Sabtu, 14 Maret 2026
- Advertisement -

Empat Pelaku Perusakan Masih Satu Keluarga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pada kasus pengrusakan objek vital sekolah SD SMP Taruna Islam, di Jalan Cemara Indah-Jalan Melur Ujung, Kacamatan Tenayan Raya, Rabu (4/11) lalu, sekelompok orang tersebut diamankan kepolisian.

Pada pers release Jumat (6/11), Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu'min Wijaya didampingi Kasatreskrim AKP Juper Lumban Toruan menyebut, terdapat empat orang yang diamankan. 

"Mereka berempat berinisial AL, EKA, RY, dan AM. Semuanya masih satu keluarga," sebutnya.
Dikisahkan Kapolresta, tidak hanya pengrusakan pagar sekolah dan coret-coret di tembok sekolah, pelaku pun sempat melakukan penganiayaan terhadap sekuriti. "Penganiayaan dengan cara dipukul, menyebabkan luka robek pada bagian mulut," urainya.

Menurutnya, perkara yang dilakukan oleh para pelaku didasari dengan adanya tumpang tindih tanah. "Mereka merasa bahwa lokasi bangunan yang dirusak berdiri diatas tanah milik keluarga," katanya.

Baca Juga:  Satpol PP Pekanbaru Siap Tindak Tegas Bangunan Liar di Jalan SM Amin dan Air Hitam

Atas perbuatannya itu, pelaku terancaman hukuman tujuh tahun penjara. Diberitakan sebelumnya, menurut keterangan Pendiri Yayasan SD SMP Taruna Islam, Supriyadi, sejak 2017, sekolah miliknya diklaim memakai tanah keluarga H Amrul dan keluarga. Kemudian, telah ada mediasi sebanyak tujuh kali. "Saya beri informasi pada 2017 akhir, pernah diajukan pengambilan batas oleh almarhum dan anaknya. Hasil di lapangan, bahwa tidak ada sengketa lahan ataupun tumpang tindih tanah," ungkapnya.

Kemudian, sekolahnya pun telah membangun  di atas tanah sendiri dan mundur dari batas tanah seharusnya. Namun, begitu ayahnya meninggal, ahli waris atau  tidak terima dengan hasil itu. Pun pernah terlibat ribut dengan masyarakat. (azr)

Laporan: SOFIAH (PEKANBARU)

Baca Juga:  Tiga Pegawai Positif Corona, Pelayanan Kantor Imigrasi Pekanbaru Ditutup

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pada kasus pengrusakan objek vital sekolah SD SMP Taruna Islam, di Jalan Cemara Indah-Jalan Melur Ujung, Kacamatan Tenayan Raya, Rabu (4/11) lalu, sekelompok orang tersebut diamankan kepolisian.

Pada pers release Jumat (6/11), Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu'min Wijaya didampingi Kasatreskrim AKP Juper Lumban Toruan menyebut, terdapat empat orang yang diamankan. 

"Mereka berempat berinisial AL, EKA, RY, dan AM. Semuanya masih satu keluarga," sebutnya.
Dikisahkan Kapolresta, tidak hanya pengrusakan pagar sekolah dan coret-coret di tembok sekolah, pelaku pun sempat melakukan penganiayaan terhadap sekuriti. "Penganiayaan dengan cara dipukul, menyebabkan luka robek pada bagian mulut," urainya.

Menurutnya, perkara yang dilakukan oleh para pelaku didasari dengan adanya tumpang tindih tanah. "Mereka merasa bahwa lokasi bangunan yang dirusak berdiri diatas tanah milik keluarga," katanya.

Baca Juga:  Dinsos Serahkan Kendaraan Roda Tiga kepada Disabilitas

Atas perbuatannya itu, pelaku terancaman hukuman tujuh tahun penjara. Diberitakan sebelumnya, menurut keterangan Pendiri Yayasan SD SMP Taruna Islam, Supriyadi, sejak 2017, sekolah miliknya diklaim memakai tanah keluarga H Amrul dan keluarga. Kemudian, telah ada mediasi sebanyak tujuh kali. "Saya beri informasi pada 2017 akhir, pernah diajukan pengambilan batas oleh almarhum dan anaknya. Hasil di lapangan, bahwa tidak ada sengketa lahan ataupun tumpang tindih tanah," ungkapnya.

- Advertisement -

Kemudian, sekolahnya pun telah membangun  di atas tanah sendiri dan mundur dari batas tanah seharusnya. Namun, begitu ayahnya meninggal, ahli waris atau  tidak terima dengan hasil itu. Pun pernah terlibat ribut dengan masyarakat. (azr)

Laporan: SOFIAH (PEKANBARU)

Baca Juga:  Satpol PP Pekanbaru Siap Tindak Tegas Bangunan Liar di Jalan SM Amin dan Air Hitam
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pada kasus pengrusakan objek vital sekolah SD SMP Taruna Islam, di Jalan Cemara Indah-Jalan Melur Ujung, Kacamatan Tenayan Raya, Rabu (4/11) lalu, sekelompok orang tersebut diamankan kepolisian.

Pada pers release Jumat (6/11), Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu'min Wijaya didampingi Kasatreskrim AKP Juper Lumban Toruan menyebut, terdapat empat orang yang diamankan. 

"Mereka berempat berinisial AL, EKA, RY, dan AM. Semuanya masih satu keluarga," sebutnya.
Dikisahkan Kapolresta, tidak hanya pengrusakan pagar sekolah dan coret-coret di tembok sekolah, pelaku pun sempat melakukan penganiayaan terhadap sekuriti. "Penganiayaan dengan cara dipukul, menyebabkan luka robek pada bagian mulut," urainya.

Menurutnya, perkara yang dilakukan oleh para pelaku didasari dengan adanya tumpang tindih tanah. "Mereka merasa bahwa lokasi bangunan yang dirusak berdiri diatas tanah milik keluarga," katanya.

Baca Juga:  119 Pengungsi Rohingya Ditempatkan di Wisma

Atas perbuatannya itu, pelaku terancaman hukuman tujuh tahun penjara. Diberitakan sebelumnya, menurut keterangan Pendiri Yayasan SD SMP Taruna Islam, Supriyadi, sejak 2017, sekolah miliknya diklaim memakai tanah keluarga H Amrul dan keluarga. Kemudian, telah ada mediasi sebanyak tujuh kali. "Saya beri informasi pada 2017 akhir, pernah diajukan pengambilan batas oleh almarhum dan anaknya. Hasil di lapangan, bahwa tidak ada sengketa lahan ataupun tumpang tindih tanah," ungkapnya.

Kemudian, sekolahnya pun telah membangun  di atas tanah sendiri dan mundur dari batas tanah seharusnya. Namun, begitu ayahnya meninggal, ahli waris atau  tidak terima dengan hasil itu. Pun pernah terlibat ribut dengan masyarakat. (azr)

Laporan: SOFIAH (PEKANBARU)

Baca Juga:  Tiga Pegawai Positif Corona, Pelayanan Kantor Imigrasi Pekanbaru Ditutup

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari