Jumat, 13 Februari 2026
- Advertisement -

Perkuat Segmen UMKM dan Pemenuhan Dana Murah

BTN Tambah Satu Posisi Direksi Baru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan perubahan susunan komisaris dan penambahan satu posisi direksi baru. Perubahan itu sejalan dengan kekosongan posisi serta akselerasi bisnis bank di 2024. Terutama segmen usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan pemenuhan dana murah perbankan.

Rabu (6/3) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Bank BTN mengangkat Adi Sulistyowati sebagai komisaris independen menggantikan almarhum Ahdi Jumhari Luddin yang wafat pada 12 Agustus 2023. Selain itu, memberhentikan M. Yusuf Permana sebagai komisaris. Posisinya digantikan Bambang Widjanarko yang saat ini juga menjabat deputi komisioner pengawas bank pemerintah dan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga:  Omnibus Law Ubah Rumus Pesangon Buruh

Forum juga menyetujui penambahan satu posisi direksi baru. Yakni, mengangkat Muhammad Iqbal sebagai direktur SME and retail funding. Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, penambahan posisi direksi baru bertujuan agar perseroan tumbuh lebih kuat di sektor selain kredit pemilikan rumah (KPR). Yakni, UMKM dan struktur pendanaan, terutama di retail funding.

Menurut dia, segmen UMKM cocok dengan bisnis turunan perumahan dan karakter nasabah. Yaitu, kelompok masyarakat berpendapatan rendah (MBR). Sehingga dapat mengakselerasi penyaluran program kredit usaha rakyat (KUR) mandat dari pemerintah.

’’Karena kita ingin KUR tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucap Nixon dalam paparan rapat umum pemegang saham tahunan di Menara BTN, Rabu (6/3).

Baca Juga:  Kedatangan Pekerja Migran Harus Diantisipasi

Dia juga mengakui bahwa dana murah BTN tergolong kecil. Oleh karena itu, perseroan ingin memperkuat dana pihak ketiga (DPK) ritel. ’’Sampai saat ini memang (DPK ritel) dibanding dana institusi tumbuhnya masih lebih pelan. Walaupun tabungannya masih tumbuh 6 persen. Artinya, kami ingin tumbuh lebih cepat lagi dari kondisi saat ini,” bebernya.

BTN juga berencana membentuk satu direktorat baru lagi. Yaitu, direktorat digital sales untuk menggenjot bisnis digital sales application. Terutama mobile apps, cash management, serta electronic data capture (EDC). Sehingga, perseroan mampu mendorong bisnis retail funding dan current account savings account (CASA) ke depan. (han/dio/jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan perubahan susunan komisaris dan penambahan satu posisi direksi baru. Perubahan itu sejalan dengan kekosongan posisi serta akselerasi bisnis bank di 2024. Terutama segmen usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan pemenuhan dana murah perbankan.

Rabu (6/3) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Bank BTN mengangkat Adi Sulistyowati sebagai komisaris independen menggantikan almarhum Ahdi Jumhari Luddin yang wafat pada 12 Agustus 2023. Selain itu, memberhentikan M. Yusuf Permana sebagai komisaris. Posisinya digantikan Bambang Widjanarko yang saat ini juga menjabat deputi komisioner pengawas bank pemerintah dan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga:  Kinerja Industri Perbankan Resilien dan Stabil

Forum juga menyetujui penambahan satu posisi direksi baru. Yakni, mengangkat Muhammad Iqbal sebagai direktur SME and retail funding. Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, penambahan posisi direksi baru bertujuan agar perseroan tumbuh lebih kuat di sektor selain kredit pemilikan rumah (KPR). Yakni, UMKM dan struktur pendanaan, terutama di retail funding.

Menurut dia, segmen UMKM cocok dengan bisnis turunan perumahan dan karakter nasabah. Yaitu, kelompok masyarakat berpendapatan rendah (MBR). Sehingga dapat mengakselerasi penyaluran program kredit usaha rakyat (KUR) mandat dari pemerintah.

’’Karena kita ingin KUR tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucap Nixon dalam paparan rapat umum pemegang saham tahunan di Menara BTN, Rabu (6/3).

- Advertisement -
Baca Juga:  Presiden Diminta Tinjau Ulang Kebijakan Larang Ekspor Minyak Goreng

Dia juga mengakui bahwa dana murah BTN tergolong kecil. Oleh karena itu, perseroan ingin memperkuat dana pihak ketiga (DPK) ritel. ’’Sampai saat ini memang (DPK ritel) dibanding dana institusi tumbuhnya masih lebih pelan. Walaupun tabungannya masih tumbuh 6 persen. Artinya, kami ingin tumbuh lebih cepat lagi dari kondisi saat ini,” bebernya.

BTN juga berencana membentuk satu direktorat baru lagi. Yaitu, direktorat digital sales untuk menggenjot bisnis digital sales application. Terutama mobile apps, cash management, serta electronic data capture (EDC). Sehingga, perseroan mampu mendorong bisnis retail funding dan current account savings account (CASA) ke depan. (han/dio/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan perubahan susunan komisaris dan penambahan satu posisi direksi baru. Perubahan itu sejalan dengan kekosongan posisi serta akselerasi bisnis bank di 2024. Terutama segmen usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan pemenuhan dana murah perbankan.

Rabu (6/3) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Bank BTN mengangkat Adi Sulistyowati sebagai komisaris independen menggantikan almarhum Ahdi Jumhari Luddin yang wafat pada 12 Agustus 2023. Selain itu, memberhentikan M. Yusuf Permana sebagai komisaris. Posisinya digantikan Bambang Widjanarko yang saat ini juga menjabat deputi komisioner pengawas bank pemerintah dan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga:  OJK Luncurkan Database Agen dan Polis Asuransi, Dorong Transparansi dan Perlindungan Konsumen

Forum juga menyetujui penambahan satu posisi direksi baru. Yakni, mengangkat Muhammad Iqbal sebagai direktur SME and retail funding. Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, penambahan posisi direksi baru bertujuan agar perseroan tumbuh lebih kuat di sektor selain kredit pemilikan rumah (KPR). Yakni, UMKM dan struktur pendanaan, terutama di retail funding.

Menurut dia, segmen UMKM cocok dengan bisnis turunan perumahan dan karakter nasabah. Yaitu, kelompok masyarakat berpendapatan rendah (MBR). Sehingga dapat mengakselerasi penyaluran program kredit usaha rakyat (KUR) mandat dari pemerintah.

’’Karena kita ingin KUR tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucap Nixon dalam paparan rapat umum pemegang saham tahunan di Menara BTN, Rabu (6/3).

Baca Juga:  Jurus Sri Mulyani Dongkrak Perekonomian di Tengah Tekanan Wabah Corona

Dia juga mengakui bahwa dana murah BTN tergolong kecil. Oleh karena itu, perseroan ingin memperkuat dana pihak ketiga (DPK) ritel. ’’Sampai saat ini memang (DPK ritel) dibanding dana institusi tumbuhnya masih lebih pelan. Walaupun tabungannya masih tumbuh 6 persen. Artinya, kami ingin tumbuh lebih cepat lagi dari kondisi saat ini,” bebernya.

BTN juga berencana membentuk satu direktorat baru lagi. Yaitu, direktorat digital sales untuk menggenjot bisnis digital sales application. Terutama mobile apps, cash management, serta electronic data capture (EDC). Sehingga, perseroan mampu mendorong bisnis retail funding dan current account savings account (CASA) ke depan. (han/dio/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari