Selasa, 13 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

KBBR 19 Pamerkan Indahnya Kreasi Bunga Bonsai

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)  – Komunitas Bonsai Bengkalis Riau (KBBR) 19, memamerkan hasil karya seni anak negeri, dalam mengolah tanaman bunga andemik pulau Pesisir Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Berbagai jenis dongkelan (tunggul) bunga andemik dari berbagai jenis di antaranya bonsai pohon beringin, pacar laut, sancang, wacang, anting putri, bonsai dan bougenfil terpajang cukup indah tidak kalah seperti kontes maupun pameran yang diselenggarakan oleh Provinsi Riau.

Penampilan komunitas bonsai ini, dalam menyemarakan hari ulang ke-4, Sanggar Seni Sayang Sayang Selatbatu, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

"Ada puluhan bonsai berbagai ukuran dari kecil hingga besar tampil memeriahkan perhelatan di Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan ini," ujar Wan Hasan, Ahad (20/2/2022).

Baca Juga:  Bea Cukai Sebut Barantan Beropini

Wan Hasan mengharapkan, dengan adanya pameran bonsai ini  kreasi tangan anak negeri dapat muncul hingga dikenal oleh khalayak ramai hingga tingkat provinsi dan nasional.

"Ya, idealnya kegiatan ini merupakan kegiatan positif dan dengan adanya pameran ini mampu mengairahkan anak anak muda bengkalis terus berkreasi dan berinovasi seni bunga bonsai," terang Wan Hasan.

Komunitas KBBR 19 berjumlah 37 anggota di Negeri Junjungan ini pun menambahkan, selain menyalurkan hobi seni bunga bonsai juga berdampak meningkatkan perekonomian masyarakat serta melestarikan lingkungan.

"Selain melepaskan hobi pada seni bunga bonsai, juga berdampak pada peningkatan perekonomian anggota. Bayangkan saja jika dijual bonsai bonsai tersebut bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah," terangnya.

Baca Juga:  Ubi Mengalo Sakai Tampil di Gebyar Kampung KB

Di samping itu, Wan Hasan juga berharap melalui wadah yang telah ada ini. Para pelaku bonsai di Kabupaten Bengkalis semakin berkembang dan banyak diminati.

"Alhamdulillah, dengan adanya pameran ini membuktikan keberadaan komunitas bonsai KBBR 19 eksis di negeri ini. Selain menarik minat bagi pecinta bunga bonsai untuk membeli juga terpenting kita dapat menjadi pelaku dalam melestarikan lingkungan yang ada disekita kita," ujarnya.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)  – Komunitas Bonsai Bengkalis Riau (KBBR) 19, memamerkan hasil karya seni anak negeri, dalam mengolah tanaman bunga andemik pulau Pesisir Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Berbagai jenis dongkelan (tunggul) bunga andemik dari berbagai jenis di antaranya bonsai pohon beringin, pacar laut, sancang, wacang, anting putri, bonsai dan bougenfil terpajang cukup indah tidak kalah seperti kontes maupun pameran yang diselenggarakan oleh Provinsi Riau.

Penampilan komunitas bonsai ini, dalam menyemarakan hari ulang ke-4, Sanggar Seni Sayang Sayang Selatbatu, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

"Ada puluhan bonsai berbagai ukuran dari kecil hingga besar tampil memeriahkan perhelatan di Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan ini," ujar Wan Hasan, Ahad (20/2/2022).

Baca Juga:  Peningkatan SDM dan Lapangan Kerja jadi Prioritas Bupati

Wan Hasan mengharapkan, dengan adanya pameran bonsai ini  kreasi tangan anak negeri dapat muncul hingga dikenal oleh khalayak ramai hingga tingkat provinsi dan nasional.

- Advertisement -

"Ya, idealnya kegiatan ini merupakan kegiatan positif dan dengan adanya pameran ini mampu mengairahkan anak anak muda bengkalis terus berkreasi dan berinovasi seni bunga bonsai," terang Wan Hasan.

Komunitas KBBR 19 berjumlah 37 anggota di Negeri Junjungan ini pun menambahkan, selain menyalurkan hobi seni bunga bonsai juga berdampak meningkatkan perekonomian masyarakat serta melestarikan lingkungan.

- Advertisement -

"Selain melepaskan hobi pada seni bunga bonsai, juga berdampak pada peningkatan perekonomian anggota. Bayangkan saja jika dijual bonsai bonsai tersebut bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah," terangnya.

Baca Juga:  Ubi Mengalo Sakai Tampil di Gebyar Kampung KB

Di samping itu, Wan Hasan juga berharap melalui wadah yang telah ada ini. Para pelaku bonsai di Kabupaten Bengkalis semakin berkembang dan banyak diminati.

"Alhamdulillah, dengan adanya pameran ini membuktikan keberadaan komunitas bonsai KBBR 19 eksis di negeri ini. Selain menarik minat bagi pecinta bunga bonsai untuk membeli juga terpenting kita dapat menjadi pelaku dalam melestarikan lingkungan yang ada disekita kita," ujarnya.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)  – Komunitas Bonsai Bengkalis Riau (KBBR) 19, memamerkan hasil karya seni anak negeri, dalam mengolah tanaman bunga andemik pulau Pesisir Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Berbagai jenis dongkelan (tunggul) bunga andemik dari berbagai jenis di antaranya bonsai pohon beringin, pacar laut, sancang, wacang, anting putri, bonsai dan bougenfil terpajang cukup indah tidak kalah seperti kontes maupun pameran yang diselenggarakan oleh Provinsi Riau.

Penampilan komunitas bonsai ini, dalam menyemarakan hari ulang ke-4, Sanggar Seni Sayang Sayang Selatbatu, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

"Ada puluhan bonsai berbagai ukuran dari kecil hingga besar tampil memeriahkan perhelatan di Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan ini," ujar Wan Hasan, Ahad (20/2/2022).

Baca Juga:  Harus Ubah Pengelolaan Kebun

Wan Hasan mengharapkan, dengan adanya pameran bonsai ini  kreasi tangan anak negeri dapat muncul hingga dikenal oleh khalayak ramai hingga tingkat provinsi dan nasional.

"Ya, idealnya kegiatan ini merupakan kegiatan positif dan dengan adanya pameran ini mampu mengairahkan anak anak muda bengkalis terus berkreasi dan berinovasi seni bunga bonsai," terang Wan Hasan.

Komunitas KBBR 19 berjumlah 37 anggota di Negeri Junjungan ini pun menambahkan, selain menyalurkan hobi seni bunga bonsai juga berdampak meningkatkan perekonomian masyarakat serta melestarikan lingkungan.

"Selain melepaskan hobi pada seni bunga bonsai, juga berdampak pada peningkatan perekonomian anggota. Bayangkan saja jika dijual bonsai bonsai tersebut bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah," terangnya.

Baca Juga:  Polisi Gulung Tiga Pelaku Pembobol Mini Market di Duri

Di samping itu, Wan Hasan juga berharap melalui wadah yang telah ada ini. Para pelaku bonsai di Kabupaten Bengkalis semakin berkembang dan banyak diminati.

"Alhamdulillah, dengan adanya pameran ini membuktikan keberadaan komunitas bonsai KBBR 19 eksis di negeri ini. Selain menarik minat bagi pecinta bunga bonsai untuk membeli juga terpenting kita dapat menjadi pelaku dalam melestarikan lingkungan yang ada disekita kita," ujarnya.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari