23.2 C
Pekanbaru
Rabu, 2 April 2025
spot_img

Garis Kemiskinan Riau Alami Peningkatan 4,04 Persen

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Selama periode September 2019–September 2020, garis kemiskinan mengalami peningkatan sebesar 4,04 persen, yaitu dari Rp524.861 perkapita per bulan pada September 2019 menjadi Rp546.090 per kapita per bulan pada September 2020.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Misfaruddin. Dijelaskannya, garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

"Dengan demikian, yang dimaksud dengan penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan," katanya, Jumat (19/2).

Misfaruddin menyebutkan, di daerah perkotaan, garis kemiskinan mengalami peningkatan sebesar 4,82 persen, yaitu dari Rp546.515, per kapita per bulan pada September 2019 menjadi Rp572.856, per kapita per bulan pada September 2020. Di daerah perdesaan, garis kemiskinan juga mengalami peningkatan, yakni sebesar 3,59 persen, dari Rp510.421, per kapita per bulan pada September 2019 menjadi Rp528.735, per kapita per bulan pada September 2020.

Baca Juga:  OJK Normalisasi 35 Aplikasi Pinjol Koperasi di Playstore

Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan (GK), yang terdiri dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan nonmakanan (GKNM), peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.

Dipaparkan Misfaruddin, sumbangan GKM terhadap GK pada September 2020 sebesar Rp398.654, per kapita per bulan (73,00 persen) sedangkan GKBM sebesar Rp 147.436, per kapita per bulan (27,00 persen).

"Garis kemiskinan di Bulan September 2020 mengalami peningkatan 4,04 persen dibandingkan September 2019 dan mengalami peningkatan sebesar 0,37 persen dibandingkan Maret 2020," tukasnya.

Pada September 2020, komoditi makanan yang memberikan sumbangan besar pada GK, baik di perkotaan maupun di pedesaan, pada umumnya hampir sama. Beras memberi sumbangan terbesar yaitu sebesar 15,90 persen di perkotaan dan 19,18 persen di perdesaan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Yoshinoya Pertama di Pekanbaru Buka di Mal SKA

Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar ke dua terhadap GK (9,56 persen di perkotaan dan 14,46 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah cabai merah (9,24 persen di perkotaan dan 6,30 persen di perdesaan), daging ayam ras (4,08 persen di perkotaan dan 3,22 persen di perdesaan).

Telur ayam ras (3,74 persen di perkotaan dan 3,29 persen di perdesaan), gula pasir (2,03 persen di perkotaan dan 2,96 persen di perdesaan), mi instan  (2,34 persen di perkotaan dan 1,93 persen di perdesaan), bawang merah (2,16 persen di perkotaan dan 2,28 persen di perdesaan), dan seterusnya.

"Komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada GK perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, bensin, dan pendidikan," pungkasnya.(anf)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.