Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Harga Tiket Pesawat Dipotong 10 Persen saat Nataru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Persiapan menghadapi arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dimulai. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, beberapa kementerian memaparkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Salah satu perhatian utama adalah cuaca ekstrem yang bisa berujung bencana.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi, Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Anggodo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, dan Perwakilan Korlantas.

Menhub Dudy menjelaskan, sesuai kajian pada periode 23 Oktober hingga 30 Oktober, pergerakan masyarakat pada Nataru tahun ini diprediksi mencapai 110,67 juta jiwa. “Pilihan moda transportasinya adalah kendaraan pribadi sebanyak 53,78 persen atau 59,52 juta jiwa. Yang terdiri atas 39,2 juta jiwa menggunakan mobil dan 19,6 juta jiwa menggunakan motor,” paparnya.

Baca Juga:  EMP Korinci Baru Ltd Alirkan Gas 2,5 BBTUD ke PLN

Angka prediksi pengguna kendaraan pribadi itu naik 53 persen bila dibandingkan dengan Nataru tahun lalu.  Kemenhub melakukan berbagai pengaturan antarmoda untuk memperlancar Nataru 2025. Untuk moda udara, Kemenhub berupaya menjaga tarif tiket pesawat.

Dia menuturkan, untuk optimalisasi dan penambahan layanan udara selama 24 jam,  dilakukan pemotongan harga tiket pesawat 10 persen. Penurunan itu dilakukan dengan sejumlah cara. Antara lain, penurunan fuel surcharge, potongan harga jual avtur di 19 bandara dengan rentang Rp700 per liter sampai Rp800 per liter.

Kemenhub juga mengupayakan pemotongan 50 persen tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).  “Langkah ini akan dilakukan sejak 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025,” paparnya.

Baca Juga:  Warga Ingin Ganti Karet dengan Sawit

Untuk moda transportasi darat, terdapat kebijakan mudik gratis dengan bus. Total seat yang disediakan mencapai 38 ribu orang dengan 11 rute kota tujuan. “Lalu untuk moda transportasi, kereta api juga terdapat mudik gratis dengan kapasitas 5.500 penumpang dalam waktu sepuluh hari,” terangnya. Moda transportasi laut juga telah disiapkan angkutan mudik gratis dengan kapasitas 29 ribu penumpang.

Menteri PU Dody memaparkan tentang perkembangan infrastruktur. Dia mengatakan, setiap tahun lembaganya berupaya meningkatkan layanan di jalan tol maupun non-tol. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan kemantapan jalan yang terus  terjaga. “Kami juga melakukan peningkatan konektivitas antarmoda melalui peningkatan bandara dan terminal serta meningkatkan jaringan jalan nasional dan daerah,” jelasnya.(idr/agf/oni/jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Persiapan menghadapi arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dimulai. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, beberapa kementerian memaparkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Salah satu perhatian utama adalah cuaca ekstrem yang bisa berujung bencana.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi, Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Anggodo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, dan Perwakilan Korlantas.

Menhub Dudy menjelaskan, sesuai kajian pada periode 23 Oktober hingga 30 Oktober, pergerakan masyarakat pada Nataru tahun ini diprediksi mencapai 110,67 juta jiwa. “Pilihan moda transportasinya adalah kendaraan pribadi sebanyak 53,78 persen atau 59,52 juta jiwa. Yang terdiri atas 39,2 juta jiwa menggunakan mobil dan 19,6 juta jiwa menggunakan motor,” paparnya.

Baca Juga:  Jelang RUPS KB Bukopin, Sinergi KB Kookmin dan Bosowa Kian Menguat

Angka prediksi pengguna kendaraan pribadi itu naik 53 persen bila dibandingkan dengan Nataru tahun lalu.  Kemenhub melakukan berbagai pengaturan antarmoda untuk memperlancar Nataru 2025. Untuk moda udara, Kemenhub berupaya menjaga tarif tiket pesawat.

Dia menuturkan, untuk optimalisasi dan penambahan layanan udara selama 24 jam,  dilakukan pemotongan harga tiket pesawat 10 persen. Penurunan itu dilakukan dengan sejumlah cara. Antara lain, penurunan fuel surcharge, potongan harga jual avtur di 19 bandara dengan rentang Rp700 per liter sampai Rp800 per liter.

Kemenhub juga mengupayakan pemotongan 50 persen tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).  “Langkah ini akan dilakukan sejak 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025,” paparnya.

Baca Juga:  Pemerintah Berikan Insentif PPN untuk Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Untuk moda transportasi darat, terdapat kebijakan mudik gratis dengan bus. Total seat yang disediakan mencapai 38 ribu orang dengan 11 rute kota tujuan. “Lalu untuk moda transportasi, kereta api juga terdapat mudik gratis dengan kapasitas 5.500 penumpang dalam waktu sepuluh hari,” terangnya. Moda transportasi laut juga telah disiapkan angkutan mudik gratis dengan kapasitas 29 ribu penumpang.

Menteri PU Dody memaparkan tentang perkembangan infrastruktur. Dia mengatakan, setiap tahun lembaganya berupaya meningkatkan layanan di jalan tol maupun non-tol. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan kemantapan jalan yang terus  terjaga. “Kami juga melakukan peningkatan konektivitas antarmoda melalui peningkatan bandara dan terminal serta meningkatkan jaringan jalan nasional dan daerah,” jelasnya.(idr/agf/oni/jpg)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Harga Tiket Pesawat Dipotong 10 Persen saat Nataru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Persiapan menghadapi arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dimulai. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, beberapa kementerian memaparkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Salah satu perhatian utama adalah cuaca ekstrem yang bisa berujung bencana.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi, Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Anggodo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, dan Perwakilan Korlantas.

Menhub Dudy menjelaskan, sesuai kajian pada periode 23 Oktober hingga 30 Oktober, pergerakan masyarakat pada Nataru tahun ini diprediksi mencapai 110,67 juta jiwa. “Pilihan moda transportasinya adalah kendaraan pribadi sebanyak 53,78 persen atau 59,52 juta jiwa. Yang terdiri atas 39,2 juta jiwa menggunakan mobil dan 19,6 juta jiwa menggunakan motor,” paparnya.

Baca Juga:  Ekspor Sawit ke Cina Anjlok 82 Persen

Angka prediksi pengguna kendaraan pribadi itu naik 53 persen bila dibandingkan dengan Nataru tahun lalu.  Kemenhub melakukan berbagai pengaturan antarmoda untuk memperlancar Nataru 2025. Untuk moda udara, Kemenhub berupaya menjaga tarif tiket pesawat.

Dia menuturkan, untuk optimalisasi dan penambahan layanan udara selama 24 jam,  dilakukan pemotongan harga tiket pesawat 10 persen. Penurunan itu dilakukan dengan sejumlah cara. Antara lain, penurunan fuel surcharge, potongan harga jual avtur di 19 bandara dengan rentang Rp700 per liter sampai Rp800 per liter.

Kemenhub juga mengupayakan pemotongan 50 persen tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).  “Langkah ini akan dilakukan sejak 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025,” paparnya.

Baca Juga:  Menggunung, Utang Luar Negeri Capai Rp5.534 Triliun

Untuk moda transportasi darat, terdapat kebijakan mudik gratis dengan bus. Total seat yang disediakan mencapai 38 ribu orang dengan 11 rute kota tujuan. “Lalu untuk moda transportasi, kereta api juga terdapat mudik gratis dengan kapasitas 5.500 penumpang dalam waktu sepuluh hari,” terangnya. Moda transportasi laut juga telah disiapkan angkutan mudik gratis dengan kapasitas 29 ribu penumpang.

Menteri PU Dody memaparkan tentang perkembangan infrastruktur. Dia mengatakan, setiap tahun lembaganya berupaya meningkatkan layanan di jalan tol maupun non-tol. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan kemantapan jalan yang terus  terjaga. “Kami juga melakukan peningkatan konektivitas antarmoda melalui peningkatan bandara dan terminal serta meningkatkan jaringan jalan nasional dan daerah,” jelasnya.(idr/agf/oni/jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Persiapan menghadapi arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dimulai. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, beberapa kementerian memaparkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Salah satu perhatian utama adalah cuaca ekstrem yang bisa berujung bencana.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi, Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Anggodo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, dan Perwakilan Korlantas.

Menhub Dudy menjelaskan, sesuai kajian pada periode 23 Oktober hingga 30 Oktober, pergerakan masyarakat pada Nataru tahun ini diprediksi mencapai 110,67 juta jiwa. “Pilihan moda transportasinya adalah kendaraan pribadi sebanyak 53,78 persen atau 59,52 juta jiwa. Yang terdiri atas 39,2 juta jiwa menggunakan mobil dan 19,6 juta jiwa menggunakan motor,” paparnya.

Baca Juga:  Jelang RUPS KB Bukopin, Sinergi KB Kookmin dan Bosowa Kian Menguat

Angka prediksi pengguna kendaraan pribadi itu naik 53 persen bila dibandingkan dengan Nataru tahun lalu.  Kemenhub melakukan berbagai pengaturan antarmoda untuk memperlancar Nataru 2025. Untuk moda udara, Kemenhub berupaya menjaga tarif tiket pesawat.

Dia menuturkan, untuk optimalisasi dan penambahan layanan udara selama 24 jam,  dilakukan pemotongan harga tiket pesawat 10 persen. Penurunan itu dilakukan dengan sejumlah cara. Antara lain, penurunan fuel surcharge, potongan harga jual avtur di 19 bandara dengan rentang Rp700 per liter sampai Rp800 per liter.

Kemenhub juga mengupayakan pemotongan 50 persen tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).  “Langkah ini akan dilakukan sejak 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025,” paparnya.

Baca Juga:  Global Bangunan Gelar Undian Surprise Periode Pertama

Untuk moda transportasi darat, terdapat kebijakan mudik gratis dengan bus. Total seat yang disediakan mencapai 38 ribu orang dengan 11 rute kota tujuan. “Lalu untuk moda transportasi, kereta api juga terdapat mudik gratis dengan kapasitas 5.500 penumpang dalam waktu sepuluh hari,” terangnya. Moda transportasi laut juga telah disiapkan angkutan mudik gratis dengan kapasitas 29 ribu penumpang.

Menteri PU Dody memaparkan tentang perkembangan infrastruktur. Dia mengatakan, setiap tahun lembaganya berupaya meningkatkan layanan di jalan tol maupun non-tol. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan kemantapan jalan yang terus  terjaga. “Kami juga melakukan peningkatan konektivitas antarmoda melalui peningkatan bandara dan terminal serta meningkatkan jaringan jalan nasional dan daerah,” jelasnya.(idr/agf/oni/jpg)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari