Kamis, 26 Februari 2026
- Advertisement -

Tatapan Singkat Berujung Malu, Kopi Tumpah dan Harga Diri Ikut Jatuh

RIAUPOS.CO – Sebuah momen tak terduga dialami Heri saat bersantai bersama teman-temannya di sebuah kafe di Pekanbaru. Suasana yang awalnya cair dengan obrolan ringan berubah jadi bahan tawa sekafe hanya dalam hitungan detik.

Saat itu, Heri tengah menikmati kopi hangat sembari berbincang santai. Obrolan mengalir bebas, dari gosip ringan hingga rencana hidup yang entah kapan akan terwujud. Namun, fokus Heri mendadak buyar ketika seorang perempuan cantik melangkah masuk ke kafe.

Rambut terurai dan senyum singkat perempuan tersebut sukses membuat Heri terpaku. Pandangannya seakan berhenti, otaknya sejenak nge-lag, sementara tangannya lupa dengan tugas menjaga gelas kopi di meja.

Tanpa disadari, gelas kopi di hadapannya terjatuh dan isinya tumpah ke mana-mana. Suasana kafe yang semula riuh mendadak hening sesaat, sebelum akhirnya pecah oleh tawa para pengunjung. Teman-teman Heri bahkan sampai menepuk meja, sementara barista hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala.

Baca Juga:  FAI UIR Gelar Yudisium Sarjana, Dekan Hamzah Ungkap Harapan Jadikan FAI Ikon Universitas Islam Riau

Heri sendiri hanya bisa duduk kaku. Wajahnya memerah, menahan malu yang rasanya lebih panas dari kopi yang baru saja tumpah. Dengan suara lirih dan pasrah, ia hanya mampu berujar, “Alamaak… tumpah.”

Celetukan salah satu temannya justru menambah derai tawa. “Bukan kopinya yang tumpah, Ri. Fokus hidup kau yang jatuh,” ujarnya sambil tertawa.

Perempuan yang menjadi pusat perhatian itu sempat menoleh dan melempar senyum kecil sebelum melangkah pergi. Sementara Heri masih sibuk mengelap meja, berusaha menyelamatkan sisa martabat yang ikut tumpah bersama kopi.(dof)

RIAUPOS.CO – Sebuah momen tak terduga dialami Heri saat bersantai bersama teman-temannya di sebuah kafe di Pekanbaru. Suasana yang awalnya cair dengan obrolan ringan berubah jadi bahan tawa sekafe hanya dalam hitungan detik.

Saat itu, Heri tengah menikmati kopi hangat sembari berbincang santai. Obrolan mengalir bebas, dari gosip ringan hingga rencana hidup yang entah kapan akan terwujud. Namun, fokus Heri mendadak buyar ketika seorang perempuan cantik melangkah masuk ke kafe.

Rambut terurai dan senyum singkat perempuan tersebut sukses membuat Heri terpaku. Pandangannya seakan berhenti, otaknya sejenak nge-lag, sementara tangannya lupa dengan tugas menjaga gelas kopi di meja.

Tanpa disadari, gelas kopi di hadapannya terjatuh dan isinya tumpah ke mana-mana. Suasana kafe yang semula riuh mendadak hening sesaat, sebelum akhirnya pecah oleh tawa para pengunjung. Teman-teman Heri bahkan sampai menepuk meja, sementara barista hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala.

Baca Juga:  Agung Nugroho Targetkan 5.000 Warga Ramaikan Petang Belimau

Heri sendiri hanya bisa duduk kaku. Wajahnya memerah, menahan malu yang rasanya lebih panas dari kopi yang baru saja tumpah. Dengan suara lirih dan pasrah, ia hanya mampu berujar, “Alamaak… tumpah.”

- Advertisement -

Celetukan salah satu temannya justru menambah derai tawa. “Bukan kopinya yang tumpah, Ri. Fokus hidup kau yang jatuh,” ujarnya sambil tertawa.

Perempuan yang menjadi pusat perhatian itu sempat menoleh dan melempar senyum kecil sebelum melangkah pergi. Sementara Heri masih sibuk mengelap meja, berusaha menyelamatkan sisa martabat yang ikut tumpah bersama kopi.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Alamaaak! Merasa Ditipu

Alamaaak! Masuk Kolam

ALMAAAK! Bau Durian 

Pizza dan Martabak

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Sebuah momen tak terduga dialami Heri saat bersantai bersama teman-temannya di sebuah kafe di Pekanbaru. Suasana yang awalnya cair dengan obrolan ringan berubah jadi bahan tawa sekafe hanya dalam hitungan detik.

Saat itu, Heri tengah menikmati kopi hangat sembari berbincang santai. Obrolan mengalir bebas, dari gosip ringan hingga rencana hidup yang entah kapan akan terwujud. Namun, fokus Heri mendadak buyar ketika seorang perempuan cantik melangkah masuk ke kafe.

Rambut terurai dan senyum singkat perempuan tersebut sukses membuat Heri terpaku. Pandangannya seakan berhenti, otaknya sejenak nge-lag, sementara tangannya lupa dengan tugas menjaga gelas kopi di meja.

Tanpa disadari, gelas kopi di hadapannya terjatuh dan isinya tumpah ke mana-mana. Suasana kafe yang semula riuh mendadak hening sesaat, sebelum akhirnya pecah oleh tawa para pengunjung. Teman-teman Heri bahkan sampai menepuk meja, sementara barista hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala.

Baca Juga:  FAI UIR Gelar Yudisium Sarjana, Dekan Hamzah Ungkap Harapan Jadikan FAI Ikon Universitas Islam Riau

Heri sendiri hanya bisa duduk kaku. Wajahnya memerah, menahan malu yang rasanya lebih panas dari kopi yang baru saja tumpah. Dengan suara lirih dan pasrah, ia hanya mampu berujar, “Alamaak… tumpah.”

Celetukan salah satu temannya justru menambah derai tawa. “Bukan kopinya yang tumpah, Ri. Fokus hidup kau yang jatuh,” ujarnya sambil tertawa.

Perempuan yang menjadi pusat perhatian itu sempat menoleh dan melempar senyum kecil sebelum melangkah pergi. Sementara Heri masih sibuk mengelap meja, berusaha menyelamatkan sisa martabat yang ikut tumpah bersama kopi.(dof)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari