplai dari petani dan kelompok masyarakat lokal.

Hal ini menunjukkan masih banyak peluang yang bisa diambil untuk meningkatkan hasil pangan sekaligus diharapkan bisa mendukung penanganan kawasan rawan pangan.

”Diharapkan sembakin banyak petani lokal yang sukses menerapkan sejumlah metode penanaman dengan maksimal lahan di perkotaan ini sehingga ketahanan pangan dapat terjaga,” tuturnya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Banjir Rob Genangi Daerah Pesisir Dumai, Hari Raya Tetap Jalan

Banjir pasang air laut atau yang dikenal dengan rob, kembali muncul sejak hari pertama Idulfitri 1446 H dan menggenangi sejumlah dataran rendah di daerah pesisir pantai dan sepanjang aliran sungai di wilayah Kota Dumai.

Libur Lebaran, Tempat Wisata di Rohul Dipadati Warga – Kapolres Imbau Tingkatkan Keamanan

Libur Hari Raya Idulfitri 1446 H dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk berkunjung ke berbagai objek wisata dan taman bermain bersama keluarga. Sejumlah lokasi wisata pun tampak dipadati pengunjung selama momen cuti bersama ini.

Istri Korban Minta Hukuman Mati bagi Pelaku Penikaman di Bagansiapiapi

Istri almarhum Herman yang merupakan salah satu korban tewas akibat ditikam di Kompleks BMH (Bum Me He) Gang Utama 3, Jalan Utama, Bagansiapiapi meminta agar pelaku penikaman yang menewaskan suaminya bisa dihukum berat.

Wako Pekanbaru Pastikan Tak Ada Penumpukan Sampah di TPS

PENANGANAN sampah di Kota Pekanbaru menjadi atensi serius Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho. Tak ingin terjadi penumpukan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) di momentum masih Idulfitri 1446 H, Agung Nugroho melakukan peninjauan ke sejumlah TPS di Pekanbaru, Kamis (3/4).