PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Cuaca panas dengan suhu mencapai sekitar 34 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada tanaman penghijauan di Kota Pekanbaru. Sejumlah tanaman terlihat mengering, terutama rerumputan yang berada di median Jalan Soekarno Hatta.
Pantauan di lapangan, Rabu (11/3), menunjukkan warna rumput yang biasanya hijau segar kini berubah menjadi kekuningan bahkan kecokelatan di beberapa titik. Kondisi tersebut terlihat cukup merata di sepanjang median jalan, terutama pada area yang terpapar langsung sinar matahari sepanjang hari.
Tidak hanya rumput, beberapa pohon peneduh yang ditanam di median jalan juga mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan. Sejumlah daun tampak mengering dan rontok, sementara ranting-ranting kecil terlihat kehilangan kesegaran. Kondisi ini diduga terjadi akibat tingginya intensitas panas yang membuat tanaman lebih cepat kehilangan cadangan air.
Fenomena ini menjadi gambaran dampak cuaca panas terhadap ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Tanaman yang berada di median jalan umumnya memiliki keterbatasan sumber air alami. Ketika suhu meningkat dan hujan jarang turun, tanaman menjadi lebih rentan mengalami kekeringan.
Salah seorang pengendara, Reyhan (29), menyayangkan minimnya perawatan terhadap pohon pelindung di median jalan di Pekanbaru. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya dapat diantisipasi agar tanaman tidak mengalami kekeringan saat memasuki musim kemarau.
Ia menilai penyiraman tanaman perlu dilakukan lebih intensif, terutama saat cuaca panas ekstrem seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Seharusnya pihak terkait bisa mengantisipasi agar pohon pelindung ini tidak menguning atau sampai kering. Penyiraman tanaman mungkin bisa dilakukan lebih intensif sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Reyhan juga mengingatkan potensi bahaya apabila tanaman kering tersebut mudah terbakar, misalnya jika ada pengendara yang membuang puntung rokok sembarangan di sekitar median jalan.
“Kalau sampai terjadi kebakaran karena ada pengendara yang membuang puntung rokok, tentu bisa membahayakan pengendara yang melintas di sekitar median jalan,” tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan pengendara lainnya, Delia Septianti (33). Ia menilai kondisi tanaman yang mulai mengering tidak hanya terjadi di Jalan Soekarno Hatta, tetapi juga di beberapa ruas jalan protokol lainnya di Pekanbaru.
Menurutnya, keberadaan pohon pelindung sangat penting untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan, terutama dalam mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor yang melintas.
“Sangat disayangkan jika pohon pelindung di median jalan dibiarkan mengering bahkan mati. Padahal bagi kami, melintas di bawah pohon yang rindang bisa membantu mengurangi panas saat suhu udara Pekanbaru meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika pohon pelindung di median jalan rusak atau mati, kondisi jalanan di Pekanbaru akan terasa semakin gersang dan panas bagi pengguna jalan.(ayi)

