Minggu, 26 Mei 2024

BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival 2024

Pemecahan Rekor Penari dan Bangga Berbusana Melayu

Didukung 10 ribu penari dan penampilan berbusana Melayu para model dan pejabat, iven Bangga Buatan Indonesia Bangga Berwisata di Indonesia (BBI BBWI) dan Lancang Kuning Carnival 2024 membuat bangga masyarakat Riau.

RIAUPOS.CO – JUMAT, 3 Mei 2024 lalu, merupakan salah satu hari bersejarah bagi provinsi Riau. Pasalnya, pada hari itu, Riau berhasil menyedot perhatian rakyat Indonesia dan mencatatkan rekor dengan menampilkan 10 ribu penari serentak Melayu. Penampilan puluhan ribu penari itu juga disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional.

Puluhan ribu penari sudah bersiap-siap di halaman Kantor Gubernur Riau. Tidak hanya di halaman kantor pusat pemerintahan itu saja, namun para penari juga memadati jalan-jalan di sekitarnya. Mulai dari Jalan Sudirman hingga Cut Nyak Dhien.

Jika dilihat dari ketinggian, malam itu, di sekitaran Kantor Gubernur Riau menjadi lautan manusia. Para penari yang berasal dari para pelajar SMP, SMA, mahasiswa dan para ASN tersebut hendak memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan tarian serempak penari Melayu terbanyak.

Tepat pukul 20.30 WIB, para penari langsung menampilkan aksinya. Dengan berpakaian Melayu lengkap dengan aksesorisnya, para penari tampak kompak menampilkan gerakan diiringi musik. Penampilan mereka juga mengundang decak kagum penonton, baik yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan melalui layar kaca.

- Advertisement -
Ribuan penari
Ribuan penari saat memecahkan rekor dalam acara Bangga Buatan Indonesia Bangga Berwisata di Indonesia (BBI BBWI) dan Lancang Kuning Carnival 2024 di Pekanbaru, Jumat (3/5/2024). (DISKOMINFO RIAU untuk Riau Pos)

Perjuangan para penari tak sia-sia. Usai penampilan, pihak perwakilan MURI langsung memberikan penghargaan berupa Rekor MURI untuk kategori penari terbanyak dengan jumlah 10 ribu orang. Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Pj Gubernur Riau SF Hariyanto disaksikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal, mengatakan, tarian Serentak Melayu merupakan tarian yang dikolaborasikan dari beberapa tarian Melayu yang ada. Diberi nama tarian Serentak Melayu karena pada tarian tersebut terdapat kesamaan gerak.

- Advertisement -

“Kita ini kan dari bermacam-macam suku, dan setiap suku juga ada tariannya masing-masing. Tarian Serentak Melayu inilah penggabungan dari tarian-tarian tersebut, mulai dari unsur tarian randai, zapin, dan beberapa tarian lainnya,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tarian Serentak Melayu ini juga baru pertama kali ditarikan pada iven Bangga Buatan Indonesia Bangga Berwisata di Indonesia (BBI BBWI) dan Lancang Kuning Carnival 2024. Karena itu, bagi masyarakat tentunya tarian tersebut merupakan sebuah pertunjukan yang menarik.

Baca Juga:  Aroma Mistik di Pohon Kayu Jalur

“Budaya-budaya seperti ini yang saat ini terus dikembangkan untuk lebih memperkenalkan Riau kepada masyarakat luas,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, mengatakan, melalui tarian Serentak Melayu, pihaknya juga ingin semakin memperkenalkan bahwa Riau memiliki nilai kesenian yang tinggi.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa Riau ini juga punya nilai yang tinggi dalam hal kesenian. Karena itu daerah lain harus melihat itu. Kami buat gebrakan melalui penampilan sepuluh ribu penari Serentak Melayu,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga ingin melestarikan budaya tari kepada generasi muda. Karena itu, dalam penampilan tarian pihaknya melibatkan penari dari kalangan pelajar SMP dan SMA yang ada di Riau.

“Alhamdulillah para pelajar yang kita libatkan mereka semua bersemangat untuk ikut,” katanya.

Selain penampilan tari, pada iven BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival 2024, pihaknya juga mengadakan penampilan dan lomba fashion show pakaian Melayu. Kegiatan ini juga untuk lebih memperkenalkan busana Melayu kepada masyarakat luar, dan juga memberikan pemahaman bahwa busana Melayu saat ini sudah banyak bisa dikombinasikan dan dimodifikasi.

“Ada puluhan desainer lokal yang terlibat pada fashion show busana Melayu tersebut. Dan hasil karyanya juga bagus-bagus,” sebutnya.
Untuk memeragakan busana Melayu hasil karya desainer lokal, pihaknya juga menggandeng artis sebagai model. Tak ketinggalan Pj Gubernur Riau SF Hariyanto dan para Forkopimda Riau juga terlibat langsung menggunakan busana Melayu.

“Pak Pj Gubernur dan Forkopimda Riau juga ikut langsung menjadi model busana Melayu. Harapannya tentunya agar busana Melayu kita dapat semakin dikenal dan diminati,” katanya.

Memang dari penampilan para model busana Melayu saat itu, hal yang menarik perhatian yakni Pj Gubri SF Hariyanto didampingi istri, berlenggak-lenggok berjalan di atas catwalk. Mereka tampil semringah, serasi, dan percaya diri, menyapa puluhan penonton.

Selain itu, ada pula sejumlah bupati dan wali kota dan istri, pejabat Forkopimda Riau dan istri, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah di lingkup Pemprov Riau. Mereka memukau pengunjung yang berdiri di dekat pentas.  Pj Gubri SF Hariyanto dan Adrias Hariyanto, saat itu terlihat mengenakan busana khas Melayu Riau bermotif batik mayang terurai. Wastra ini bewarna merah berpadu kuning kecoklatan. Melambangkan kebijaksanaan dan kebaikan hati.

SF Hariyanto menjelaskan, tujuan dari parade ini adalah untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, khususnya busana Melayu dari Provinsi Riau. Dengan begitu, Melayu Riau dapat semakin dikenal oleh publik dan generasi muda.

Baca Juga:  Transaksi Bazar UMKM BBI BBWI Rp3,08 M

“Acara ini untuk memperkenalkan busana berciri khas budaya Melayu Riau ke khalayak luas. Modelnya tidak ketinggalan zaman. Bisa dimodifikasikan mengikuti perkembangan zaman. Yang penting pakaiannya harus rapi dan menutupi aurat,” kata mantan Sekdaprov Riau ini.

Diungkapkan SF Hariyanto, pagelaran Wastra Nusantara BBI BBWI di Riau, semakin memperkuat pesan akan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa. Bahkan, Gebyar Gernas BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival tahun ini mendapat pujian serta apresiasi khusus oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya.

“Pak Menteri Perhubungan berkali-kali menyampaikan ke saya, ‘Mantap Pak Gubernur’. Bahkan, Pak Budi Karya menghampiri saya, dia bilang kalau acara ini bukan kelas nasional lagi, tetapi sudah kelas internasional,” sebutnya.

Gebyar Gernas BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival tahun ini mendapat pujian serta apresiasi khusus oleh Menteri Perhubungan RI tersebut. Ia mengakui perhelatan acara tersebut sangat spektakuler. Seni pertunjukan yang ditampilkan sudah seperti layaknya acara hiburan bertaraf internasional.

“Saya salut dan bangga, bagaimana masyarakat Riau yang begitu antusias mampu menggelar acara yang bagus. Saya apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat Riau. Mereka mampu mengemas Gebyar BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival dengan sangat bagus. Acara ini bukan kelas nasional lagi, tetapi sudah bertaraf internasional,” kata Budi Karya.

Dikatakan Budi Karya, Riau sangat keren bisa memecahkan rekor MURI. Menampilkan tarian massal dengan gerakan-gerakan identik budaya Melayu. “Riau keren sekali. Dalam puncak acara ini ada beberapa kegiatan yang membanggakan. Dan yang paling membanggakan adalah pada malam-malam hari ini adik-adik menari 10 ribu orang. Ini merupakan juara dunia,” katanya.

Budi Karya mengajak semua pihak untuk mendukung pelaku UMKM dan pariwisata daerah. Menurutnya, sudah seharusnya pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk menjadi kunci keberhasilan kemajuan bangsa.

“Kita harus konsisten. Kita harus kolaborasi dan kita harus bangga dengan apa yang kita lakukan. Oleh karenanya saya mengajak kepada semua pihak, masyarakat dan para pejabat, mendukung yang namanya UMKM, mendukung pariwisata daerah, karena itu adalah kekayaan yang bisa kita banggakan bersama,” ucapnya.***

 

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Didukung 10 ribu penari dan penampilan berbusana Melayu para model dan pejabat, iven Bangga Buatan Indonesia Bangga Berwisata di Indonesia (BBI BBWI) dan Lancang Kuning Carnival 2024 membuat bangga masyarakat Riau.

RIAUPOS.CO – JUMAT, 3 Mei 2024 lalu, merupakan salah satu hari bersejarah bagi provinsi Riau. Pasalnya, pada hari itu, Riau berhasil menyedot perhatian rakyat Indonesia dan mencatatkan rekor dengan menampilkan 10 ribu penari serentak Melayu. Penampilan puluhan ribu penari itu juga disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional.

Puluhan ribu penari sudah bersiap-siap di halaman Kantor Gubernur Riau. Tidak hanya di halaman kantor pusat pemerintahan itu saja, namun para penari juga memadati jalan-jalan di sekitarnya. Mulai dari Jalan Sudirman hingga Cut Nyak Dhien.

Jika dilihat dari ketinggian, malam itu, di sekitaran Kantor Gubernur Riau menjadi lautan manusia. Para penari yang berasal dari para pelajar SMP, SMA, mahasiswa dan para ASN tersebut hendak memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan tarian serempak penari Melayu terbanyak.

Tepat pukul 20.30 WIB, para penari langsung menampilkan aksinya. Dengan berpakaian Melayu lengkap dengan aksesorisnya, para penari tampak kompak menampilkan gerakan diiringi musik. Penampilan mereka juga mengundang decak kagum penonton, baik yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan melalui layar kaca.

Ribuan penari
Ribuan penari saat memecahkan rekor dalam acara Bangga Buatan Indonesia Bangga Berwisata di Indonesia (BBI BBWI) dan Lancang Kuning Carnival 2024 di Pekanbaru, Jumat (3/5/2024). (DISKOMINFO RIAU untuk Riau Pos)

Perjuangan para penari tak sia-sia. Usai penampilan, pihak perwakilan MURI langsung memberikan penghargaan berupa Rekor MURI untuk kategori penari terbanyak dengan jumlah 10 ribu orang. Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Pj Gubernur Riau SF Hariyanto disaksikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal, mengatakan, tarian Serentak Melayu merupakan tarian yang dikolaborasikan dari beberapa tarian Melayu yang ada. Diberi nama tarian Serentak Melayu karena pada tarian tersebut terdapat kesamaan gerak.

“Kita ini kan dari bermacam-macam suku, dan setiap suku juga ada tariannya masing-masing. Tarian Serentak Melayu inilah penggabungan dari tarian-tarian tersebut, mulai dari unsur tarian randai, zapin, dan beberapa tarian lainnya,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tarian Serentak Melayu ini juga baru pertama kali ditarikan pada iven Bangga Buatan Indonesia Bangga Berwisata di Indonesia (BBI BBWI) dan Lancang Kuning Carnival 2024. Karena itu, bagi masyarakat tentunya tarian tersebut merupakan sebuah pertunjukan yang menarik.

Baca Juga:  Transaksi Bazar UMKM BBI BBWI Rp3,08 M

“Budaya-budaya seperti ini yang saat ini terus dikembangkan untuk lebih memperkenalkan Riau kepada masyarakat luas,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, mengatakan, melalui tarian Serentak Melayu, pihaknya juga ingin semakin memperkenalkan bahwa Riau memiliki nilai kesenian yang tinggi.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa Riau ini juga punya nilai yang tinggi dalam hal kesenian. Karena itu daerah lain harus melihat itu. Kami buat gebrakan melalui penampilan sepuluh ribu penari Serentak Melayu,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga ingin melestarikan budaya tari kepada generasi muda. Karena itu, dalam penampilan tarian pihaknya melibatkan penari dari kalangan pelajar SMP dan SMA yang ada di Riau.

“Alhamdulillah para pelajar yang kita libatkan mereka semua bersemangat untuk ikut,” katanya.

Selain penampilan tari, pada iven BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival 2024, pihaknya juga mengadakan penampilan dan lomba fashion show pakaian Melayu. Kegiatan ini juga untuk lebih memperkenalkan busana Melayu kepada masyarakat luar, dan juga memberikan pemahaman bahwa busana Melayu saat ini sudah banyak bisa dikombinasikan dan dimodifikasi.

“Ada puluhan desainer lokal yang terlibat pada fashion show busana Melayu tersebut. Dan hasil karyanya juga bagus-bagus,” sebutnya.
Untuk memeragakan busana Melayu hasil karya desainer lokal, pihaknya juga menggandeng artis sebagai model. Tak ketinggalan Pj Gubernur Riau SF Hariyanto dan para Forkopimda Riau juga terlibat langsung menggunakan busana Melayu.

“Pak Pj Gubernur dan Forkopimda Riau juga ikut langsung menjadi model busana Melayu. Harapannya tentunya agar busana Melayu kita dapat semakin dikenal dan diminati,” katanya.

Memang dari penampilan para model busana Melayu saat itu, hal yang menarik perhatian yakni Pj Gubri SF Hariyanto didampingi istri, berlenggak-lenggok berjalan di atas catwalk. Mereka tampil semringah, serasi, dan percaya diri, menyapa puluhan penonton.

Selain itu, ada pula sejumlah bupati dan wali kota dan istri, pejabat Forkopimda Riau dan istri, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah di lingkup Pemprov Riau. Mereka memukau pengunjung yang berdiri di dekat pentas.  Pj Gubri SF Hariyanto dan Adrias Hariyanto, saat itu terlihat mengenakan busana khas Melayu Riau bermotif batik mayang terurai. Wastra ini bewarna merah berpadu kuning kecoklatan. Melambangkan kebijaksanaan dan kebaikan hati.

SF Hariyanto menjelaskan, tujuan dari parade ini adalah untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, khususnya busana Melayu dari Provinsi Riau. Dengan begitu, Melayu Riau dapat semakin dikenal oleh publik dan generasi muda.

Baca Juga:  Terinspirasi dari Prancis Akan Kembali ke Prancis

“Acara ini untuk memperkenalkan busana berciri khas budaya Melayu Riau ke khalayak luas. Modelnya tidak ketinggalan zaman. Bisa dimodifikasikan mengikuti perkembangan zaman. Yang penting pakaiannya harus rapi dan menutupi aurat,” kata mantan Sekdaprov Riau ini.

Diungkapkan SF Hariyanto, pagelaran Wastra Nusantara BBI BBWI di Riau, semakin memperkuat pesan akan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa. Bahkan, Gebyar Gernas BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival tahun ini mendapat pujian serta apresiasi khusus oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya.

“Pak Menteri Perhubungan berkali-kali menyampaikan ke saya, ‘Mantap Pak Gubernur’. Bahkan, Pak Budi Karya menghampiri saya, dia bilang kalau acara ini bukan kelas nasional lagi, tetapi sudah kelas internasional,” sebutnya.

Gebyar Gernas BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival tahun ini mendapat pujian serta apresiasi khusus oleh Menteri Perhubungan RI tersebut. Ia mengakui perhelatan acara tersebut sangat spektakuler. Seni pertunjukan yang ditampilkan sudah seperti layaknya acara hiburan bertaraf internasional.

“Saya salut dan bangga, bagaimana masyarakat Riau yang begitu antusias mampu menggelar acara yang bagus. Saya apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat Riau. Mereka mampu mengemas Gebyar BBI BBWI dan Lancang Kuning Carnival dengan sangat bagus. Acara ini bukan kelas nasional lagi, tetapi sudah bertaraf internasional,” kata Budi Karya.

Dikatakan Budi Karya, Riau sangat keren bisa memecahkan rekor MURI. Menampilkan tarian massal dengan gerakan-gerakan identik budaya Melayu. “Riau keren sekali. Dalam puncak acara ini ada beberapa kegiatan yang membanggakan. Dan yang paling membanggakan adalah pada malam-malam hari ini adik-adik menari 10 ribu orang. Ini merupakan juara dunia,” katanya.

Budi Karya mengajak semua pihak untuk mendukung pelaku UMKM dan pariwisata daerah. Menurutnya, sudah seharusnya pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk menjadi kunci keberhasilan kemajuan bangsa.

“Kita harus konsisten. Kita harus kolaborasi dan kita harus bangga dengan apa yang kita lakukan. Oleh karenanya saya mengajak kepada semua pihak, masyarakat dan para pejabat, mendukung yang namanya UMKM, mendukung pariwisata daerah, karena itu adalah kekayaan yang bisa kita banggakan bersama,” ucapnya.***

 

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari