Minggu, 16 Agustus 2026
- Advertisement -

Kesehatan Hewan Kurban Mulai Diperiksa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mendekati Hari Raya Iduladha 1442 H, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan dan pedagang. Selasa (13/7), pemeriksaan dilakukan di peternakan sapi, Jalan Melati, Kecamatan Tenayan Raya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kualitas hewan kurban. Kasi Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru drh M I Rita Setyawati menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan guna memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban. Seperti pemeriksaan umur, mata, hidung, gigi dan aktivitas hewan kurban.

Nantinya, setelah dilakukan pemeriksaan akan dikeluarkan surat kesehatan hewan dan surat izin potong apabila hewan dinyatakan sehat dan layak dilakukan pemotongan kurban.

Baca Juga:  Pajak Daerah Pekanbaru Dihimpun Rp583 Miliar

"Apabila hewan yang ada ini sehat akan kami sertakan  surat keterangan kesehatan hewan yang kami berikan kepada  peternak ataupun pedagang untuk nantinya diserahkan ke masjid saat pengantaran sapi jelang kurban," katanya, kemarin.

Lanjut Rita, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 40 hewan kurban yang terdiri dari sapi berjenis limosin, lokal, dan bali. Dan semuanya sehat dan siap untuk dijual kepada masyarakat. "Untuk pemeriksaan kesehatan hewan ini sudah

pasti wajib. Apalagi ini sapi di luar Provinsi Riau seperti sapi jenis bali. Biasanya sapi jenis ini punya penyakit yang namanya jemrana dan ini yang kami cek dan pastikan sudah aman dari penyakit tersebut," ungkapnya.

Baca Juga:  Puluhan Rumah Dihantam Puting Beliung di Pekanbaru

Sementara itu, pemilik peternakan kandang sapi Melati Ivan mengaku sebelum puluhan sapi miliknya sampai ke Pekanbaru, ia terlebih dahulu memberikan perawatan khusus agar sapi tidak stres dan sakit.

Sapi diberi makanan dan vitamin yang diresepkan oleh dokter hewan. Dan pihaknya juga meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pengecekan kesehatan sebelum dijual kepada masyarakat.

"Kalau untuk harga mulai dari Rp16 juta hingga Rp17 juta dan juga ada yang mulai dari Rp30 juta dengan jenis tertentu," ujarnya.(ayi)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mendekati Hari Raya Iduladha 1442 H, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan dan pedagang. Selasa (13/7), pemeriksaan dilakukan di peternakan sapi, Jalan Melati, Kecamatan Tenayan Raya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kualitas hewan kurban. Kasi Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru drh M I Rita Setyawati menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan guna memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban. Seperti pemeriksaan umur, mata, hidung, gigi dan aktivitas hewan kurban.

Nantinya, setelah dilakukan pemeriksaan akan dikeluarkan surat kesehatan hewan dan surat izin potong apabila hewan dinyatakan sehat dan layak dilakukan pemotongan kurban.

Baca Juga:  Uji Kompetensi Selesai, Hasil Belum Diketahui

"Apabila hewan yang ada ini sehat akan kami sertakan  surat keterangan kesehatan hewan yang kami berikan kepada  peternak ataupun pedagang untuk nantinya diserahkan ke masjid saat pengantaran sapi jelang kurban," katanya, kemarin.

Lanjut Rita, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 40 hewan kurban yang terdiri dari sapi berjenis limosin, lokal, dan bali. Dan semuanya sehat dan siap untuk dijual kepada masyarakat. "Untuk pemeriksaan kesehatan hewan ini sudah

- Advertisement -

pasti wajib. Apalagi ini sapi di luar Provinsi Riau seperti sapi jenis bali. Biasanya sapi jenis ini punya penyakit yang namanya jemrana dan ini yang kami cek dan pastikan sudah aman dari penyakit tersebut," ungkapnya.

Baca Juga:  Segera Atasi Genangan di Jalan Paus Rumbai

Sementara itu, pemilik peternakan kandang sapi Melati Ivan mengaku sebelum puluhan sapi miliknya sampai ke Pekanbaru, ia terlebih dahulu memberikan perawatan khusus agar sapi tidak stres dan sakit.

- Advertisement -

Sapi diberi makanan dan vitamin yang diresepkan oleh dokter hewan. Dan pihaknya juga meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pengecekan kesehatan sebelum dijual kepada masyarakat.

"Kalau untuk harga mulai dari Rp16 juta hingga Rp17 juta dan juga ada yang mulai dari Rp30 juta dengan jenis tertentu," ujarnya.(ayi)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mendekati Hari Raya Iduladha 1442 H, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan dan pedagang. Selasa (13/7), pemeriksaan dilakukan di peternakan sapi, Jalan Melati, Kecamatan Tenayan Raya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kualitas hewan kurban. Kasi Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru drh M I Rita Setyawati menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan guna memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban. Seperti pemeriksaan umur, mata, hidung, gigi dan aktivitas hewan kurban.

Nantinya, setelah dilakukan pemeriksaan akan dikeluarkan surat kesehatan hewan dan surat izin potong apabila hewan dinyatakan sehat dan layak dilakukan pemotongan kurban.

Baca Juga:  Hingga Maret, Karhutla di Riau Mencapai 123 Hektare

"Apabila hewan yang ada ini sehat akan kami sertakan  surat keterangan kesehatan hewan yang kami berikan kepada  peternak ataupun pedagang untuk nantinya diserahkan ke masjid saat pengantaran sapi jelang kurban," katanya, kemarin.

Lanjut Rita, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 40 hewan kurban yang terdiri dari sapi berjenis limosin, lokal, dan bali. Dan semuanya sehat dan siap untuk dijual kepada masyarakat. "Untuk pemeriksaan kesehatan hewan ini sudah

pasti wajib. Apalagi ini sapi di luar Provinsi Riau seperti sapi jenis bali. Biasanya sapi jenis ini punya penyakit yang namanya jemrana dan ini yang kami cek dan pastikan sudah aman dari penyakit tersebut," ungkapnya.

Baca Juga:  Pajak Daerah Pekanbaru Dihimpun Rp583 Miliar

Sementara itu, pemilik peternakan kandang sapi Melati Ivan mengaku sebelum puluhan sapi miliknya sampai ke Pekanbaru, ia terlebih dahulu memberikan perawatan khusus agar sapi tidak stres dan sakit.

Sapi diberi makanan dan vitamin yang diresepkan oleh dokter hewan. Dan pihaknya juga meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pengecekan kesehatan sebelum dijual kepada masyarakat.

"Kalau untuk harga mulai dari Rp16 juta hingga Rp17 juta dan juga ada yang mulai dari Rp30 juta dengan jenis tertentu," ujarnya.(ayi)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari