Senin, 5 Oktober 2026
- Advertisement -

Satpol PP Pekanbaru Tegaskan Penertiban Prostitusi dan Tempat Asosial Terus Digelar Rutin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memastikan penertiban terhadap tempat-tempat yang terindikasi menjadi lokasi praktik prostitusi maupun perbuatan maksiat akan terus digencarkan secara masif.

Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, menegaskan bahwa penindakan di lapangan dilakukan secara rutin dan tanpa tebang pilih terhadap setiap lokasi yang dikeluhkan warga.

“Kita selalu melakukan penertiban secara rutin, bukan hanya pada momen-momen tertentu saja,” ujar Desheriyanto, Ahad (4/10/2026).

Selain kawasan permukiman Jondul yang terindikasi menjadi tempat prostitusi terselubung, petugas Satpol PP juga menyasar bioskop-bioskop mini, rumah kos, hingga homestay yang diduga disalahgunakan menjadi wadah tindakan asusila.

Dalam razia terkini di kawasan Jondul dan sejumlah bioskop mini, petugas mengamankan lima pasang muda-mudi. Untuk saat ini, para pelaku yang terjaring masih diberikan langkah pembinaan serta diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga:  Pj Gubri Raih Top Pembina BUMD Award

Tak hanya mengincar individu, Satpol PP juga memanggil para pengelola tempat usaha guna melakukan pemeriksaan dokumen perizinan dan fungsi pemanfaatan bangunan.

Menanggapi fenomena tersebut, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Zahirsyah, mendesak Pemko Pekanbaru untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan tertutup.

Zahirsyah menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak di bawah umur agar tidak mudah mengakses ruangan tertutup berduaan dengan lawan jenis.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memastikan penertiban terhadap tempat-tempat yang terindikasi menjadi lokasi praktik prostitusi maupun perbuatan maksiat akan terus digencarkan secara masif.

Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, menegaskan bahwa penindakan di lapangan dilakukan secara rutin dan tanpa tebang pilih terhadap setiap lokasi yang dikeluhkan warga.

“Kita selalu melakukan penertiban secara rutin, bukan hanya pada momen-momen tertentu saja,” ujar Desheriyanto, Ahad (4/10/2026).

Selain kawasan permukiman Jondul yang terindikasi menjadi tempat prostitusi terselubung, petugas Satpol PP juga menyasar bioskop-bioskop mini, rumah kos, hingga homestay yang diduga disalahgunakan menjadi wadah tindakan asusila.

Dalam razia terkini di kawasan Jondul dan sejumlah bioskop mini, petugas mengamankan lima pasang muda-mudi. Untuk saat ini, para pelaku yang terjaring masih diberikan langkah pembinaan serta diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kasus Anggaran Perjalanan Dinas, Sekwan DPRD Pekanbaru Dipanggil Jaksa

Tak hanya mengincar individu, Satpol PP juga memanggil para pengelola tempat usaha guna melakukan pemeriksaan dokumen perizinan dan fungsi pemanfaatan bangunan.

Menanggapi fenomena tersebut, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Zahirsyah, mendesak Pemko Pekanbaru untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan tertutup.

- Advertisement -

Zahirsyah menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak di bawah umur agar tidak mudah mengakses ruangan tertutup berduaan dengan lawan jenis.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memastikan penertiban terhadap tempat-tempat yang terindikasi menjadi lokasi praktik prostitusi maupun perbuatan maksiat akan terus digencarkan secara masif.

Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, menegaskan bahwa penindakan di lapangan dilakukan secara rutin dan tanpa tebang pilih terhadap setiap lokasi yang dikeluhkan warga.

“Kita selalu melakukan penertiban secara rutin, bukan hanya pada momen-momen tertentu saja,” ujar Desheriyanto, Ahad (4/10/2026).

Selain kawasan permukiman Jondul yang terindikasi menjadi tempat prostitusi terselubung, petugas Satpol PP juga menyasar bioskop-bioskop mini, rumah kos, hingga homestay yang diduga disalahgunakan menjadi wadah tindakan asusila.

Dalam razia terkini di kawasan Jondul dan sejumlah bioskop mini, petugas mengamankan lima pasang muda-mudi. Untuk saat ini, para pelaku yang terjaring masih diberikan langkah pembinaan serta diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga:  Anak Kecil Mengemis Diawasi Orangtuanya, Pemko Pekanbaru Ambil Tindakan

Tak hanya mengincar individu, Satpol PP juga memanggil para pengelola tempat usaha guna melakukan pemeriksaan dokumen perizinan dan fungsi pemanfaatan bangunan.

Menanggapi fenomena tersebut, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Zahirsyah, mendesak Pemko Pekanbaru untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan tertutup.

Zahirsyah menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak di bawah umur agar tidak mudah mengakses ruangan tertutup berduaan dengan lawan jenis.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari