Kamis, 30 April 2026
- Advertisement -

Zakat Fitrah Sekaligus Berinfak

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Masjid Paripurna Lillah yang berlokasi di Jalan Kartama, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kota Pekanbaru, hingga masih menerima zakat fitrah dari warga sekitar. Menurut Seksi Rohani Masjid Lillah atau Panitia Zakat Syahrudin Halil, sejak diberlakukannya pada 22 Mei hinga kini Selasa (29/5) sudah ada 60 kepala keluarga yang menunaikan  zakat fitrah. Baik berupa uang maupun beras.

Kemudian, selain zakat fitrah, juga menerima pembayaran zakat mal, infak maupun sedekah. Pembayaran akan berlangsung sampai 4 Juni 2019.

Lebih lanjut, warga yang membayar zakat fitrah, jika uangnya lebih diinfakkan. “Ada beberapa yang melakukan demikian. Misalnya jika satu keluarga tiga orang membayar zakat fitrah Rp90 ribu, namun karena uangnya Rp100 ribu, maka yang Rp10 ribunya dijadikan infak,” jelasnya.

Baca Juga:  Mudik, Jangan Bawa Mobil Dinas

Saat ini warga masih bayar zakat fitrah, sementara belum ada yang bayar zakat mal dan biasanya menjelang empat hari Idulfitri.

Lebih lanjut, pihak masjid pun telah melakukan santunan kepada anak yatim piatu pada Senin sore (27/5). Terdapat 26 anak yang disantuni. Masing-masing anak mendapat santunan Rp1,75 juta.

“Dilakukan sore karena supaya waktunya efektif. Karena di masjid ini melakukan tarawihnya 23 rakaat sudah termasuk witir. Belum lagi ada tausiah usai Salat Isya,” paparnya.

Lalu, masjid pun sering mendapat bantuan dari warga maupun pengusaha memberi takjil, teh celup, gula, minuman karbohidrat dan berbagai menu takjil lainnya. Katanya, warga di sekitar masjid hanya membawa makanan untuk yang tadarus. Maka dari itu, ucapnya, kami merasa sangat bersyukur karena ada yang membantu membawa takjil. Semoga pahalanya dilipatgandakan Allah.

Baca Juga:  PBBI Salurkan Ribuan Paket Sembako Imlek

Katanya, anak-anak yang tadarus pun dicarikan donatur. Hal itu dimaksudkan untuk bisa memberi dana jika berlebih usai dibawanya makan-makan.

Acara lain saat Ramadan katanya, diadakannya kultum di masjid usai Subuh. “Semoga dengan diadakannya kultum maupun kajian di waktu menjelang tarawih, kita semua semakin dekat dengan Sang Pencipta,” terangnya.(*3)

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Masjid Paripurna Lillah yang berlokasi di Jalan Kartama, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kota Pekanbaru, hingga masih menerima zakat fitrah dari warga sekitar. Menurut Seksi Rohani Masjid Lillah atau Panitia Zakat Syahrudin Halil, sejak diberlakukannya pada 22 Mei hinga kini Selasa (29/5) sudah ada 60 kepala keluarga yang menunaikan  zakat fitrah. Baik berupa uang maupun beras.

Kemudian, selain zakat fitrah, juga menerima pembayaran zakat mal, infak maupun sedekah. Pembayaran akan berlangsung sampai 4 Juni 2019.

Lebih lanjut, warga yang membayar zakat fitrah, jika uangnya lebih diinfakkan. “Ada beberapa yang melakukan demikian. Misalnya jika satu keluarga tiga orang membayar zakat fitrah Rp90 ribu, namun karena uangnya Rp100 ribu, maka yang Rp10 ribunya dijadikan infak,” jelasnya.

Baca Juga:  Mudik, Jangan Bawa Mobil Dinas

Saat ini warga masih bayar zakat fitrah, sementara belum ada yang bayar zakat mal dan biasanya menjelang empat hari Idulfitri.

Lebih lanjut, pihak masjid pun telah melakukan santunan kepada anak yatim piatu pada Senin sore (27/5). Terdapat 26 anak yang disantuni. Masing-masing anak mendapat santunan Rp1,75 juta.

“Dilakukan sore karena supaya waktunya efektif. Karena di masjid ini melakukan tarawihnya 23 rakaat sudah termasuk witir. Belum lagi ada tausiah usai Salat Isya,” paparnya.

- Advertisement -

Lalu, masjid pun sering mendapat bantuan dari warga maupun pengusaha memberi takjil, teh celup, gula, minuman karbohidrat dan berbagai menu takjil lainnya. Katanya, warga di sekitar masjid hanya membawa makanan untuk yang tadarus. Maka dari itu, ucapnya, kami merasa sangat bersyukur karena ada yang membantu membawa takjil. Semoga pahalanya dilipatgandakan Allah.

Baca Juga:  DPRD: Dalam Dua Hari Potongan BLT Rp300 Ribu Tak Diserahkan, Kami Lapor Kejaksaan

Katanya, anak-anak yang tadarus pun dicarikan donatur. Hal itu dimaksudkan untuk bisa memberi dana jika berlebih usai dibawanya makan-makan.

- Advertisement -

Acara lain saat Ramadan katanya, diadakannya kultum di masjid usai Subuh. “Semoga dengan diadakannya kultum maupun kajian di waktu menjelang tarawih, kita semua semakin dekat dengan Sang Pencipta,” terangnya.(*3)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Masjid Paripurna Lillah yang berlokasi di Jalan Kartama, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kota Pekanbaru, hingga masih menerima zakat fitrah dari warga sekitar. Menurut Seksi Rohani Masjid Lillah atau Panitia Zakat Syahrudin Halil, sejak diberlakukannya pada 22 Mei hinga kini Selasa (29/5) sudah ada 60 kepala keluarga yang menunaikan  zakat fitrah. Baik berupa uang maupun beras.

Kemudian, selain zakat fitrah, juga menerima pembayaran zakat mal, infak maupun sedekah. Pembayaran akan berlangsung sampai 4 Juni 2019.

Lebih lanjut, warga yang membayar zakat fitrah, jika uangnya lebih diinfakkan. “Ada beberapa yang melakukan demikian. Misalnya jika satu keluarga tiga orang membayar zakat fitrah Rp90 ribu, namun karena uangnya Rp100 ribu, maka yang Rp10 ribunya dijadikan infak,” jelasnya.

Baca Juga:  Jumlah Titik Penyekatan Masih Sama

Saat ini warga masih bayar zakat fitrah, sementara belum ada yang bayar zakat mal dan biasanya menjelang empat hari Idulfitri.

Lebih lanjut, pihak masjid pun telah melakukan santunan kepada anak yatim piatu pada Senin sore (27/5). Terdapat 26 anak yang disantuni. Masing-masing anak mendapat santunan Rp1,75 juta.

“Dilakukan sore karena supaya waktunya efektif. Karena di masjid ini melakukan tarawihnya 23 rakaat sudah termasuk witir. Belum lagi ada tausiah usai Salat Isya,” paparnya.

Lalu, masjid pun sering mendapat bantuan dari warga maupun pengusaha memberi takjil, teh celup, gula, minuman karbohidrat dan berbagai menu takjil lainnya. Katanya, warga di sekitar masjid hanya membawa makanan untuk yang tadarus. Maka dari itu, ucapnya, kami merasa sangat bersyukur karena ada yang membantu membawa takjil. Semoga pahalanya dilipatgandakan Allah.

Baca Juga:  Mudik, Jangan Bawa Mobil Dinas

Katanya, anak-anak yang tadarus pun dicarikan donatur. Hal itu dimaksudkan untuk bisa memberi dana jika berlebih usai dibawanya makan-makan.

Acara lain saat Ramadan katanya, diadakannya kultum di masjid usai Subuh. “Semoga dengan diadakannya kultum maupun kajian di waktu menjelang tarawih, kita semua semakin dekat dengan Sang Pencipta,” terangnya.(*3)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari