Selasa, 1 April 2025
spot_img

Bapak Asuh Bantu 165 Anak Penderita Tengkes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Melalui progran Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BASS), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan bantuan program penanggulangan stunting atau tengkes kepada 165 anak yang berisiko terhadap gangguan pertumbuhan.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru M Amin saat ini program BAAS untuk penanganan anak stunting kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Bahkan dalam menjalankan program BAAS ini, Pemko Pekanbaru juga melibatkan pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga dapat membantu masyarakat terutama yang kurang mampu dalam pemenuhan gizi anak.

Sementara itu yang menjadi Bapak Asuh dalam penanganan stunting ini adalah Penjabat (Pj) Walikota beserta Sekda dan Asisten, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat.

Baca Juga:  Imunisasi Polio dan TBC Gratis Bakal Digelar 23 Juli

”Program BAAS ini kita lanjutkan ditahun ini. Sekarang SKnya juga sudah ditandatangani dalam bulan ini disampaikan kepada OPD yang menjadi bapak asuh, termasuk juga pihak ketiga,” katanya.

Lanjut Amin lagi, program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Program BAAS ini diberikan kepada mereka yang memang kurang mampu dan bukan stunting karena pola asuh.

Apalagi berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru pada Maret lalu, dari 221 anak yang stunting, 165 di antaranya perlu pendampingan dari BAAS.

Baca Juga:  357 JCH Kota Pekanbaru Sudah Konfirmasi Pelunasan BPIH

Selain itu, program BAAS ini berlangsung selama 6 bulan. Dimana masing-masing bapak asuh setiap bulannya akan membelikan  asupan gizi lainnya untuk membantu tumbuh kembang anak. Sedangkan jika dinominalkan bantuan yang diterima oleh anak dalam program Baas ini berkisar Rp600 ribu per bulannya yang akan dibelikan makanan pendamping gizi yang sesuai dengan usia anak.

”Jumlahnya tahun ini ada peningkatan. Kalau bapak asuhnya mau lebih juga tidak apa-apa, karena yang memberikan keperluan gizi si anak adalah bapak asuhnya langsung. Jadi kita berikan mereka panduannya,” katanya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Melalui progran Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BASS), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan bantuan program penanggulangan stunting atau tengkes kepada 165 anak yang berisiko terhadap gangguan pertumbuhan.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru M Amin saat ini program BAAS untuk penanganan anak stunting kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Bahkan dalam menjalankan program BAAS ini, Pemko Pekanbaru juga melibatkan pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga dapat membantu masyarakat terutama yang kurang mampu dalam pemenuhan gizi anak.

Sementara itu yang menjadi Bapak Asuh dalam penanganan stunting ini adalah Penjabat (Pj) Walikota beserta Sekda dan Asisten, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat.

Baca Juga:  Permintaan Vaksinasi Covid-19 Meningkat

”Program BAAS ini kita lanjutkan ditahun ini. Sekarang SKnya juga sudah ditandatangani dalam bulan ini disampaikan kepada OPD yang menjadi bapak asuh, termasuk juga pihak ketiga,” katanya.

Lanjut Amin lagi, program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Program BAAS ini diberikan kepada mereka yang memang kurang mampu dan bukan stunting karena pola asuh.

Apalagi berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru pada Maret lalu, dari 221 anak yang stunting, 165 di antaranya perlu pendampingan dari BAAS.

Baca Juga:  Persoalan Banjir Belum Ada Solusi

Selain itu, program BAAS ini berlangsung selama 6 bulan. Dimana masing-masing bapak asuh setiap bulannya akan membelikan  asupan gizi lainnya untuk membantu tumbuh kembang anak. Sedangkan jika dinominalkan bantuan yang diterima oleh anak dalam program Baas ini berkisar Rp600 ribu per bulannya yang akan dibelikan makanan pendamping gizi yang sesuai dengan usia anak.

”Jumlahnya tahun ini ada peningkatan. Kalau bapak asuhnya mau lebih juga tidak apa-apa, karena yang memberikan keperluan gizi si anak adalah bapak asuhnya langsung. Jadi kita berikan mereka panduannya,” katanya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Bapak Asuh Bantu 165 Anak Penderita Tengkes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Melalui progran Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BASS), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan bantuan program penanggulangan stunting atau tengkes kepada 165 anak yang berisiko terhadap gangguan pertumbuhan.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru M Amin saat ini program BAAS untuk penanganan anak stunting kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Bahkan dalam menjalankan program BAAS ini, Pemko Pekanbaru juga melibatkan pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga dapat membantu masyarakat terutama yang kurang mampu dalam pemenuhan gizi anak.

Sementara itu yang menjadi Bapak Asuh dalam penanganan stunting ini adalah Penjabat (Pj) Walikota beserta Sekda dan Asisten, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat.

Baca Juga:  Permintaan Vaksinasi Covid-19 Meningkat

”Program BAAS ini kita lanjutkan ditahun ini. Sekarang SKnya juga sudah ditandatangani dalam bulan ini disampaikan kepada OPD yang menjadi bapak asuh, termasuk juga pihak ketiga,” katanya.

Lanjut Amin lagi, program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Program BAAS ini diberikan kepada mereka yang memang kurang mampu dan bukan stunting karena pola asuh.

Apalagi berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru pada Maret lalu, dari 221 anak yang stunting, 165 di antaranya perlu pendampingan dari BAAS.

Baca Juga:  Imunisasi Polio dan TBC Gratis Bakal Digelar 23 Juli

Selain itu, program BAAS ini berlangsung selama 6 bulan. Dimana masing-masing bapak asuh setiap bulannya akan membelikan  asupan gizi lainnya untuk membantu tumbuh kembang anak. Sedangkan jika dinominalkan bantuan yang diterima oleh anak dalam program Baas ini berkisar Rp600 ribu per bulannya yang akan dibelikan makanan pendamping gizi yang sesuai dengan usia anak.

”Jumlahnya tahun ini ada peningkatan. Kalau bapak asuhnya mau lebih juga tidak apa-apa, karena yang memberikan keperluan gizi si anak adalah bapak asuhnya langsung. Jadi kita berikan mereka panduannya,” katanya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Melalui progran Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BASS), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan bantuan program penanggulangan stunting atau tengkes kepada 165 anak yang berisiko terhadap gangguan pertumbuhan.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru M Amin saat ini program BAAS untuk penanganan anak stunting kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Bahkan dalam menjalankan program BAAS ini, Pemko Pekanbaru juga melibatkan pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga dapat membantu masyarakat terutama yang kurang mampu dalam pemenuhan gizi anak.

Sementara itu yang menjadi Bapak Asuh dalam penanganan stunting ini adalah Penjabat (Pj) Walikota beserta Sekda dan Asisten, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat.

Baca Juga:  11 Juli, RPG Sembelih 4 Sapi di Kompleks Graha Pena

”Program BAAS ini kita lanjutkan ditahun ini. Sekarang SKnya juga sudah ditandatangani dalam bulan ini disampaikan kepada OPD yang menjadi bapak asuh, termasuk juga pihak ketiga,” katanya.

Lanjut Amin lagi, program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Program BAAS ini diberikan kepada mereka yang memang kurang mampu dan bukan stunting karena pola asuh.

Apalagi berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru pada Maret lalu, dari 221 anak yang stunting, 165 di antaranya perlu pendampingan dari BAAS.

Baca Juga:  357 JCH Kota Pekanbaru Sudah Konfirmasi Pelunasan BPIH

Selain itu, program BAAS ini berlangsung selama 6 bulan. Dimana masing-masing bapak asuh setiap bulannya akan membelikan  asupan gizi lainnya untuk membantu tumbuh kembang anak. Sedangkan jika dinominalkan bantuan yang diterima oleh anak dalam program Baas ini berkisar Rp600 ribu per bulannya yang akan dibelikan makanan pendamping gizi yang sesuai dengan usia anak.

”Jumlahnya tahun ini ada peningkatan. Kalau bapak asuhnya mau lebih juga tidak apa-apa, karena yang memberikan keperluan gizi si anak adalah bapak asuhnya langsung. Jadi kita berikan mereka panduannya,” katanya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari