Selasa, 18 Juni 2024

Pemprov Buat DED Jembatan Bengkalis-Sungai Pakning 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gubernur Riau (Gubri) H Edy Natar Nasution kembali melaksanakan rapat lanjutan membahas perencanaan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Bengkalis ke Sungai Pakning, Bukit Batu (Pulau Sumatra). Di mana, pembangunan infrastruktur ini digadang-gadang menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, membentang sepanjang 6,1 kilometer.

Dikatakan Gubri, pembangunan jembatan tersebut penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarpulau di wilayah Riau. Ia menambahkan, ada berbagai faktor penting seperti terkait historis, ekonomi, alasan strategis, kompromistis, dan logis.

- Advertisement -

“Faktor jembatan ini dibangun karena ada alasan historis, ekonomi, strategis,  kompromistis, dan logis. Itu semua teragumentasikan sehingga sampailah pada satu kesimpulan bahwa jembatan itu sangat diperlukan,” katanya.

Dijelaskannya, pembangunan infrastruktur tersebut akan memberikan dampak positif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas akses transportasi. Selain itu, untuk memperkokoh integrasi antarapulau Bengkalis dengan Pulau Sumatera.

“Itulah kemarin saya ingin kenapa harus ada diskusi lanjutan. Setelah kita mencoba membangun kesepakatan, kemudian kita sendiri di sini sudah mencoba untuk membuat DED atau produk perencanaan. Kemudian, untuk di Kabupaten sendiri ya juga melakukan persiapannya. Ini harus terlihat progresnya sampai sejauh mana,” jelasnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Bengkalis Raih Terbaik II Atasi Tengkes Se-Riau

Diungkapkan Gubri, sangat perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan dari pemerintah pusat, dinas terkait, dan ahli teknis. Menurutnya dengan bekerja sama bisa menjadikan strategi serta langkah-langkah konkret dalam mengatasi berbagai tantangan teknis dan administratif dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Ketika jembatan ini merupakan terpanjang se-Indonesia, itu sudah menjadi sebuah destinasi wisata tersendiri. Ketika orang datang ke jembatan itu, dia akan lihat itu di pulau depan itu ada apa. Barulah terlihat ada perkebunan durian terbesar, ada pusat penelitian durian terbesar, ada laboratorium durian terbesar, itulah yang membuat perekenomian akan berkembang,” lanjutnya.

Gubri Edy Nasution optimistis, bahwa pembangunan jembatan penghubung pulau Bengkalis ini akan memberi manfaat yang besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Riau secara keseluruhan. Dengan demikian, penting dilakukan koordinasi berkelanjutan.

Baca Juga:  Ada Spectacular Air Mancur Menari di Alam Mayang

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Riau, Yohanis Tulak, menuturkan sebagai perwakilan dari Kemenetrian PUPR tentu saja pihaknya siap akan berkoordinasi terkait pembangunan jembatan. Ia menambahkan, segala perencanaan yang sudah dibahas tadi maka akan dilakukan komunikasi kepada pimpinan pusat.

“Kami sudah selesai rapat dengan Bapak Gubernur, sebagai unsur Kementrian PUPR di daerah akan menghadiri rapat tadi. Kita akan mengkoordinasikan rencana pembangunan jembatan dari Pemda kepada pimpinan di Kementerian,” tuturnya.

“Saya rasa luar biasa tentang rencana dari Pemda, karena ini merupakan mega proyek akan membuat jembatan terpanjang. Jadi Kementerian PUPR selaku pembina teknis infrastruktur siap untuk melakukan koordinasi dan memberikan advis teknis terkait dengan desain,” pungkasnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gubernur Riau (Gubri) H Edy Natar Nasution kembali melaksanakan rapat lanjutan membahas perencanaan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Bengkalis ke Sungai Pakning, Bukit Batu (Pulau Sumatra). Di mana, pembangunan infrastruktur ini digadang-gadang menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, membentang sepanjang 6,1 kilometer.

Dikatakan Gubri, pembangunan jembatan tersebut penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarpulau di wilayah Riau. Ia menambahkan, ada berbagai faktor penting seperti terkait historis, ekonomi, alasan strategis, kompromistis, dan logis.

“Faktor jembatan ini dibangun karena ada alasan historis, ekonomi, strategis,  kompromistis, dan logis. Itu semua teragumentasikan sehingga sampailah pada satu kesimpulan bahwa jembatan itu sangat diperlukan,” katanya.

Dijelaskannya, pembangunan infrastruktur tersebut akan memberikan dampak positif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas akses transportasi. Selain itu, untuk memperkokoh integrasi antarapulau Bengkalis dengan Pulau Sumatera.

“Itulah kemarin saya ingin kenapa harus ada diskusi lanjutan. Setelah kita mencoba membangun kesepakatan, kemudian kita sendiri di sini sudah mencoba untuk membuat DED atau produk perencanaan. Kemudian, untuk di Kabupaten sendiri ya juga melakukan persiapannya. Ini harus terlihat progresnya sampai sejauh mana,” jelasnya.

Baca Juga:  Polresta Kerahkan Tim Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Diungkapkan Gubri, sangat perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan dari pemerintah pusat, dinas terkait, dan ahli teknis. Menurutnya dengan bekerja sama bisa menjadikan strategi serta langkah-langkah konkret dalam mengatasi berbagai tantangan teknis dan administratif dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Ketika jembatan ini merupakan terpanjang se-Indonesia, itu sudah menjadi sebuah destinasi wisata tersendiri. Ketika orang datang ke jembatan itu, dia akan lihat itu di pulau depan itu ada apa. Barulah terlihat ada perkebunan durian terbesar, ada pusat penelitian durian terbesar, ada laboratorium durian terbesar, itulah yang membuat perekenomian akan berkembang,” lanjutnya.

Gubri Edy Nasution optimistis, bahwa pembangunan jembatan penghubung pulau Bengkalis ini akan memberi manfaat yang besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Riau secara keseluruhan. Dengan demikian, penting dilakukan koordinasi berkelanjutan.

Baca Juga:  Musrenbang Senapelan Hasilkan 60 Usulan Prioritas

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Riau, Yohanis Tulak, menuturkan sebagai perwakilan dari Kemenetrian PUPR tentu saja pihaknya siap akan berkoordinasi terkait pembangunan jembatan. Ia menambahkan, segala perencanaan yang sudah dibahas tadi maka akan dilakukan komunikasi kepada pimpinan pusat.

“Kami sudah selesai rapat dengan Bapak Gubernur, sebagai unsur Kementrian PUPR di daerah akan menghadiri rapat tadi. Kita akan mengkoordinasikan rencana pembangunan jembatan dari Pemda kepada pimpinan di Kementerian,” tuturnya.

“Saya rasa luar biasa tentang rencana dari Pemda, karena ini merupakan mega proyek akan membuat jembatan terpanjang. Jadi Kementerian PUPR selaku pembina teknis infrastruktur siap untuk melakukan koordinasi dan memberikan advis teknis terkait dengan desain,” pungkasnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari