Selasa, 3 Februari 2026
- Advertisement -

Harga Emas Diprediksi Akan Terus Naik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra memprediksi harga emas akan terus naik karena dipicu oleh Konflik Iran-Israel. Sehingga memunculkan kekhawatiran pasar dan membuat tingginya permintaan aset safe haven atau investasi rendah risiko.

Adapun dua aset safe haven yang dimaksud, yaitu dolar AS dan emas sehingga memicu kenaikan harga di keduanya. ‘’Konflik perang memunculkan kekhawatiran pasar terhadap pelambatan ekonomi global sehingga pelaku pasar mencari alternatif investasi yang bisa mengamankan nilai aset di aset safe haven yang ada di aset dolar AS dan emas. Oleh karena itu dolar AS dan harga emas menguat belakangan ini,’’ kata Ariston saat dihubungi JPG, Ahad (21/4).

‘’Harga LM Antam pun mengikuti pergerakan harga emas internasional yang sedang naik dan kurs dolar AS terhadap Rupiah yang juga naik,’’ imbuhnya.

Baca Juga:  Harga Emas Meledak! Antam Tembus Rekor Baru Rp2,407 Juta per Gram

Dalam jangka panjang, Ariston menyebut harga emas kemungkinan masih bergerak naik dengan melihat konflik yang bergantian terus terjadi dan ketidakpastian ekonomi global.Tapi untuk saat ini ada kemungkinan kenaikan harga emas karena euforia pasar akibat konflik Iran-Israel sehingga ada kemungkinan setelah konflik mereda, harga emas bisa terkoreksi terlebih dahulu. ‘’Jadi ada baiknya membeli emas LM saat harga terkoreksi mungkin di saat harga kembali lagi ke Rp1,1 juta per gram,” jelasnya.

Adapun per Ahad (21/4) harga emas Antam tercatat tinggi sebesar Rp1.347.000 per gram. Harga tersebut tercatat naik tipis sebesar Rp2.000 dibandingkan dengan sebelumnya Rp1.345.000 per gram, pada Jumat (19/4).

Harga emas yang naik juga berlaku untuk harga penjualan kembali atau buyback emas Antam sebesar Rp2.000 menjadi Rp1.242.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback emas Antam mengikuti pergerakan harga emas dunia.

Baca Juga:  Emas Cetak Rekor Harga Tertinggi

Harga emas dunia naik pada Sabtu pagi waktu Indonesia dan mencatat kenaikan lima pekan berturut-turut, karena kekhawatiran akan pembalasan lebih lanjut antara Iran dan Israel memicu permintaan safe-haven.

Harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 2,395.15 dolar AS per ounce. Harga naik 2,2 persen pekan ini dan emas berjangka AS ditutup 0,7 persen lebih tinggi sebesar 2,413.8 dolar AS.(esi)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra memprediksi harga emas akan terus naik karena dipicu oleh Konflik Iran-Israel. Sehingga memunculkan kekhawatiran pasar dan membuat tingginya permintaan aset safe haven atau investasi rendah risiko.

Adapun dua aset safe haven yang dimaksud, yaitu dolar AS dan emas sehingga memicu kenaikan harga di keduanya. ‘’Konflik perang memunculkan kekhawatiran pasar terhadap pelambatan ekonomi global sehingga pelaku pasar mencari alternatif investasi yang bisa mengamankan nilai aset di aset safe haven yang ada di aset dolar AS dan emas. Oleh karena itu dolar AS dan harga emas menguat belakangan ini,’’ kata Ariston saat dihubungi JPG, Ahad (21/4).

‘’Harga LM Antam pun mengikuti pergerakan harga emas internasional yang sedang naik dan kurs dolar AS terhadap Rupiah yang juga naik,’’ imbuhnya.

Baca Juga:  Samsung Galaxy M31 Dilengkapi Kamera Lebih Baik

Dalam jangka panjang, Ariston menyebut harga emas kemungkinan masih bergerak naik dengan melihat konflik yang bergantian terus terjadi dan ketidakpastian ekonomi global.Tapi untuk saat ini ada kemungkinan kenaikan harga emas karena euforia pasar akibat konflik Iran-Israel sehingga ada kemungkinan setelah konflik mereda, harga emas bisa terkoreksi terlebih dahulu. ‘’Jadi ada baiknya membeli emas LM saat harga terkoreksi mungkin di saat harga kembali lagi ke Rp1,1 juta per gram,” jelasnya.

Adapun per Ahad (21/4) harga emas Antam tercatat tinggi sebesar Rp1.347.000 per gram. Harga tersebut tercatat naik tipis sebesar Rp2.000 dibandingkan dengan sebelumnya Rp1.345.000 per gram, pada Jumat (19/4).

- Advertisement -

Harga emas yang naik juga berlaku untuk harga penjualan kembali atau buyback emas Antam sebesar Rp2.000 menjadi Rp1.242.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback emas Antam mengikuti pergerakan harga emas dunia.

Baca Juga:  Naik Rp27.000, Harga Emas Antam Tembus Rp2,28 Juta per Gram

Harga emas dunia naik pada Sabtu pagi waktu Indonesia dan mencatat kenaikan lima pekan berturut-turut, karena kekhawatiran akan pembalasan lebih lanjut antara Iran dan Israel memicu permintaan safe-haven.

- Advertisement -

Harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 2,395.15 dolar AS per ounce. Harga naik 2,2 persen pekan ini dan emas berjangka AS ditutup 0,7 persen lebih tinggi sebesar 2,413.8 dolar AS.(esi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra memprediksi harga emas akan terus naik karena dipicu oleh Konflik Iran-Israel. Sehingga memunculkan kekhawatiran pasar dan membuat tingginya permintaan aset safe haven atau investasi rendah risiko.

Adapun dua aset safe haven yang dimaksud, yaitu dolar AS dan emas sehingga memicu kenaikan harga di keduanya. ‘’Konflik perang memunculkan kekhawatiran pasar terhadap pelambatan ekonomi global sehingga pelaku pasar mencari alternatif investasi yang bisa mengamankan nilai aset di aset safe haven yang ada di aset dolar AS dan emas. Oleh karena itu dolar AS dan harga emas menguat belakangan ini,’’ kata Ariston saat dihubungi JPG, Ahad (21/4).

‘’Harga LM Antam pun mengikuti pergerakan harga emas internasional yang sedang naik dan kurs dolar AS terhadap Rupiah yang juga naik,’’ imbuhnya.

Baca Juga:  BI Gelar Riau Sharia Week 2024

Dalam jangka panjang, Ariston menyebut harga emas kemungkinan masih bergerak naik dengan melihat konflik yang bergantian terus terjadi dan ketidakpastian ekonomi global.Tapi untuk saat ini ada kemungkinan kenaikan harga emas karena euforia pasar akibat konflik Iran-Israel sehingga ada kemungkinan setelah konflik mereda, harga emas bisa terkoreksi terlebih dahulu. ‘’Jadi ada baiknya membeli emas LM saat harga terkoreksi mungkin di saat harga kembali lagi ke Rp1,1 juta per gram,” jelasnya.

Adapun per Ahad (21/4) harga emas Antam tercatat tinggi sebesar Rp1.347.000 per gram. Harga tersebut tercatat naik tipis sebesar Rp2.000 dibandingkan dengan sebelumnya Rp1.345.000 per gram, pada Jumat (19/4).

Harga emas yang naik juga berlaku untuk harga penjualan kembali atau buyback emas Antam sebesar Rp2.000 menjadi Rp1.242.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback emas Antam mengikuti pergerakan harga emas dunia.

Baca Juga:  Akhir Pekan, Harga Emas Antam Tembus Rp1.678.000 per Gram

Harga emas dunia naik pada Sabtu pagi waktu Indonesia dan mencatat kenaikan lima pekan berturut-turut, karena kekhawatiran akan pembalasan lebih lanjut antara Iran dan Israel memicu permintaan safe-haven.

Harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 2,395.15 dolar AS per ounce. Harga naik 2,2 persen pekan ini dan emas berjangka AS ditutup 0,7 persen lebih tinggi sebesar 2,413.8 dolar AS.(esi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari