Minggu, 6 April 2025
spot_img

Asyiknya Bincang Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMA, mengikuti bincang novel berjudul Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman, Sabtu (14/9) di perpustakaan Soeman HS. Novel yang merupakan catatan perjalanan ini ditulis oleh Bambang Kariyawan Ys, Freddy Antara, Meiza Ihsan dan Rizki Andrian.

Bincang novel ini menghadirkan novelis perempuan Riau Nafi'ah Al Mi'rab, duta baca Riau Wamdi, novelis dan redaktur majalah budaya Annida Arlen Araguci dan sastrawan Riau Bambang Kariyawan yang juga salah seorang penulis dalam novel ini. Beberapa sastrawan Riau seperti Kunni Masrohanti dan Dahrial Iskandar, juga hadir.

''Kami sangat senang dengan diskusi atau bincang-bincang sastra yang kembali dilaksanakan di perpustakaan kita ini. Kalau perlu setiap minggu ada aktivitas literasi seperti ini,'' kata Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau, Iwan SH MSi yang membuka kegiatan tersebut mewakili kepala dinas.

Baca Juga:  Timbangan di TPA 2 Muara Fajar Diaktifkan

Nafi'ah lebih banyak bercerita tentang proses kreatif menjadi penulis, sedang Arlen lebih banyak mengupas buku Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman. Wamdi juga membahas buku tersebut yang disebutnya antara novel atau tidak dengan bentuk catatan monolog dan kekuatan diksi-diksi yang ada di dalamnya. Ia juga menyebutkan buku tersebut sebagai bukti mudahnya menulis, termasuk pengalaman setiap orang, termasuk buku itu yang berangkat dari pengalaman penulis-penulisnya.

Sementara, Bambang Kariyawan, menceritakan kembali apa yang telah ditulisnya dalam novel tersebut, yakni tentang pengalamannya saat menjalankan ibadah haji di tanah suci. ''Pengalaman saat menunaikan ibadah haji di tanah suci, ini yang saya tulis dan menjadi buku ini. Waktu itu saya merasa sangat punya waktu banyak, padahal saya sudah beribadah full. Maka saya manfaatkan untuk menulis. Tidak ada yang sulit dalam menulis, yang penting dimulai,'' katanya.

Baca Juga:  Minta Pemprov Jaga Stabilitas Harga Sembako

Acara yang digagas Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru dalam Bangsal Sastrawan ini diawali dengan pembacaan puisi oleh Kunni Masrohanti dan Arlen Araguci. Keduanya membaca puisi tentang asap, sesuai dengan kondisi Pekanbaru saat ini.(kun)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMA, mengikuti bincang novel berjudul Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman, Sabtu (14/9) di perpustakaan Soeman HS. Novel yang merupakan catatan perjalanan ini ditulis oleh Bambang Kariyawan Ys, Freddy Antara, Meiza Ihsan dan Rizki Andrian.

Bincang novel ini menghadirkan novelis perempuan Riau Nafi'ah Al Mi'rab, duta baca Riau Wamdi, novelis dan redaktur majalah budaya Annida Arlen Araguci dan sastrawan Riau Bambang Kariyawan yang juga salah seorang penulis dalam novel ini. Beberapa sastrawan Riau seperti Kunni Masrohanti dan Dahrial Iskandar, juga hadir.

''Kami sangat senang dengan diskusi atau bincang-bincang sastra yang kembali dilaksanakan di perpustakaan kita ini. Kalau perlu setiap minggu ada aktivitas literasi seperti ini,'' kata Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau, Iwan SH MSi yang membuka kegiatan tersebut mewakili kepala dinas.

Baca Juga:  Korban Kebakaran di Jalan Pahlawan Diberi Bantuan

Nafi'ah lebih banyak bercerita tentang proses kreatif menjadi penulis, sedang Arlen lebih banyak mengupas buku Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman. Wamdi juga membahas buku tersebut yang disebutnya antara novel atau tidak dengan bentuk catatan monolog dan kekuatan diksi-diksi yang ada di dalamnya. Ia juga menyebutkan buku tersebut sebagai bukti mudahnya menulis, termasuk pengalaman setiap orang, termasuk buku itu yang berangkat dari pengalaman penulis-penulisnya.

Sementara, Bambang Kariyawan, menceritakan kembali apa yang telah ditulisnya dalam novel tersebut, yakni tentang pengalamannya saat menjalankan ibadah haji di tanah suci. ''Pengalaman saat menunaikan ibadah haji di tanah suci, ini yang saya tulis dan menjadi buku ini. Waktu itu saya merasa sangat punya waktu banyak, padahal saya sudah beribadah full. Maka saya manfaatkan untuk menulis. Tidak ada yang sulit dalam menulis, yang penting dimulai,'' katanya.

Baca Juga:  Kenaikan Harga Gas Elpiji Nonsubsidi Dikeluhkan

Acara yang digagas Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru dalam Bangsal Sastrawan ini diawali dengan pembacaan puisi oleh Kunni Masrohanti dan Arlen Araguci. Keduanya membaca puisi tentang asap, sesuai dengan kondisi Pekanbaru saat ini.(kun)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Asyiknya Bincang Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMA, mengikuti bincang novel berjudul Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman, Sabtu (14/9) di perpustakaan Soeman HS. Novel yang merupakan catatan perjalanan ini ditulis oleh Bambang Kariyawan Ys, Freddy Antara, Meiza Ihsan dan Rizki Andrian.

Bincang novel ini menghadirkan novelis perempuan Riau Nafi'ah Al Mi'rab, duta baca Riau Wamdi, novelis dan redaktur majalah budaya Annida Arlen Araguci dan sastrawan Riau Bambang Kariyawan yang juga salah seorang penulis dalam novel ini. Beberapa sastrawan Riau seperti Kunni Masrohanti dan Dahrial Iskandar, juga hadir.

''Kami sangat senang dengan diskusi atau bincang-bincang sastra yang kembali dilaksanakan di perpustakaan kita ini. Kalau perlu setiap minggu ada aktivitas literasi seperti ini,'' kata Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau, Iwan SH MSi yang membuka kegiatan tersebut mewakili kepala dinas.

Baca Juga:  PSBB Diperpanjang, Masyarakat Belum Paham

Nafi'ah lebih banyak bercerita tentang proses kreatif menjadi penulis, sedang Arlen lebih banyak mengupas buku Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman. Wamdi juga membahas buku tersebut yang disebutnya antara novel atau tidak dengan bentuk catatan monolog dan kekuatan diksi-diksi yang ada di dalamnya. Ia juga menyebutkan buku tersebut sebagai bukti mudahnya menulis, termasuk pengalaman setiap orang, termasuk buku itu yang berangkat dari pengalaman penulis-penulisnya.

Sementara, Bambang Kariyawan, menceritakan kembali apa yang telah ditulisnya dalam novel tersebut, yakni tentang pengalamannya saat menjalankan ibadah haji di tanah suci. ''Pengalaman saat menunaikan ibadah haji di tanah suci, ini yang saya tulis dan menjadi buku ini. Waktu itu saya merasa sangat punya waktu banyak, padahal saya sudah beribadah full. Maka saya manfaatkan untuk menulis. Tidak ada yang sulit dalam menulis, yang penting dimulai,'' katanya.

Baca Juga:  PLTU Co-firing Enceng Gondok Raih Penghargaan Internasional

Acara yang digagas Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru dalam Bangsal Sastrawan ini diawali dengan pembacaan puisi oleh Kunni Masrohanti dan Arlen Araguci. Keduanya membaca puisi tentang asap, sesuai dengan kondisi Pekanbaru saat ini.(kun)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMA, mengikuti bincang novel berjudul Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman, Sabtu (14/9) di perpustakaan Soeman HS. Novel yang merupakan catatan perjalanan ini ditulis oleh Bambang Kariyawan Ys, Freddy Antara, Meiza Ihsan dan Rizki Andrian.

Bincang novel ini menghadirkan novelis perempuan Riau Nafi'ah Al Mi'rab, duta baca Riau Wamdi, novelis dan redaktur majalah budaya Annida Arlen Araguci dan sastrawan Riau Bambang Kariyawan yang juga salah seorang penulis dalam novel ini. Beberapa sastrawan Riau seperti Kunni Masrohanti dan Dahrial Iskandar, juga hadir.

''Kami sangat senang dengan diskusi atau bincang-bincang sastra yang kembali dilaksanakan di perpustakaan kita ini. Kalau perlu setiap minggu ada aktivitas literasi seperti ini,'' kata Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau, Iwan SH MSi yang membuka kegiatan tersebut mewakili kepala dinas.

Baca Juga:  Mahasiswa IBT Pelita Indonesia Ikuti ISCCI 2021 Raih 3rd Winner Group

Nafi'ah lebih banyak bercerita tentang proses kreatif menjadi penulis, sedang Arlen lebih banyak mengupas buku Catatan Ayat Lelaki ar-Rahman. Wamdi juga membahas buku tersebut yang disebutnya antara novel atau tidak dengan bentuk catatan monolog dan kekuatan diksi-diksi yang ada di dalamnya. Ia juga menyebutkan buku tersebut sebagai bukti mudahnya menulis, termasuk pengalaman setiap orang, termasuk buku itu yang berangkat dari pengalaman penulis-penulisnya.

Sementara, Bambang Kariyawan, menceritakan kembali apa yang telah ditulisnya dalam novel tersebut, yakni tentang pengalamannya saat menjalankan ibadah haji di tanah suci. ''Pengalaman saat menunaikan ibadah haji di tanah suci, ini yang saya tulis dan menjadi buku ini. Waktu itu saya merasa sangat punya waktu banyak, padahal saya sudah beribadah full. Maka saya manfaatkan untuk menulis. Tidak ada yang sulit dalam menulis, yang penting dimulai,'' katanya.

Baca Juga:  Korban Kebakaran di Jalan Pahlawan Diberi Bantuan

Acara yang digagas Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru dalam Bangsal Sastrawan ini diawali dengan pembacaan puisi oleh Kunni Masrohanti dan Arlen Araguci. Keduanya membaca puisi tentang asap, sesuai dengan kondisi Pekanbaru saat ini.(kun)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari