Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Dua Pelajar yang Tenggelam di Sungai Jantan Ditemukan Meninggal

SIAK (RIAUPOS.CO) — Dua siswa SMAN yang tenggelam di Sungai Jantan Siak akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dan pukul 14.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.

Keduanya ditemukan oleh penyelam asal Kecamatan Siak bernama Samsir (45) yang kini tinggal di Sungai Apit. Samsil putra dari M Jamil yang dulunya juga penyelam tradisional.

Diceritakan Samsir, dia memang diajak pihak Pemuda Pancasila Kecamatan Siak untuk membantu menyelam atas tenggelamnya dua siswa SMAN tersebut.

"Saya mulai menyelam pada Jumat (20/5) sekitar pukul 09.30 WIB. Sekitar pukul 11.30 WIB, istirahat untuk Salat Jumat," jelasnya.

Kemudian pada pukul 13.00 WIB, bersama ayahnya M Jamil dan Ketua PP Kecamatan Siak Wan Fatah, serta beberapa orang lainnya, Samsir mengulang pencarian.

Sebagai penyelam tradisional, dia faham betul bagaimana kondisi Sungai Jantan, terutama ketika berada di kedalaman. Setengah jam menyelam, di kedalaman 10 sampai 15 meter, dia berhasil menemukan jasad Dehan.

Baca Juga:  Seminar Digital Marketing UMKM Proker Mahasiswa Kukerta Unri di Kampung Dayun

"Saya menemukan kakinya, lalu saya angkat ke permukaan, lalu saya dibantu tim dari Basarnas, Polair, BPBD dan Damkar serta warga," sebut Samsir.

Atas temukan jasad korban Dehan yang sudah tak bernyawa, tangis orangtua dan sanak keluarga pecah. Suasana haru menyelimuti pelabuhan sekitar lokasi penemuan jasad korban Dehan.

"Jasad Dehan saya temukan masih di sekitar tempatnya dan Yoga tenggelam," jelas Samsir. Lalu Samsir istirahat sekitar 15 menit, untuk memastikan posisi korban selanjutnya, sekaligus menggambar bagaimana pusaran air.

Lalu Samsir kembali menyelam, sambil meraba raba kondisi sekitar kalau kalau ada kayu atau benda lainnya yang dapat menghantam tubuhnya.

Tak lama menyelam, sekitar 5 sampai 10 meter ke arah tengah sungai, Samsir berhasil menjambak rambut Yoga. "Keduanya ditemukan di dalam palung," kata Samsir.

Baca Juga:  Alfedri-Husni Ziarahi Makam Sultan

Dia merasa lega, berhasil menemukan kedua korban, meski dalam keadaan meninggal dunia. Atas musibah ini, dikatakannya hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga anak-anaknya dan memastikan mereka baik-baik saja.

Pukul 15.30 WIB, jasad kedua korban tiba di kediaman masing-masing, setelah sebelumnya di bawa ke RSUD Tengku Rafian.

Kepala Operasi Basarnas Provinsi Riau Jacky membenarkan telah berhasil ditemukan kedua korban, dalam keadaan meninggal dunia.

"Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak. Meski bukan kami yang menemukan, namun kerja sama yang baik lintas instansi dan sektoral membuat kami sangat bersemangat dan memberikan yang terbaik," sebutnya. Operasi pencarian diakhiri dan pihaknya kembali ke Pekanbaru.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Rinaldi

 

SIAK (RIAUPOS.CO) — Dua siswa SMAN yang tenggelam di Sungai Jantan Siak akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dan pukul 14.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.

Keduanya ditemukan oleh penyelam asal Kecamatan Siak bernama Samsir (45) yang kini tinggal di Sungai Apit. Samsil putra dari M Jamil yang dulunya juga penyelam tradisional.

Diceritakan Samsir, dia memang diajak pihak Pemuda Pancasila Kecamatan Siak untuk membantu menyelam atas tenggelamnya dua siswa SMAN tersebut.

"Saya mulai menyelam pada Jumat (20/5) sekitar pukul 09.30 WIB. Sekitar pukul 11.30 WIB, istirahat untuk Salat Jumat," jelasnya.

Kemudian pada pukul 13.00 WIB, bersama ayahnya M Jamil dan Ketua PP Kecamatan Siak Wan Fatah, serta beberapa orang lainnya, Samsir mengulang pencarian.

Sebagai penyelam tradisional, dia faham betul bagaimana kondisi Sungai Jantan, terutama ketika berada di kedalaman. Setengah jam menyelam, di kedalaman 10 sampai 15 meter, dia berhasil menemukan jasad Dehan.

Baca Juga:  Ini Dia 32 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Pejabat Pemkab Siak

"Saya menemukan kakinya, lalu saya angkat ke permukaan, lalu saya dibantu tim dari Basarnas, Polair, BPBD dan Damkar serta warga," sebut Samsir.

Atas temukan jasad korban Dehan yang sudah tak bernyawa, tangis orangtua dan sanak keluarga pecah. Suasana haru menyelimuti pelabuhan sekitar lokasi penemuan jasad korban Dehan.

"Jasad Dehan saya temukan masih di sekitar tempatnya dan Yoga tenggelam," jelas Samsir. Lalu Samsir istirahat sekitar 15 menit, untuk memastikan posisi korban selanjutnya, sekaligus menggambar bagaimana pusaran air.

Lalu Samsir kembali menyelam, sambil meraba raba kondisi sekitar kalau kalau ada kayu atau benda lainnya yang dapat menghantam tubuhnya.

Tak lama menyelam, sekitar 5 sampai 10 meter ke arah tengah sungai, Samsir berhasil menjambak rambut Yoga. "Keduanya ditemukan di dalam palung," kata Samsir.

Baca Juga:  Logistik Pemilu Didistribusikan

Dia merasa lega, berhasil menemukan kedua korban, meski dalam keadaan meninggal dunia. Atas musibah ini, dikatakannya hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga anak-anaknya dan memastikan mereka baik-baik saja.

Pukul 15.30 WIB, jasad kedua korban tiba di kediaman masing-masing, setelah sebelumnya di bawa ke RSUD Tengku Rafian.

Kepala Operasi Basarnas Provinsi Riau Jacky membenarkan telah berhasil ditemukan kedua korban, dalam keadaan meninggal dunia.

"Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak. Meski bukan kami yang menemukan, namun kerja sama yang baik lintas instansi dan sektoral membuat kami sangat bersemangat dan memberikan yang terbaik," sebutnya. Operasi pencarian diakhiri dan pihaknya kembali ke Pekanbaru.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Dua Pelajar yang Tenggelam di Sungai Jantan Ditemukan Meninggal

SIAK (RIAUPOS.CO) — Dua siswa SMAN yang tenggelam di Sungai Jantan Siak akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dan pukul 14.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.

Keduanya ditemukan oleh penyelam asal Kecamatan Siak bernama Samsir (45) yang kini tinggal di Sungai Apit. Samsil putra dari M Jamil yang dulunya juga penyelam tradisional.

Diceritakan Samsir, dia memang diajak pihak Pemuda Pancasila Kecamatan Siak untuk membantu menyelam atas tenggelamnya dua siswa SMAN tersebut.

"Saya mulai menyelam pada Jumat (20/5) sekitar pukul 09.30 WIB. Sekitar pukul 11.30 WIB, istirahat untuk Salat Jumat," jelasnya.

Kemudian pada pukul 13.00 WIB, bersama ayahnya M Jamil dan Ketua PP Kecamatan Siak Wan Fatah, serta beberapa orang lainnya, Samsir mengulang pencarian.

Sebagai penyelam tradisional, dia faham betul bagaimana kondisi Sungai Jantan, terutama ketika berada di kedalaman. Setengah jam menyelam, di kedalaman 10 sampai 15 meter, dia berhasil menemukan jasad Dehan.

Baca Juga:  Alfedri-Husni Ziarahi Makam Sultan

"Saya menemukan kakinya, lalu saya angkat ke permukaan, lalu saya dibantu tim dari Basarnas, Polair, BPBD dan Damkar serta warga," sebut Samsir.

Atas temukan jasad korban Dehan yang sudah tak bernyawa, tangis orangtua dan sanak keluarga pecah. Suasana haru menyelimuti pelabuhan sekitar lokasi penemuan jasad korban Dehan.

"Jasad Dehan saya temukan masih di sekitar tempatnya dan Yoga tenggelam," jelas Samsir. Lalu Samsir istirahat sekitar 15 menit, untuk memastikan posisi korban selanjutnya, sekaligus menggambar bagaimana pusaran air.

Lalu Samsir kembali menyelam, sambil meraba raba kondisi sekitar kalau kalau ada kayu atau benda lainnya yang dapat menghantam tubuhnya.

Tak lama menyelam, sekitar 5 sampai 10 meter ke arah tengah sungai, Samsir berhasil menjambak rambut Yoga. "Keduanya ditemukan di dalam palung," kata Samsir.

Baca Juga:  Mendorong Desa Terbuka Berikan Informasi kepada Masyarakat

Dia merasa lega, berhasil menemukan kedua korban, meski dalam keadaan meninggal dunia. Atas musibah ini, dikatakannya hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga anak-anaknya dan memastikan mereka baik-baik saja.

Pukul 15.30 WIB, jasad kedua korban tiba di kediaman masing-masing, setelah sebelumnya di bawa ke RSUD Tengku Rafian.

Kepala Operasi Basarnas Provinsi Riau Jacky membenarkan telah berhasil ditemukan kedua korban, dalam keadaan meninggal dunia.

"Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak. Meski bukan kami yang menemukan, namun kerja sama yang baik lintas instansi dan sektoral membuat kami sangat bersemangat dan memberikan yang terbaik," sebutnya. Operasi pencarian diakhiri dan pihaknya kembali ke Pekanbaru.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Rinaldi

 

SIAK (RIAUPOS.CO) — Dua siswa SMAN yang tenggelam di Sungai Jantan Siak akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dan pukul 14.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.

Keduanya ditemukan oleh penyelam asal Kecamatan Siak bernama Samsir (45) yang kini tinggal di Sungai Apit. Samsil putra dari M Jamil yang dulunya juga penyelam tradisional.

Diceritakan Samsir, dia memang diajak pihak Pemuda Pancasila Kecamatan Siak untuk membantu menyelam atas tenggelamnya dua siswa SMAN tersebut.

"Saya mulai menyelam pada Jumat (20/5) sekitar pukul 09.30 WIB. Sekitar pukul 11.30 WIB, istirahat untuk Salat Jumat," jelasnya.

Kemudian pada pukul 13.00 WIB, bersama ayahnya M Jamil dan Ketua PP Kecamatan Siak Wan Fatah, serta beberapa orang lainnya, Samsir mengulang pencarian.

Sebagai penyelam tradisional, dia faham betul bagaimana kondisi Sungai Jantan, terutama ketika berada di kedalaman. Setengah jam menyelam, di kedalaman 10 sampai 15 meter, dia berhasil menemukan jasad Dehan.

Baca Juga:  Mendorong Desa Terbuka Berikan Informasi kepada Masyarakat

"Saya menemukan kakinya, lalu saya angkat ke permukaan, lalu saya dibantu tim dari Basarnas, Polair, BPBD dan Damkar serta warga," sebut Samsir.

Atas temukan jasad korban Dehan yang sudah tak bernyawa, tangis orangtua dan sanak keluarga pecah. Suasana haru menyelimuti pelabuhan sekitar lokasi penemuan jasad korban Dehan.

"Jasad Dehan saya temukan masih di sekitar tempatnya dan Yoga tenggelam," jelas Samsir. Lalu Samsir istirahat sekitar 15 menit, untuk memastikan posisi korban selanjutnya, sekaligus menggambar bagaimana pusaran air.

Lalu Samsir kembali menyelam, sambil meraba raba kondisi sekitar kalau kalau ada kayu atau benda lainnya yang dapat menghantam tubuhnya.

Tak lama menyelam, sekitar 5 sampai 10 meter ke arah tengah sungai, Samsir berhasil menjambak rambut Yoga. "Keduanya ditemukan di dalam palung," kata Samsir.

Baca Juga:  Bupati Alfedri Realisasikan Smart Kampung

Dia merasa lega, berhasil menemukan kedua korban, meski dalam keadaan meninggal dunia. Atas musibah ini, dikatakannya hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga anak-anaknya dan memastikan mereka baik-baik saja.

Pukul 15.30 WIB, jasad kedua korban tiba di kediaman masing-masing, setelah sebelumnya di bawa ke RSUD Tengku Rafian.

Kepala Operasi Basarnas Provinsi Riau Jacky membenarkan telah berhasil ditemukan kedua korban, dalam keadaan meninggal dunia.

"Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak. Meski bukan kami yang menemukan, namun kerja sama yang baik lintas instansi dan sektoral membuat kami sangat bersemangat dan memberikan yang terbaik," sebutnya. Operasi pencarian diakhiri dan pihaknya kembali ke Pekanbaru.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari