Minggu, 23 Juni 2024

Pasar Tradisional Berper Turunkan Inflasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mendorong pemerintah daerah untuk menggalakkan pasar tradisional di daerahnya masing-masing. Pasalnya, pasar tradisional yang banyak menjual produk lokal daerah terbukti dapat menurunkan inflasi di Riau.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau M Taufiq OH mengatakan, pasar tradisional yang sudah berhasil menurunkan angka inflasi yakni yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Di mana pada kabupaten ini terdapat pasar tradisional berkonsep Pasar Apung.

- Advertisement -

“Sejauh ini Pasar Apung di Inhil hingga kini masih dipertahankan masyarakat di daerah itu. Kegiatan ini berkontribusi besar terhadap stabilitas inflasi di sana,” katanya.

Lebih lanjut dikatakanya, kegiatan Pasar Apung oleh warga setempat membuat panen hasil pertanian mereka terserap maksimal oleh kebutuhan lokal. Bahkan tak memerlukan rantai pasok yang terlalu panjang.

“Di Inhil itu masyarakat masih sering melakukan transaksi di Pasar Apung. Jadi komoditi pangan masyarakat di sana, tak ke mana-mana, habisnya di situ saja. Terbukti inflasinya rendah dan cenderung stabil. Ini memberikan kepastian dan ketahanan ekonomi bagi masyarakat. Harganya yang sangat terjangkau membuat daya beli masyarakat setempat tetap stabil,” ujarnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Firdaus Beri Jawaban soal Banjir dan Sampah

Lebih lanjut dikatakanya, dalam konteks komoditi, Inhil tetap menjadi kekuatan ekonomi dengan ketersediaan yang selalu terjaga.

Keputusan untuk tidak menjual hasil panen ke daerah lain memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pertanian tetap di dalam komunitas, menciptakan lingkungan yang berkelanjutan secara ekonomi.

Taufiq menjelaskan, sektor pertanian yang kuat di Inhil tidak hanya memberikan stabilitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Dengan menikmati hasil panen berkualitas tinggi secara lokal, penduduk Inhil tidak hanya mendukung ekonomi mereka sendiri tetapi juga memelihara tradisi dan kearifan lokal,” tuturnya.

Pasar Apung sebagai pusat kegiatan ekonomi lokal menjadi cermin kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Keunikan pasar ini menciptakan suasana yang ramai dan berwarna setiap kali masyarakat berkumpul untuk berbelanja.

Baca Juga:  Pemprov Bentuk Satgas Terpadu

Dengan begitu, Inhil bukan hanya sebuah daerah dengan tingkat inflasi rendah, tetapi juga sebuah komunitas yang memiliki kebijakan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan kearifan lokal yang memperkaya kehidupan masyarakatnya.

Melalui kebiasaan berbelanja di Pasar Apung dan menjaga ketersediaan hasil panen secara lokal, Inhil memberikan contoh positif tentang bagaimana sebuah daerah dapat mencapai stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.

“Salah satu ciri khas yang membuat Inhil unik adalah kebiasaan masyarakatnya yang gemar berbelanja di Pasar Apung. Meskipun panen hasil pertanian di daerah ini mungkin jumlahnya terbatas, namun kebijakan menjualnya hanya di lingkungan sekitar menciptakan keberlanjutan ekonomi lokal. Hasil panen yang sedikit tetapi berkualitas tinggi ini menjadi langganan bagi masyarakat setempat,” jelasnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mendorong pemerintah daerah untuk menggalakkan pasar tradisional di daerahnya masing-masing. Pasalnya, pasar tradisional yang banyak menjual produk lokal daerah terbukti dapat menurunkan inflasi di Riau.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau M Taufiq OH mengatakan, pasar tradisional yang sudah berhasil menurunkan angka inflasi yakni yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Di mana pada kabupaten ini terdapat pasar tradisional berkonsep Pasar Apung.

“Sejauh ini Pasar Apung di Inhil hingga kini masih dipertahankan masyarakat di daerah itu. Kegiatan ini berkontribusi besar terhadap stabilitas inflasi di sana,” katanya.

Lebih lanjut dikatakanya, kegiatan Pasar Apung oleh warga setempat membuat panen hasil pertanian mereka terserap maksimal oleh kebutuhan lokal. Bahkan tak memerlukan rantai pasok yang terlalu panjang.

“Di Inhil itu masyarakat masih sering melakukan transaksi di Pasar Apung. Jadi komoditi pangan masyarakat di sana, tak ke mana-mana, habisnya di situ saja. Terbukti inflasinya rendah dan cenderung stabil. Ini memberikan kepastian dan ketahanan ekonomi bagi masyarakat. Harganya yang sangat terjangkau membuat daya beli masyarakat setempat tetap stabil,” ujarnya.

Baca Juga:  Residivis Tertangkap Jual Sabu

Lebih lanjut dikatakanya, dalam konteks komoditi, Inhil tetap menjadi kekuatan ekonomi dengan ketersediaan yang selalu terjaga.

Keputusan untuk tidak menjual hasil panen ke daerah lain memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pertanian tetap di dalam komunitas, menciptakan lingkungan yang berkelanjutan secara ekonomi.

Taufiq menjelaskan, sektor pertanian yang kuat di Inhil tidak hanya memberikan stabilitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Dengan menikmati hasil panen berkualitas tinggi secara lokal, penduduk Inhil tidak hanya mendukung ekonomi mereka sendiri tetapi juga memelihara tradisi dan kearifan lokal,” tuturnya.

Pasar Apung sebagai pusat kegiatan ekonomi lokal menjadi cermin kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Keunikan pasar ini menciptakan suasana yang ramai dan berwarna setiap kali masyarakat berkumpul untuk berbelanja.

Baca Juga:  Pemakaman Bripka Anumerta Hendra Saut yang Gugur di Papua

Dengan begitu, Inhil bukan hanya sebuah daerah dengan tingkat inflasi rendah, tetapi juga sebuah komunitas yang memiliki kebijakan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan kearifan lokal yang memperkaya kehidupan masyarakatnya.

Melalui kebiasaan berbelanja di Pasar Apung dan menjaga ketersediaan hasil panen secara lokal, Inhil memberikan contoh positif tentang bagaimana sebuah daerah dapat mencapai stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.

“Salah satu ciri khas yang membuat Inhil unik adalah kebiasaan masyarakatnya yang gemar berbelanja di Pasar Apung. Meskipun panen hasil pertanian di daerah ini mungkin jumlahnya terbatas, namun kebijakan menjualnya hanya di lingkungan sekitar menciptakan keberlanjutan ekonomi lokal. Hasil panen yang sedikit tetapi berkualitas tinggi ini menjadi langganan bagi masyarakat setempat,” jelasnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari