Minggu, 11 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kabut Mist Selimuti Kota Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejak Kamis (9/6) pagi, masyarakat di Kota Pekanbaru dihebohkan dengan munculnya kabut yang menyerupai kabut asap dan menyelimuti seluruh badan jalan dan perumahan warga.

Namun hal tersebut ditepis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, Riau. Menurut Kasi Data dan Informasi (Datin) BMKG Pekanbaru Marzuki kepada Riaupos.co, kabut yang menyelimuti Kota Pekanbaru di pagi hari tersebut merupakan kabut mist yang disebabkan oleh partikel air. "Itu hanya kabut mist dan bukan asap," Kata dia.

Dijelaskan Marzuki lagi, kabut merupakan uap air atau awan yang berada dekat dengan permukaan tanah berkondensasi. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100 persen.

Baca Juga:  Dua Perkara di Polsek Payung Sekaki Sudah Lengkap

Sedangkan mist merupakan kabut yang terbentuk ketika udara hangat dan lembab tiba-tiba mendingin karena suhu dingin. Akibatnya, tetesan air menggantung di atmosfer yang menghalangi penglihatan.

Kabut ini dapat menghalangi penglihatan dalam jarak kurang dari atau sama dengan satu kilometer, hal ini dapat terjadi secara alami karena kondisi cuaca alami dan dengan cepat menghilang karena kurang padat daripada kabut.

Laporan: Prapti Dwi Lestari (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejak Kamis (9/6) pagi, masyarakat di Kota Pekanbaru dihebohkan dengan munculnya kabut yang menyerupai kabut asap dan menyelimuti seluruh badan jalan dan perumahan warga.

Namun hal tersebut ditepis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, Riau. Menurut Kasi Data dan Informasi (Datin) BMKG Pekanbaru Marzuki kepada Riaupos.co, kabut yang menyelimuti Kota Pekanbaru di pagi hari tersebut merupakan kabut mist yang disebabkan oleh partikel air. "Itu hanya kabut mist dan bukan asap," Kata dia.

Dijelaskan Marzuki lagi, kabut merupakan uap air atau awan yang berada dekat dengan permukaan tanah berkondensasi. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100 persen.

Baca Juga:  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Jalani Prosesi Tepuk Tepung Tawar di LAMR

Sedangkan mist merupakan kabut yang terbentuk ketika udara hangat dan lembab tiba-tiba mendingin karena suhu dingin. Akibatnya, tetesan air menggantung di atmosfer yang menghalangi penglihatan.

Kabut ini dapat menghalangi penglihatan dalam jarak kurang dari atau sama dengan satu kilometer, hal ini dapat terjadi secara alami karena kondisi cuaca alami dan dengan cepat menghilang karena kurang padat daripada kabut.

- Advertisement -

Laporan: Prapti Dwi Lestari (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejak Kamis (9/6) pagi, masyarakat di Kota Pekanbaru dihebohkan dengan munculnya kabut yang menyerupai kabut asap dan menyelimuti seluruh badan jalan dan perumahan warga.

Namun hal tersebut ditepis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, Riau. Menurut Kasi Data dan Informasi (Datin) BMKG Pekanbaru Marzuki kepada Riaupos.co, kabut yang menyelimuti Kota Pekanbaru di pagi hari tersebut merupakan kabut mist yang disebabkan oleh partikel air. "Itu hanya kabut mist dan bukan asap," Kata dia.

Dijelaskan Marzuki lagi, kabut merupakan uap air atau awan yang berada dekat dengan permukaan tanah berkondensasi. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100 persen.

Baca Juga:  Penanganan Covid-19 Masih Jadi Prioritas

Sedangkan mist merupakan kabut yang terbentuk ketika udara hangat dan lembab tiba-tiba mendingin karena suhu dingin. Akibatnya, tetesan air menggantung di atmosfer yang menghalangi penglihatan.

Kabut ini dapat menghalangi penglihatan dalam jarak kurang dari atau sama dengan satu kilometer, hal ini dapat terjadi secara alami karena kondisi cuaca alami dan dengan cepat menghilang karena kurang padat daripada kabut.

Laporan: Prapti Dwi Lestari (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari