Jumat, 6 Maret 2026
- Advertisement -

PHRI Riau Klaim Sejumlah Hotel Tidak Capai Target

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Riau dan sekitarnya berimbas ke berbagai sektor, salah satunya kepada pelaku usaha. Seperti disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal, Selasa (24/9). Ia mengungkapkan sejumlah hotel tidak bisa mencapai target untuk pendapatannya.

 

"Target penerimaan hotel tidak tercapai. Dalam satu bulan ada beberapa acara dengan nilai sekian persen karena ditunda. Yang harusnya dapat 70 persen, hanya mampu tercapai 50 persen," kata Nofrizal usai pertemuan dengan pengurus PHRI Riau dan pelaku usaha hotel di Hotel Pangeran, kemarin.

Meski memaklumi kondisi tersebut, tetap saja akan memberikan pengaruh pada lebih dari 200 hotel yang di Riau dan sekitar 500 lebih hotel di Riau tersebut. "Dari pertemuan itu berbagai kondisi dan permasalahan disampaikan oleh mereka. Tentunya berharap ke depan tidak ada lagi asap. Pengaruh luar biasa," kata dia.

Baca Juga:  Nongkrong di Warung Saat Jam Sekolah, Puluhan Pelajar Pekanbaru Diamankan

Meski tidak menyebutkan secara gamblang jumlah okupansi hotel sebesar apa mengalami penurunan. Tapi Nofrizal menyebutkan jika sebelumnya bisa mengisi sampai 60 persen, saat kabut asap bisa turun hingga 20 persen.  

"Seperti ada acara nasional diadakan di sini. Awalnya lima hari memesan kamar, karena asap jadi tiga hari. Ataupun ada beberapa acara besar lainnya akhirnya ditunda maupun dibatalkan. Tentu berpengaruh terhadap pendapatan," jelasnya.

"Walau begitu, para pengusaha tetap melakukan action terhadap masalah asap ini. Seperti adanya rumah aman ditekankan untuk keluarga karyawan hotel yang memerlukan perhatian khusus," jelasnya.
Kenapa tidak masyarakat umum? Nofrizal menjelaskan, pihak hotel mempertimbangkan berbagai kondisi. Di antaranya, harus terlebih dulu menyiapkan tabung oksigen, tenaga medis hingga konsumsinya.(*1)

Baca Juga:  Melanggar, Pembangunan Kios Pasar Induk Minta Disetop

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Riau dan sekitarnya berimbas ke berbagai sektor, salah satunya kepada pelaku usaha. Seperti disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal, Selasa (24/9). Ia mengungkapkan sejumlah hotel tidak bisa mencapai target untuk pendapatannya.

 

"Target penerimaan hotel tidak tercapai. Dalam satu bulan ada beberapa acara dengan nilai sekian persen karena ditunda. Yang harusnya dapat 70 persen, hanya mampu tercapai 50 persen," kata Nofrizal usai pertemuan dengan pengurus PHRI Riau dan pelaku usaha hotel di Hotel Pangeran, kemarin.

Meski memaklumi kondisi tersebut, tetap saja akan memberikan pengaruh pada lebih dari 200 hotel yang di Riau dan sekitar 500 lebih hotel di Riau tersebut. "Dari pertemuan itu berbagai kondisi dan permasalahan disampaikan oleh mereka. Tentunya berharap ke depan tidak ada lagi asap. Pengaruh luar biasa," kata dia.

Baca Juga:  Melanggar, Pembangunan Kios Pasar Induk Minta Disetop

Meski tidak menyebutkan secara gamblang jumlah okupansi hotel sebesar apa mengalami penurunan. Tapi Nofrizal menyebutkan jika sebelumnya bisa mengisi sampai 60 persen, saat kabut asap bisa turun hingga 20 persen.  

- Advertisement -

"Seperti ada acara nasional diadakan di sini. Awalnya lima hari memesan kamar, karena asap jadi tiga hari. Ataupun ada beberapa acara besar lainnya akhirnya ditunda maupun dibatalkan. Tentu berpengaruh terhadap pendapatan," jelasnya.

"Walau begitu, para pengusaha tetap melakukan action terhadap masalah asap ini. Seperti adanya rumah aman ditekankan untuk keluarga karyawan hotel yang memerlukan perhatian khusus," jelasnya.
Kenapa tidak masyarakat umum? Nofrizal menjelaskan, pihak hotel mempertimbangkan berbagai kondisi. Di antaranya, harus terlebih dulu menyiapkan tabung oksigen, tenaga medis hingga konsumsinya.(*1)

Baca Juga:  Lurah di Pekanbaru Kena OTT
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Riau dan sekitarnya berimbas ke berbagai sektor, salah satunya kepada pelaku usaha. Seperti disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal, Selasa (24/9). Ia mengungkapkan sejumlah hotel tidak bisa mencapai target untuk pendapatannya.

 

"Target penerimaan hotel tidak tercapai. Dalam satu bulan ada beberapa acara dengan nilai sekian persen karena ditunda. Yang harusnya dapat 70 persen, hanya mampu tercapai 50 persen," kata Nofrizal usai pertemuan dengan pengurus PHRI Riau dan pelaku usaha hotel di Hotel Pangeran, kemarin.

Meski memaklumi kondisi tersebut, tetap saja akan memberikan pengaruh pada lebih dari 200 hotel yang di Riau dan sekitar 500 lebih hotel di Riau tersebut. "Dari pertemuan itu berbagai kondisi dan permasalahan disampaikan oleh mereka. Tentunya berharap ke depan tidak ada lagi asap. Pengaruh luar biasa," kata dia.

Baca Juga:  Seleksi Terbuka Delapan Jabatan Kepala OPD

Meski tidak menyebutkan secara gamblang jumlah okupansi hotel sebesar apa mengalami penurunan. Tapi Nofrizal menyebutkan jika sebelumnya bisa mengisi sampai 60 persen, saat kabut asap bisa turun hingga 20 persen.  

"Seperti ada acara nasional diadakan di sini. Awalnya lima hari memesan kamar, karena asap jadi tiga hari. Ataupun ada beberapa acara besar lainnya akhirnya ditunda maupun dibatalkan. Tentu berpengaruh terhadap pendapatan," jelasnya.

"Walau begitu, para pengusaha tetap melakukan action terhadap masalah asap ini. Seperti adanya rumah aman ditekankan untuk keluarga karyawan hotel yang memerlukan perhatian khusus," jelasnya.
Kenapa tidak masyarakat umum? Nofrizal menjelaskan, pihak hotel mempertimbangkan berbagai kondisi. Di antaranya, harus terlebih dulu menyiapkan tabung oksigen, tenaga medis hingga konsumsinya.(*1)

Baca Juga:  Ayah dan Mama

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari