Kamis, 19 Februari 2026
- Advertisement -

Catat, 23 Juta Lapangan Kerja Akan Hilang dalam 10 Tahun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perguruan tinggi dituntut harus beradaptasi dengan cepat karena perubahan yang sangat pesat saat ini membutuhkan SDM unggul yang adaptif dan fleksibel. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini juga akan mengubah banyak hal dalam dunia pekerjaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam menyampaikan bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, 23 juta lapangan pekerjaan di Indonesia akan hilang yang digantikan dengan otomasi, sistem cerdas, dan robotik. Maka, percepatan peningkatan kompetensi SDM Indonesia harus ditingkatkan.

Meskipun demikian, peluang lahirnya pekerjaan baru menjadi dua kali lipat lebih banyak sejalan dengan keterampilan dan kecakapan yang berbeda dari apa yang ada pada saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi harus menyiapkan lulusannya karena ketika nanti mahasiswa lulus, dunia kerjanya sudah berganti dan berubah.

Baca Juga:  Majukan Sektor UMKM, Bank BJB Jadikan Perusahaan Mitra sebagai Off Taker

“Ini menjadi pekerjan rumah besar bagi perguruan tinggi untuk menyiapkan suatu kompetensi visioner tentang suatu pekerjaan yang pada saat ini belum ada,” kata dia, Ahad (21/3).

Nizam juga menekankan cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui bergandengan tangan dengan dunia kerja baik usaha maupun industri. Menurutnya, dunia pendidikan tinggi harus bekerja sama untuk menyiapkan sumber daya manusia dan inovasi dari perguruan tinggi.

Melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, perguruan tinggi harus masuk dalam gerak kemajuan pembangunan sehingga mahasiswa masuk ke dalam pusaran pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, kemajuan pertanian, kemajuan pariwisata, dan kemajuan pembangunan di daerah yang dapat menjadi mata air bagi kemajuan ekonomi di daerah.

Baca Juga:  PDB Perikanan Tembus Rp62 Triliun

“Tujuannya adalah membentuk insan Pancasila yang unggul, adaptif, dan kreatif dengan kemampuannya menciptakan pekerjaan baru dan mengisi pekerjaan yang ada,” imbuhnya.

 

Sumber: Jawapos.co
Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perguruan tinggi dituntut harus beradaptasi dengan cepat karena perubahan yang sangat pesat saat ini membutuhkan SDM unggul yang adaptif dan fleksibel. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini juga akan mengubah banyak hal dalam dunia pekerjaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam menyampaikan bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, 23 juta lapangan pekerjaan di Indonesia akan hilang yang digantikan dengan otomasi, sistem cerdas, dan robotik. Maka, percepatan peningkatan kompetensi SDM Indonesia harus ditingkatkan.

Meskipun demikian, peluang lahirnya pekerjaan baru menjadi dua kali lipat lebih banyak sejalan dengan keterampilan dan kecakapan yang berbeda dari apa yang ada pada saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi harus menyiapkan lulusannya karena ketika nanti mahasiswa lulus, dunia kerjanya sudah berganti dan berubah.

Baca Juga:  Wakiyem, Nasabah BRI Unit Tapung Menang Hadiah Honda Mobilio ST MT

“Ini menjadi pekerjan rumah besar bagi perguruan tinggi untuk menyiapkan suatu kompetensi visioner tentang suatu pekerjaan yang pada saat ini belum ada,” kata dia, Ahad (21/3).

Nizam juga menekankan cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui bergandengan tangan dengan dunia kerja baik usaha maupun industri. Menurutnya, dunia pendidikan tinggi harus bekerja sama untuk menyiapkan sumber daya manusia dan inovasi dari perguruan tinggi.

- Advertisement -

Melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, perguruan tinggi harus masuk dalam gerak kemajuan pembangunan sehingga mahasiswa masuk ke dalam pusaran pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, kemajuan pertanian, kemajuan pariwisata, dan kemajuan pembangunan di daerah yang dapat menjadi mata air bagi kemajuan ekonomi di daerah.

Baca Juga:  IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Lakukan Trading Halt

“Tujuannya adalah membentuk insan Pancasila yang unggul, adaptif, dan kreatif dengan kemampuannya menciptakan pekerjaan baru dan mengisi pekerjaan yang ada,” imbuhnya.

- Advertisement -

 

Sumber: Jawapos.co
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perguruan tinggi dituntut harus beradaptasi dengan cepat karena perubahan yang sangat pesat saat ini membutuhkan SDM unggul yang adaptif dan fleksibel. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini juga akan mengubah banyak hal dalam dunia pekerjaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam menyampaikan bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, 23 juta lapangan pekerjaan di Indonesia akan hilang yang digantikan dengan otomasi, sistem cerdas, dan robotik. Maka, percepatan peningkatan kompetensi SDM Indonesia harus ditingkatkan.

Meskipun demikian, peluang lahirnya pekerjaan baru menjadi dua kali lipat lebih banyak sejalan dengan keterampilan dan kecakapan yang berbeda dari apa yang ada pada saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi harus menyiapkan lulusannya karena ketika nanti mahasiswa lulus, dunia kerjanya sudah berganti dan berubah.

Baca Juga:  Nasabah Unit Kerja Rengat, Pastiur Dahilana SIT Dapat Mobil

“Ini menjadi pekerjan rumah besar bagi perguruan tinggi untuk menyiapkan suatu kompetensi visioner tentang suatu pekerjaan yang pada saat ini belum ada,” kata dia, Ahad (21/3).

Nizam juga menekankan cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui bergandengan tangan dengan dunia kerja baik usaha maupun industri. Menurutnya, dunia pendidikan tinggi harus bekerja sama untuk menyiapkan sumber daya manusia dan inovasi dari perguruan tinggi.

Melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, perguruan tinggi harus masuk dalam gerak kemajuan pembangunan sehingga mahasiswa masuk ke dalam pusaran pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, kemajuan pertanian, kemajuan pariwisata, dan kemajuan pembangunan di daerah yang dapat menjadi mata air bagi kemajuan ekonomi di daerah.

Baca Juga:  Triton dan XForce Raih iF Design Award 2024

“Tujuannya adalah membentuk insan Pancasila yang unggul, adaptif, dan kreatif dengan kemampuannya menciptakan pekerjaan baru dan mengisi pekerjaan yang ada,” imbuhnya.

 

Sumber: Jawapos.co
Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari