Minggu, 6 April 2025
spot_img

Malaysia Masih Lockdown, Harga TBS Kembali Naik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 7–14 April mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Jumlah kenaikan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami kenaikan sebesar Rp97,00 per kg atau dari harga minggu lalu, sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan menjadi Rp 1.858,31 per kg.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau, Ahmad Syah Harrofie mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, kenaikan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp504,75/kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp564,00/kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp918,94/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp481,81/kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp 477,90/kg, dan PT Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp269,00/kg dari harga minggu lalu," katanya.

Baca Juga:  AirAsia Adakan Kulineran Santan bersama Rumah Belajar Saab Shares

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp567,28/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 263,00/kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp278,22/kg dari harga minggu lalu. Sementara dari faktor eksternal, kenaikan harga CPO masih dipengaruhi oleh terjadinya lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia, sehingga pembeli mengalihkan pembelian CPO ke Indonesia.

"Selain itu terjadi kenaikan permintaan menjelang masuknya bulan Ramadan. Pengiriman CPO Indonesia ke India juga tidak terganggu kendati Pemerintah India menerapkan lockdown untuk mencegah pe­nyebaran virus Covid-19 ka­rena India masih membuka beberapa pelabuhan. Di sisi lain retaknya hubungan bilateral Malaysia dengan India juga membawa keuntungan tersendiri bagi penjualan CPO Indonesia," jelasnya.(jrr)

Baca Juga:  Kementerian Investasi, Pendapat Pengamat dan Pelaku Usaha Beragam

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 7–14 April mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Jumlah kenaikan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami kenaikan sebesar Rp97,00 per kg atau dari harga minggu lalu, sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan menjadi Rp 1.858,31 per kg.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau, Ahmad Syah Harrofie mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, kenaikan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp504,75/kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp564,00/kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp918,94/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp481,81/kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp 477,90/kg, dan PT Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp269,00/kg dari harga minggu lalu," katanya.

Baca Juga:  Beri Pelatihan untuk Bangkit dari Pandemi

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp567,28/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 263,00/kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp278,22/kg dari harga minggu lalu. Sementara dari faktor eksternal, kenaikan harga CPO masih dipengaruhi oleh terjadinya lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia, sehingga pembeli mengalihkan pembelian CPO ke Indonesia.

"Selain itu terjadi kenaikan permintaan menjelang masuknya bulan Ramadan. Pengiriman CPO Indonesia ke India juga tidak terganggu kendati Pemerintah India menerapkan lockdown untuk mencegah pe­nyebaran virus Covid-19 ka­rena India masih membuka beberapa pelabuhan. Di sisi lain retaknya hubungan bilateral Malaysia dengan India juga membawa keuntungan tersendiri bagi penjualan CPO Indonesia," jelasnya.(jrr)

Baca Juga:  AirAsia Adakan Kulineran Santan bersama Rumah Belajar Saab Shares

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Malaysia Masih Lockdown, Harga TBS Kembali Naik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 7–14 April mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Jumlah kenaikan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami kenaikan sebesar Rp97,00 per kg atau dari harga minggu lalu, sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan menjadi Rp 1.858,31 per kg.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau, Ahmad Syah Harrofie mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, kenaikan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp504,75/kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp564,00/kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp918,94/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp481,81/kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp 477,90/kg, dan PT Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp269,00/kg dari harga minggu lalu," katanya.

Baca Juga:  Airlangga Ungkap Rencana Pemerintah Bentuk Bank Transaksi Emas

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp567,28/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 263,00/kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp278,22/kg dari harga minggu lalu. Sementara dari faktor eksternal, kenaikan harga CPO masih dipengaruhi oleh terjadinya lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia, sehingga pembeli mengalihkan pembelian CPO ke Indonesia.

"Selain itu terjadi kenaikan permintaan menjelang masuknya bulan Ramadan. Pengiriman CPO Indonesia ke India juga tidak terganggu kendati Pemerintah India menerapkan lockdown untuk mencegah pe­nyebaran virus Covid-19 ka­rena India masih membuka beberapa pelabuhan. Di sisi lain retaknya hubungan bilateral Malaysia dengan India juga membawa keuntungan tersendiri bagi penjualan CPO Indonesia," jelasnya.(jrr)

Baca Juga:  Houthi Serang Kilang Aramco di Jeddah, Harga Minyak Dunia Naik

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 7–14 April mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Jumlah kenaikan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami kenaikan sebesar Rp97,00 per kg atau dari harga minggu lalu, sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan menjadi Rp 1.858,31 per kg.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau, Ahmad Syah Harrofie mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, kenaikan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp504,75/kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp564,00/kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp918,94/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp481,81/kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp 477,90/kg, dan PT Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp269,00/kg dari harga minggu lalu," katanya.

Baca Juga:  Houthi Serang Kilang Aramco di Jeddah, Harga Minyak Dunia Naik

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp567,28/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 263,00/kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp278,22/kg dari harga minggu lalu. Sementara dari faktor eksternal, kenaikan harga CPO masih dipengaruhi oleh terjadinya lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia, sehingga pembeli mengalihkan pembelian CPO ke Indonesia.

"Selain itu terjadi kenaikan permintaan menjelang masuknya bulan Ramadan. Pengiriman CPO Indonesia ke India juga tidak terganggu kendati Pemerintah India menerapkan lockdown untuk mencegah pe­nyebaran virus Covid-19 ka­rena India masih membuka beberapa pelabuhan. Di sisi lain retaknya hubungan bilateral Malaysia dengan India juga membawa keuntungan tersendiri bagi penjualan CPO Indonesia," jelasnya.(jrr)

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Sosialisasi Anugrah Paritrana 2019

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari