Kamis, 8 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Covid-19 Turun Drastis, 12 Kecamatan Zona Hijau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pekanbaru jelang Idulfitri 1443 Hijriah terus menurun. Kini, sudah 12 kecamatan berada di zona hijau.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru hingga, Senin (25/4) lalu, sebanyak 12 kecamatan sudah berada pada zona hijau. Sementara 3 kecamatan lainnya berada pada zona kuning atau tingkat risiko rendah.

"Hal ini ditandai saat beberapa hari ini tidak mendapat tambahan kasus positif Covid-19. Mudah-mudahan bisa terus dipertahankan. Sehingga, masyarakat bisa menggerakkan perekonomian," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih, Selasa (26/4).

Sementara tiga kecamatan yang masih berada pada zona kuning adalah, Kecamatan Limapuluh, Rumbai, dan Senapelan. Sementara untuk pemetaan per kelurahan, mayoritas sudah berada di zona hijau.

Baca Juga:  Bersama Pemkab Rohul Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Total dari 83 kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru, 79 kelurahan diantaranya sudah berada pada zona hijau. Sementara empat kelurahan lainnya masih di zona kuning.

"Kelurahan Padang Bulan, Pesisir, Rintis, dan Sri Meranti masih zona kuning," jelasnya.

Zaini mengatakan, kasus aktif Covid-19 masih sekitar 445 orang dengan rincian 442 orang diisolasi dan 3 orang dirawat di rumah sakit. Penurunan kasus Covid-19 cukup signifikan saat ini.

Hasil indikator, hanya 1,95 orang per 100.000 penduduk terpapar Covid-19. Dengan artian, kasus Covid-19 rendah saat ini.

"Sementara itu, pasien rawat inap hanya 0,29 per 100.000 tempat tidur. Jumlah kematian tidak ada dalam dua pekan terakhir," paparnya.

Baca Juga:  Wako: Tertibkan Jukir Nakal

Sementara itu, testing memang lebih sedikit kepada masyarakat. Karena, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. Bila masyarakat sudah divaksin booster (vaksinasi ketiga), maka tak perlu lagi pemeriksaan PCR atau swab antigen.

"Tracing kami sebanyak 4,15. Bor hanya 1,05 persen. Makanya, banyak tempat tidur pasien Covid-19 yang kosong," tutupnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pekanbaru jelang Idulfitri 1443 Hijriah terus menurun. Kini, sudah 12 kecamatan berada di zona hijau.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru hingga, Senin (25/4) lalu, sebanyak 12 kecamatan sudah berada pada zona hijau. Sementara 3 kecamatan lainnya berada pada zona kuning atau tingkat risiko rendah.

"Hal ini ditandai saat beberapa hari ini tidak mendapat tambahan kasus positif Covid-19. Mudah-mudahan bisa terus dipertahankan. Sehingga, masyarakat bisa menggerakkan perekonomian," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih, Selasa (26/4).

Sementara tiga kecamatan yang masih berada pada zona kuning adalah, Kecamatan Limapuluh, Rumbai, dan Senapelan. Sementara untuk pemetaan per kelurahan, mayoritas sudah berada di zona hijau.

Baca Juga:  Hilang Kendali, Pengendara Motor Jatuh dari Flyover SKA

Total dari 83 kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru, 79 kelurahan diantaranya sudah berada pada zona hijau. Sementara empat kelurahan lainnya masih di zona kuning.

- Advertisement -

"Kelurahan Padang Bulan, Pesisir, Rintis, dan Sri Meranti masih zona kuning," jelasnya.

Zaini mengatakan, kasus aktif Covid-19 masih sekitar 445 orang dengan rincian 442 orang diisolasi dan 3 orang dirawat di rumah sakit. Penurunan kasus Covid-19 cukup signifikan saat ini.

- Advertisement -

Hasil indikator, hanya 1,95 orang per 100.000 penduduk terpapar Covid-19. Dengan artian, kasus Covid-19 rendah saat ini.

"Sementara itu, pasien rawat inap hanya 0,29 per 100.000 tempat tidur. Jumlah kematian tidak ada dalam dua pekan terakhir," paparnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Minat Baca di Masa Pandemi

Sementara itu, testing memang lebih sedikit kepada masyarakat. Karena, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. Bila masyarakat sudah divaksin booster (vaksinasi ketiga), maka tak perlu lagi pemeriksaan PCR atau swab antigen.

"Tracing kami sebanyak 4,15. Bor hanya 1,05 persen. Makanya, banyak tempat tidur pasien Covid-19 yang kosong," tutupnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pekanbaru jelang Idulfitri 1443 Hijriah terus menurun. Kini, sudah 12 kecamatan berada di zona hijau.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru hingga, Senin (25/4) lalu, sebanyak 12 kecamatan sudah berada pada zona hijau. Sementara 3 kecamatan lainnya berada pada zona kuning atau tingkat risiko rendah.

"Hal ini ditandai saat beberapa hari ini tidak mendapat tambahan kasus positif Covid-19. Mudah-mudahan bisa terus dipertahankan. Sehingga, masyarakat bisa menggerakkan perekonomian," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih, Selasa (26/4).

Sementara tiga kecamatan yang masih berada pada zona kuning adalah, Kecamatan Limapuluh, Rumbai, dan Senapelan. Sementara untuk pemetaan per kelurahan, mayoritas sudah berada di zona hijau.

Baca Juga:  Hilang Kendali, Pengendara Motor Jatuh dari Flyover SKA

Total dari 83 kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru, 79 kelurahan diantaranya sudah berada pada zona hijau. Sementara empat kelurahan lainnya masih di zona kuning.

"Kelurahan Padang Bulan, Pesisir, Rintis, dan Sri Meranti masih zona kuning," jelasnya.

Zaini mengatakan, kasus aktif Covid-19 masih sekitar 445 orang dengan rincian 442 orang diisolasi dan 3 orang dirawat di rumah sakit. Penurunan kasus Covid-19 cukup signifikan saat ini.

Hasil indikator, hanya 1,95 orang per 100.000 penduduk terpapar Covid-19. Dengan artian, kasus Covid-19 rendah saat ini.

"Sementara itu, pasien rawat inap hanya 0,29 per 100.000 tempat tidur. Jumlah kematian tidak ada dalam dua pekan terakhir," paparnya.

Baca Juga:  PPKM Level 4 Dilanjutkan, Perketat

Sementara itu, testing memang lebih sedikit kepada masyarakat. Karena, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. Bila masyarakat sudah divaksin booster (vaksinasi ketiga), maka tak perlu lagi pemeriksaan PCR atau swab antigen.

"Tracing kami sebanyak 4,15. Bor hanya 1,05 persen. Makanya, banyak tempat tidur pasien Covid-19 yang kosong," tutupnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari