Sabtu, 2 Maret 2024

 Tembak Korban dan Gasak Harta Benda

Beraksi di Sumbar, Perampok Bersenpi Tewas Usai Baku Tembak

RIAUPOS.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal umum berhasil menangkap perampok bersenpi yang beraksi di Sumatera Barat. Pelaku bernama RC (41) tewas ditembak petugas usai baku tembak saat penggerebekan di rumahnya, Desa Batu Belah, Kabupaten Kampar, Sabtu (27/1) dini hari.

Hal ini terungkap dalam ekspos yang digelar Polda Riau di RS Bhayangkara, Pekanbaru, Sabtu (27/1) siang. Hadir saat ekspos Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Hery Murwono, Dirkrimum Kombes Pol Asep Darmawan dan Kasubdit Jatanras Polda Sumbar AKBP Andreanaldo Ademi.

Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Kombes Hery menjelaskan, ada 3 pelaku yang berhasil ditangkap di tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Para pelaku beraksi sejak tahun 2021 dan terakhir di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Januari 2024 ini.

Dalam aksinya, tersangka selalu menembak korban sebelum akhirnya harta benda korban dibawa. Total sudah ada 5 korban di TKP berbeda di Sumbar yang menjadi korban penembakan pelaku. Usai beraksi di Solok, Sumatera Barat, pelaku kabur ke wilayah Riau dan berhasil ditangkap Polda Riau.

“Pelaku pertama yang ditangkap bernama IL pada 25 Januari kemarin di Kampar. IL ini merupakan inisiator aksi kejahatan mereka di Sumbar. Kemudian ada MZ selalu eksekutor juga. Dia diamankan di Km 2 Jalan Garuda Sakti, Tapung, Kampar,” ungkap Kombes Hery.

- Advertisement -
Baca Juga:  Amankan 258 Kg Sabu di Parkiran Rumah Sakit

Dari hasil pengembangan diketahui eksekutor penembakan, yakni RC tengah berada di Desa Batu Belah, Kabupaten Kampar. RC sendiri merupakan pemilik 4 pucuk senjata api lengkap dengan puluhan butir amunisi.

Dari pengembangan ini, polisi bergerak ke lokasi dimaksud. Saat akan ditangkap RC berusaha menyerang petugas dengan mengarahkan tembakan. Dua petugas tertembak. Satu petugas dari Resmob Polda Riau Aiptu Edi Jumarno di bagian tangan. Dan satu petugas bernama Aiptu Hendri dari Polres Padang Pariaman di bagian dada.

- Advertisement -

“Beruntung, Aiptu Hendri menggunakan rompi anti peluru saat kejadian. Peluru tidak masuk ke tubuh korban,” papar Kombes Hery.

Atas serangan tersebut, petugas kemudian mengambil tindakan tegas terukur dan berusaha melumpuhkan pelaku. 11 peluru bersarang di RC hingga tewas. Pelaku kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk di autopsi. Selanjutnya, jenazah pelaku akan diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan.

“Jenazah pelaku akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” sebut Kabid Humas.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumbar AKBP Andreanaldo Ademi mengatakan, RC telah ditetapkan DPO sejak tahun 2021 lalu. Komplotan RC diakui dia terbilang licin. Ia mencontohkan sewaktu aksi perampokan dengan penembakan di Kota Bukittinggi.

Baca Juga:  Iyut Bing Slamet Kembali Ditangkap Polisi karena Narkoba

“Saat itu hujan lebat sehingga tidak ada satu pun warga yang keluar rumah. Korban dibuntuti sejak dari bank dan akhirnya dieksekusi. Sehingga petunjuknya sangat minim,” sebut AKBP Andreanaldo dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Riau, Sabtu (27/1).

Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Asep Darmawan mengatakan, pihaknya hanya butuh beberapa hari saja setelah mendapat laporan dari Polda Sumbar.

RC tewas dengan 14 tembakan. Sedangkan personel polisi tertembak 2 orang. Satu di tangan dan satu di dada. Yang tertembak di dada selamat karena menggunakan rompi antipeluru. Adapun senjata api milik RC, telah dimiliki sejak 7 tahun lalu. Ini diketahui dari istri RC yang sudah ia nikahi tepat 7 tahun lalu. Kata istrinya, sebelum menikah senpi tersebut juga sudah dimiliki RC.

“Kami harus uji balistik dulu untuk mengetahui senpi ini organik. Namun bila dilihat dari fisik, dua unit merupakan senpi pabrikan dan dua lainnnya revolver rakitan,” pungkas Kombes Asep.(muh)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

 

RIAUPOS.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal umum berhasil menangkap perampok bersenpi yang beraksi di Sumatera Barat. Pelaku bernama RC (41) tewas ditembak petugas usai baku tembak saat penggerebekan di rumahnya, Desa Batu Belah, Kabupaten Kampar, Sabtu (27/1) dini hari.

Hal ini terungkap dalam ekspos yang digelar Polda Riau di RS Bhayangkara, Pekanbaru, Sabtu (27/1) siang. Hadir saat ekspos Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Hery Murwono, Dirkrimum Kombes Pol Asep Darmawan dan Kasubdit Jatanras Polda Sumbar AKBP Andreanaldo Ademi.

Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Kombes Hery menjelaskan, ada 3 pelaku yang berhasil ditangkap di tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Para pelaku beraksi sejak tahun 2021 dan terakhir di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Januari 2024 ini.

Dalam aksinya, tersangka selalu menembak korban sebelum akhirnya harta benda korban dibawa. Total sudah ada 5 korban di TKP berbeda di Sumbar yang menjadi korban penembakan pelaku. Usai beraksi di Solok, Sumatera Barat, pelaku kabur ke wilayah Riau dan berhasil ditangkap Polda Riau.

“Pelaku pertama yang ditangkap bernama IL pada 25 Januari kemarin di Kampar. IL ini merupakan inisiator aksi kejahatan mereka di Sumbar. Kemudian ada MZ selalu eksekutor juga. Dia diamankan di Km 2 Jalan Garuda Sakti, Tapung, Kampar,” ungkap Kombes Hery.

Baca Juga:  Iyut Bing Slamet Kembali Ditangkap Polisi karena Narkoba

Dari hasil pengembangan diketahui eksekutor penembakan, yakni RC tengah berada di Desa Batu Belah, Kabupaten Kampar. RC sendiri merupakan pemilik 4 pucuk senjata api lengkap dengan puluhan butir amunisi.

Dari pengembangan ini, polisi bergerak ke lokasi dimaksud. Saat akan ditangkap RC berusaha menyerang petugas dengan mengarahkan tembakan. Dua petugas tertembak. Satu petugas dari Resmob Polda Riau Aiptu Edi Jumarno di bagian tangan. Dan satu petugas bernama Aiptu Hendri dari Polres Padang Pariaman di bagian dada.

“Beruntung, Aiptu Hendri menggunakan rompi anti peluru saat kejadian. Peluru tidak masuk ke tubuh korban,” papar Kombes Hery.

Atas serangan tersebut, petugas kemudian mengambil tindakan tegas terukur dan berusaha melumpuhkan pelaku. 11 peluru bersarang di RC hingga tewas. Pelaku kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk di autopsi. Selanjutnya, jenazah pelaku akan diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan.

“Jenazah pelaku akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” sebut Kabid Humas.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumbar AKBP Andreanaldo Ademi mengatakan, RC telah ditetapkan DPO sejak tahun 2021 lalu. Komplotan RC diakui dia terbilang licin. Ia mencontohkan sewaktu aksi perampokan dengan penembakan di Kota Bukittinggi.

Baca Juga:  Setubuhi Anak Bawah Umur, Pemuda Pengangguran Ditangkap Polisi

“Saat itu hujan lebat sehingga tidak ada satu pun warga yang keluar rumah. Korban dibuntuti sejak dari bank dan akhirnya dieksekusi. Sehingga petunjuknya sangat minim,” sebut AKBP Andreanaldo dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Riau, Sabtu (27/1).

Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Asep Darmawan mengatakan, pihaknya hanya butuh beberapa hari saja setelah mendapat laporan dari Polda Sumbar.

RC tewas dengan 14 tembakan. Sedangkan personel polisi tertembak 2 orang. Satu di tangan dan satu di dada. Yang tertembak di dada selamat karena menggunakan rompi antipeluru. Adapun senjata api milik RC, telah dimiliki sejak 7 tahun lalu. Ini diketahui dari istri RC yang sudah ia nikahi tepat 7 tahun lalu. Kata istrinya, sebelum menikah senpi tersebut juga sudah dimiliki RC.

“Kami harus uji balistik dulu untuk mengetahui senpi ini organik. Namun bila dilihat dari fisik, dua unit merupakan senpi pabrikan dan dua lainnnya revolver rakitan,” pungkas Kombes Asep.(muh)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

 

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari