PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kombinasi fenomena embun (fog) dan kabut asap (smoke) yang menyelimuti Kota Pekanbaru sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Selasa (13/10/2026) pagi.
Data hingga pukul 10.30 WIB mencatatkan sebanyak 12 jadwal penerbangan mengalami penundaan (delay), yang terdiri dari 6 penerbangan keberangkatan dan 6 penerbangan kedatangan.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, membenarkan adanya penundaan jadwal tersebut lantaran jarak pandang (visibility) sempat berada di bawah ambang batas aman navigasi.
“Terdapat penundaan jadwal penerbangan yakni 6 flight keberangkatan dan 6 flight kedatangan. Namun saat ini jarak pandang sudah kembali ke angka 3.000 meter dan aktivitas penerbangan berjalan aman serta normal,” ujar Achmad.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, menjelaskan bahwa kekaburan udara pada Selasa pagi didominasi oleh fenomena pengembunan (fog) akibat tingkat kelembapan udara (relative humidity) yang mencapai 100 persen, dipadukan dengan paparan partikel asap karhutla kiriman provinsi tetangga.
“Semakin siang fog akan berkurang, namun kabut asap masih tetap ada karena arah angin dari provinsi tetangga masih menuju Riau,” terang Deby.
BMKG memprediksi kondisi jarak pandang akan terus membaik seiring meningkatnya intensitas sinar matahari, meski potensi hujan skala lokal masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau dari siang hingga dini hari.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kombinasi fenomena embun (fog) dan kabut asap (smoke) yang menyelimuti Kota Pekanbaru sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Selasa (13/10/2026) pagi.
Data hingga pukul 10.30 WIB mencatatkan sebanyak 12 jadwal penerbangan mengalami penundaan (delay), yang terdiri dari 6 penerbangan keberangkatan dan 6 penerbangan kedatangan.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, membenarkan adanya penundaan jadwal tersebut lantaran jarak pandang (visibility) sempat berada di bawah ambang batas aman navigasi.
“Terdapat penundaan jadwal penerbangan yakni 6 flight keberangkatan dan 6 flight kedatangan. Namun saat ini jarak pandang sudah kembali ke angka 3.000 meter dan aktivitas penerbangan berjalan aman serta normal,” ujar Achmad.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, menjelaskan bahwa kekaburan udara pada Selasa pagi didominasi oleh fenomena pengembunan (fog) akibat tingkat kelembapan udara (relative humidity) yang mencapai 100 persen, dipadukan dengan paparan partikel asap karhutla kiriman provinsi tetangga.
“Semakin siang fog akan berkurang, namun kabut asap masih tetap ada karena arah angin dari provinsi tetangga masih menuju Riau,” terang Deby.
BMKG memprediksi kondisi jarak pandang akan terus membaik seiring meningkatnya intensitas sinar matahari, meski potensi hujan skala lokal masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau dari siang hingga dini hari.