Jumat, 3 April 2026
- Advertisement -

Menkeu Purbaya: Sudah Ada Daftar Importir Baju Bekas Ilegal, Akan Kami Tindak!

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah menegaskan komitmennya memberantas impor baju bekas ilegal yang selama ini merugikan industri dalam negeri. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi nama-nama importir yang kerap memasok pakaian bekas secara ilegal ke Indonesia.

Menurutnya, langkah tegas ini menjadi bagian dari penertiban menyeluruh terhadap peredaran barang impor ilegal, khususnya pakaian bekas yang semakin marak dijual di pasaran.

“Nama-namanya sudah kita punya, siapa yang biasa impor barang-barang itu. Saya harapkan mereka segera hentikan praktik tersebut, karena ke depan akan kita tindak,” tegas Purbaya, Senin (27/10), di Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, Kementerian Keuangan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan terus melakukan pengawasan di berbagai daerah untuk memastikan tidak ada lagi toleransi terhadap pelaku impor ilegal.

Baca Juga:  Tingkatkan Ekspor, Mendag Minta Pelaku Usaha Manfaatkan IA-CEPA

“Sekarang pun di lapangan kita terus lakukan pemeriksaan dari waktu ke waktu. Kalau tertangkap, tidak bisa seperti dulu lagi,” ujarnya menegaskan.

Purbaya menjelaskan, penindakan terhadap praktik impor ilegal ini tidak hanya menyasar penyelundupan baju bekas, tetapi juga bertujuan menjaga daya saing industri tekstil lokal.

Menurutnya, maraknya impor pakaian bekas telah mengganggu pasar domestik dan menekan produsen tekstil nasional. Dengan penegakan hukum yang lebih ketat, diharapkan industri dalam negeri dapat kembali bangkit.

“Kalau suplai barang bekas ilegal bisa ditekan, maka pedagang thrifting bisa beralih membeli dari industri lokal. Itu akan bantu perputaran ekonomi kita,” tambahnya.

Langkah pemerintah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa era pembiaran impor ilegal telah berakhir. Purbaya menegaskan, setiap pelaku yang masih nekat akan menghadapi sanksi hukum tanpa kompromi.

Baca Juga:  Keseriusan Pemerintah Terapkan Euro 4 Dipertanyakan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah menegaskan komitmennya memberantas impor baju bekas ilegal yang selama ini merugikan industri dalam negeri. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi nama-nama importir yang kerap memasok pakaian bekas secara ilegal ke Indonesia.

Menurutnya, langkah tegas ini menjadi bagian dari penertiban menyeluruh terhadap peredaran barang impor ilegal, khususnya pakaian bekas yang semakin marak dijual di pasaran.

“Nama-namanya sudah kita punya, siapa yang biasa impor barang-barang itu. Saya harapkan mereka segera hentikan praktik tersebut, karena ke depan akan kita tindak,” tegas Purbaya, Senin (27/10), di Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, Kementerian Keuangan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan terus melakukan pengawasan di berbagai daerah untuk memastikan tidak ada lagi toleransi terhadap pelaku impor ilegal.

Baca Juga:  Water Purifier Igienico Hanya Rp3.999.000

“Sekarang pun di lapangan kita terus lakukan pemeriksaan dari waktu ke waktu. Kalau tertangkap, tidak bisa seperti dulu lagi,” ujarnya menegaskan.

- Advertisement -

Purbaya menjelaskan, penindakan terhadap praktik impor ilegal ini tidak hanya menyasar penyelundupan baju bekas, tetapi juga bertujuan menjaga daya saing industri tekstil lokal.

Menurutnya, maraknya impor pakaian bekas telah mengganggu pasar domestik dan menekan produsen tekstil nasional. Dengan penegakan hukum yang lebih ketat, diharapkan industri dalam negeri dapat kembali bangkit.

- Advertisement -

“Kalau suplai barang bekas ilegal bisa ditekan, maka pedagang thrifting bisa beralih membeli dari industri lokal. Itu akan bantu perputaran ekonomi kita,” tambahnya.

Langkah pemerintah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa era pembiaran impor ilegal telah berakhir. Purbaya menegaskan, setiap pelaku yang masih nekat akan menghadapi sanksi hukum tanpa kompromi.

Baca Juga:  Dana Transfer Pusat ke Kuansing 2026 Dipangkas Rp200 Miliar
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah menegaskan komitmennya memberantas impor baju bekas ilegal yang selama ini merugikan industri dalam negeri. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi nama-nama importir yang kerap memasok pakaian bekas secara ilegal ke Indonesia.

Menurutnya, langkah tegas ini menjadi bagian dari penertiban menyeluruh terhadap peredaran barang impor ilegal, khususnya pakaian bekas yang semakin marak dijual di pasaran.

“Nama-namanya sudah kita punya, siapa yang biasa impor barang-barang itu. Saya harapkan mereka segera hentikan praktik tersebut, karena ke depan akan kita tindak,” tegas Purbaya, Senin (27/10), di Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, Kementerian Keuangan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan terus melakukan pengawasan di berbagai daerah untuk memastikan tidak ada lagi toleransi terhadap pelaku impor ilegal.

Baca Juga:  Dana Transfer Pusat ke Kuansing 2026 Dipangkas Rp200 Miliar

“Sekarang pun di lapangan kita terus lakukan pemeriksaan dari waktu ke waktu. Kalau tertangkap, tidak bisa seperti dulu lagi,” ujarnya menegaskan.

Purbaya menjelaskan, penindakan terhadap praktik impor ilegal ini tidak hanya menyasar penyelundupan baju bekas, tetapi juga bertujuan menjaga daya saing industri tekstil lokal.

Menurutnya, maraknya impor pakaian bekas telah mengganggu pasar domestik dan menekan produsen tekstil nasional. Dengan penegakan hukum yang lebih ketat, diharapkan industri dalam negeri dapat kembali bangkit.

“Kalau suplai barang bekas ilegal bisa ditekan, maka pedagang thrifting bisa beralih membeli dari industri lokal. Itu akan bantu perputaran ekonomi kita,” tambahnya.

Langkah pemerintah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa era pembiaran impor ilegal telah berakhir. Purbaya menegaskan, setiap pelaku yang masih nekat akan menghadapi sanksi hukum tanpa kompromi.

Baca Juga:  Pertemuan Bro Ron dan Ahmad Sahroni Tuai Sorotan, Jokowi Disebut Sudah Tahu

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari