Jumat, 6 Maret 2026
- Advertisement -

STC Pekanbaru Diserbu Pembeli, Gamis “Bini Orang” Paling Dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, tren busana perempuan di Pekanbaru mulai bergeliat. Salah satu model yang kini banyak diminati adalah gamis yang dikenal dengan sebutan “bini orang”.

Model tersebut terlihat mendominasi etalase toko-toko di Sukaramai Trade Center (STC). Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (3/3), pengunjung sudah ramai berburu pakaian Lebaran sejak siang hari. Aneka gamis dengan warna lembut seperti dusty pink, mocca, sage green hingga navy dipajang di bagian depan toko untuk menarik perhatian pembeli.

Tiara (27), pedagang gamis di STC, mengatakan tren “bini orang” mulai menunjukkan peningkatan sejak awal Ramadan. Ia yang telah berjualan selama 10 tahun mengaku cukup memahami pergeseran selera konsumen setiap tahunnya.

Baca Juga:  15 Asosiasi Konstruksi Riau Rapatkan Barisan

Menurutnya, sebelumnya model rompi lepas sempat menjadi tren. Namun kini, gamis dengan desain anggun tersebut menjadi pilihan utama masyarakat.

Ia menjelaskan, gamis “bini orang” memiliki potongan longgar dengan siluet tetap rapi. Detail bordir, sentuhan renda, serta perpaduan warna-warna kalem menjadi daya tarik tersendiri. Desainnya yang sederhana namun terlihat elegan membuat busana ini cocok dikenakan saat Lebaran, silaturahmi hingga acara keluarga. Ditambah lagi, popularitasnya di media sosial turut mendorong minat pembeli.

Tiara menyediakan dua kategori, yakni premium dan reguler. Untuk kelas premium, harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu dengan bahan lebih tebal dan detail bordir yang lebih eksklusif. Sementara kategori reguler dijual antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu dengan bahan nyaman dan desain lebih simpel.

Baca Juga:  Perusahaan Diingatkan Jadikan UMK Acuan

Ia menambahkan, sebagian besar pembeli cenderung memilih kategori premium demi tampil lebih maksimal saat Hari Raya.

Para pedagang berharap tren ini terus bertahan hingga mendekati Idulfitri seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Ramainya pengunjung diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor penjualan pakaian perempuan di Pekanbaru menjelang Lebaran.

Salah seorang pembeli, Tika (25), mengaku sengaja datang ke STC untuk mencari model tersebut. Ia menilai desain gamis “bini orang” cocok digunakan baik oleh perempuan muda maupun ibu rumah tangga. Selain tampil anggun dan dewasa, modelnya tetap pas dikenakan kalangan anak muda. Ia juga menilai harga yang ditawarkan masih terjangkau dengan kualitas bahan dan desain yang diperoleh. (ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, tren busana perempuan di Pekanbaru mulai bergeliat. Salah satu model yang kini banyak diminati adalah gamis yang dikenal dengan sebutan “bini orang”.

Model tersebut terlihat mendominasi etalase toko-toko di Sukaramai Trade Center (STC). Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (3/3), pengunjung sudah ramai berburu pakaian Lebaran sejak siang hari. Aneka gamis dengan warna lembut seperti dusty pink, mocca, sage green hingga navy dipajang di bagian depan toko untuk menarik perhatian pembeli.

Tiara (27), pedagang gamis di STC, mengatakan tren “bini orang” mulai menunjukkan peningkatan sejak awal Ramadan. Ia yang telah berjualan selama 10 tahun mengaku cukup memahami pergeseran selera konsumen setiap tahunnya.

Baca Juga:  THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Menurutnya, sebelumnya model rompi lepas sempat menjadi tren. Namun kini, gamis dengan desain anggun tersebut menjadi pilihan utama masyarakat.

Ia menjelaskan, gamis “bini orang” memiliki potongan longgar dengan siluet tetap rapi. Detail bordir, sentuhan renda, serta perpaduan warna-warna kalem menjadi daya tarik tersendiri. Desainnya yang sederhana namun terlihat elegan membuat busana ini cocok dikenakan saat Lebaran, silaturahmi hingga acara keluarga. Ditambah lagi, popularitasnya di media sosial turut mendorong minat pembeli.

- Advertisement -

Tiara menyediakan dua kategori, yakni premium dan reguler. Untuk kelas premium, harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu dengan bahan lebih tebal dan detail bordir yang lebih eksklusif. Sementara kategori reguler dijual antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu dengan bahan nyaman dan desain lebih simpel.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Harga, Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Beberapa Lokasi

Ia menambahkan, sebagian besar pembeli cenderung memilih kategori premium demi tampil lebih maksimal saat Hari Raya.

- Advertisement -

Para pedagang berharap tren ini terus bertahan hingga mendekati Idulfitri seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Ramainya pengunjung diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor penjualan pakaian perempuan di Pekanbaru menjelang Lebaran.

Salah seorang pembeli, Tika (25), mengaku sengaja datang ke STC untuk mencari model tersebut. Ia menilai desain gamis “bini orang” cocok digunakan baik oleh perempuan muda maupun ibu rumah tangga. Selain tampil anggun dan dewasa, modelnya tetap pas dikenakan kalangan anak muda. Ia juga menilai harga yang ditawarkan masih terjangkau dengan kualitas bahan dan desain yang diperoleh. (ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, tren busana perempuan di Pekanbaru mulai bergeliat. Salah satu model yang kini banyak diminati adalah gamis yang dikenal dengan sebutan “bini orang”.

Model tersebut terlihat mendominasi etalase toko-toko di Sukaramai Trade Center (STC). Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (3/3), pengunjung sudah ramai berburu pakaian Lebaran sejak siang hari. Aneka gamis dengan warna lembut seperti dusty pink, mocca, sage green hingga navy dipajang di bagian depan toko untuk menarik perhatian pembeli.

Tiara (27), pedagang gamis di STC, mengatakan tren “bini orang” mulai menunjukkan peningkatan sejak awal Ramadan. Ia yang telah berjualan selama 10 tahun mengaku cukup memahami pergeseran selera konsumen setiap tahunnya.

Baca Juga:  Pusat Perbelanjaan di Pekanbaru Mulai Ramai, Pedagang Akui Penjualan Meningkat

Menurutnya, sebelumnya model rompi lepas sempat menjadi tren. Namun kini, gamis dengan desain anggun tersebut menjadi pilihan utama masyarakat.

Ia menjelaskan, gamis “bini orang” memiliki potongan longgar dengan siluet tetap rapi. Detail bordir, sentuhan renda, serta perpaduan warna-warna kalem menjadi daya tarik tersendiri. Desainnya yang sederhana namun terlihat elegan membuat busana ini cocok dikenakan saat Lebaran, silaturahmi hingga acara keluarga. Ditambah lagi, popularitasnya di media sosial turut mendorong minat pembeli.

Tiara menyediakan dua kategori, yakni premium dan reguler. Untuk kelas premium, harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu dengan bahan lebih tebal dan detail bordir yang lebih eksklusif. Sementara kategori reguler dijual antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu dengan bahan nyaman dan desain lebih simpel.

Baca Juga:  Catat! Sekolah di Meranti Libur 16–29 Maret, Masuk Kembali 30 Maret

Ia menambahkan, sebagian besar pembeli cenderung memilih kategori premium demi tampil lebih maksimal saat Hari Raya.

Para pedagang berharap tren ini terus bertahan hingga mendekati Idulfitri seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Ramainya pengunjung diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor penjualan pakaian perempuan di Pekanbaru menjelang Lebaran.

Salah seorang pembeli, Tika (25), mengaku sengaja datang ke STC untuk mencari model tersebut. Ia menilai desain gamis “bini orang” cocok digunakan baik oleh perempuan muda maupun ibu rumah tangga. Selain tampil anggun dan dewasa, modelnya tetap pas dikenakan kalangan anak muda. Ia juga menilai harga yang ditawarkan masih terjangkau dengan kualitas bahan dan desain yang diperoleh. (ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari